Menciptakan Pemilu yang Berkualitas


Senin, 05 Maret 2018 - 15:37:00 WIB
Menciptakan Pemilu yang Berkualitas Idenvi Suasanto

Oleh : Idenvi Suasanto,S.Pd (Wakil Ketua DPD KNPI Pasaman Barat)

PASBAR--Sebagai suatu perwujudan atas hak azasi warga negara Indonesia adalah menjamin hak setiap warga negara indonesia untuk menyampaikan aspirasi politiknya melalui jalur partai politik yang telah tersedia sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Azas dalam penyelenggaraan Pemilu adalah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang penyelenggara Pemilihan Umum yaitu mandiri,jujur, adil, kepastian hukum, tertib, kepentingan umum, keterbukaan, proporsionalitas, profesionalitas,akuntabilitas, efisiensi dan efektifitas.

Baca Juga : SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

Untuk menciptakan Pemilu yang berkualitas adalah suatu yang mutlak harus dipenuhi karena jika tidak maka pemerintahan yang diinginkan untuk 5 tahun mendatang tidak akan mendapat dukungan rakyatnya karena pemerintahan itu kelak tidak akan sesuai harapan dalam mencapai amanat rakyat yang sesuai dalam pembukaan Undang-Undang dasar1945 yaitu suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa, dan seterusnya. Pada umumnya pemerintahan yang tidak didukung oleh rakyatnya sering menimbulkan konflik sosial, dan pemerintahan itu cendrung korup dan zolim ala militeristis atau tirani.

Ada tiga komponen lembaga penyelenggara Pemilu yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersifat nasional,tetap dan mandiri, lembaga independenyang dibentuk oleh pemerintah untuk menyelenggarakan Pemilu yang dilaksanakan setiap 5(lima) tahun sekali. 

Baca Juga : Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

Untuk mengawasi penyelenggaraan Pemilu maka KPU didampingi lembaga pengawas yang independen yaitu Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), suatu lembaga yang menyusun kode etik penyelenggara Pemilu dan berwenang menyelesaikan pelanggaran yang terjadi oleh penyelenggara Pemilu atas dasar rekomendasi Bawaslu. 

Komponen kedua dalam penyelenggaraan Pemilu adalah pemerintah, dalam hal ini untuk mendukung dan memfasilitasi kebutuhan penyelenggaraan Pemilu, baikbantuan informasi yang harus diterima KPU,logistik, biaya dan sumberdaya manusia yang ditempat kan dalam kesekretariatannya (dalam hal ini Pegawai Negeri Sipil), untuk melaksanakan administrasi dan dokumentasi di ketiga lembaga tersebut. 

Baca Juga : Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

Pemerintah juga menyediakan lembaga penegakan hukum dan ketertiban umum guna terselenggaranya Pemilu dengan aman dan tertib. Komponen lainnya adalah masyarakat sebagai peserta Pemilu, bahwa masyarakat adalah terdiri dari perseorangan atau warga negara Indonesia pemilik kekuasaan rakyat yang dapat mengelompokkan diri pada satu kelompok atau golongan yang mempunyai ide atau faham yang sama dalam membina kehidupan yang lebih baik yaitu aman tentram dalam kehidupan yang sejahtera. 

Pengelompokan yang terbesar dan formal adalah partai politik yang merupakan wadah dimana warga negara dapat menyalurkan aspirasinya atau dapat mencalonkan dirinya menjadi wakil rakyat atau menjadi pemimpin yang legitimasi berdasarkan azas kedaulatan rakyat. 

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

Tiga komponen atau stake holders yaitu pemerintah, masyarakat dan partai-partai politik merupakan sasaran atau target yang harus dikoordinasikan dan dikendalikan oleh KPU agar tercapai suatu penyelenggaraan Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Oleh sebab itu menciptakan kualitas hasil Pemilu itu dimulai dari penyelenggaranya dulu yaitu KPU dan Bawaslu , barulah menciptakan koordinasi yang intensif dan pelaksanaan yang tertib dan efisien baik pemanfaatan SDM, logistik, serta akuntabilitas pertanggung jawabannya.

Rekruitment penyelenggara pemilihan umum

Proses rekruitment adalah suatu kegiatan untuk mendapatkan personil yang kompeten dan kapabel disertai integritas yang dapat dipertanggung jawabkan kinerjanya untuk suatu kegiatan yang dilaksanakan dalam hal ini penyelenggara Pemilu.

Sebelum melakukan rekruitmen maka tim seleksi dibentuk terlebih dahulu, tim seleksi ini juga adalah merupakan suatu tim independen yang merupakan gabungan dari akademisi yaitu lembaga kompeten yang dapat membaca keperibadian calon peserta seleksi,tingkat kecerdasan dan kemampuan fisik,lembaga swadaya masyarakat yaitu lembaga yang menilai sejauhmana keberadaan calon peserta seleksi dikenal dan bergaul dikalangan masyarakat itu,wakil dari pemerintah yaitu lembaga yang berperan dalam penyusunan kebijakan eksekutif, dan unsur dari DPR yaitu lembaga legislatif sebagai wakil rakyat penyalur aspirasi rakyat. 

Mulai dari tim seleksi harus menjadi tim yang independen dalam arti tugas melaksanakan rekruitmen tidak diintervensi oleh fihak lain berlaku objektif sesuai dengan norma-norma yang telah disusun sebelumnya. Kapasitas dan kompetensi harus mencerminkan personil yang kuat dan melebihi calon peserta seleksi itu sendiri, setidak-tidaknya dalam bidang yang ia kuasai. Rekruitmen anggota KPU lebih diutamakan pada pengujian kepribadian yang disertai dengan integritas dan kompetensi calon anggota KPU selain dari pengalaman dan kompetensi para calon.

Untuk mendapat kan penyelenggara yang kompeten dan kapable perlu dilakukan pengujian test fisik dan mental calon KPUdiserttaipersyaratan lain yang diperlukan, serta rekam jejak calon KPU agar kelak dalam melaksanakan tugas penyelenggara kualitas penyelenggara terjamin yaitu independen dan mampu melaksanakan tahapan-tahapan pelaksanaan pemilu.

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07:37 WIB

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam  siswa Perlu Ditinjau Ulang Ternyata persoalan pemakaian jilbab bagi siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang,  belum berakhir. Pemberitaannya hiruk pikuk dan viral  diperbincangkan secara nasional dalam dunia pendidikan. Sampai Mendikbud terpancing angkat b.
  • Kamis, 04 Februari 2021 - 14:45:37 WIB

    Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

    Jangan Ikuti!  Iblis Penebar Hoaks Pertama Kita barangkali akrab dengan cerita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis..
  • Senin, 01 Februari 2021 - 16:58:52 WIB

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam Syekh Muhammad Djamil Djambek adalah ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awal abad ke-20, dilahirkan pada tahun 1860 di Bukittinggi, terkenal sebagai ahli ilmu falak terkemuka..
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]