Disegel Sekelompok Warga, Pelayanan di Kantor Wali Nagari Ini Terganggu


Senin, 05 Maret 2018 - 18:38:21 WIB
Disegel Sekelompok Warga, Pelayanan di Kantor Wali Nagari Ini Terganggu  Terlihat Kantor Wali Nagari Air Haji Tengah, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), dipalang (ditutup, red). Akibat peristiwa ini, pelayanan pubik kepada masyarakat menjadi lumpuh total sejak Jumat (2/3) kemarin hingga Senin (5/3). (Okis Mardiansyah) 

"Nah, pada saat rapat baru akan dimulai, tiba-tiba beberapa oknum masyarakat langsung mengajukan pertanyaan. Kenapa kami tidak diundang? Saat itu pertanyaannya mereka juga agak menyudutkan," terangnya. 

Lebih lanjut dijelaskan, sebagai walinagari ia memang tidak mengontrol secara baik terhadap undangan yang disebar. Karena dalam melakukan penyebaran undangan, telah ada perpanjangan tangan walinagari melalui kepala kampung. 

Baca Juga : Gempa Jatim, Presiden Perintahkan Jajarannya Temukan Korban yang Tertimbun Reruntuhan

"Jadi, setelah saya jelaskan seperti itu, kondisi langsung tidak kondusif dan akhirnya oknum masyarakat tersebut mengamuk dan kemudian merusak kursi serta melakukan penyegelan terhadap kantor walinagari," terangnya lagi. 

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, (DPMNP2KB) Pessel, Hamdi ketika dihubungi Haluan, membenarkan kejadian penyegelan yang dilakukan oleh sejumlah oknum masyarakat tersebut. 

Baca Juga : BNPB Tegaskan Gempa Malang Bukan Termasuk Megathrust, Tapi Zona Beniof

"Benar, ada sejumlah oknum masyarakat melakukan penyegelan pada kantor Walinagari Air Haji Tengah dengan cara dipalang dengan kayu. Berdasarkan keterangan dari Camat Linggo Sari Baganti, persoalan itu terkait beberapa hal. Selain akibat dari kata-kata walinagari, juga terkait masalah prona, raskin, dan galian C," katanya. 

Dikatakannya, besok pihaknya bersama camat akan turun kelapangan untuk mencari solusi terbaik agar persoalan tersebut tidak berlarut.  

Baca Juga : Minibus Terjun ke Sungai di Agam, Ini Nama-nama Korban

"Besok kita akan turun ke lapangan bersama Muspika kecamatan untuk mencari solusi terbaik dan melakukan mediasi antara masyarakat dan walinagari. Kita berharap masalah ini segera diselesaikan sehingga pelayanan terhadap masyarakat tidak terganggu. Untuk saat ini, kita minta kepada sekretaris walinagari tetap melakukan pelayanan dengan cara menumpang di rumah warga dekat kantor walinagari tersebut," terangnya. (h/kis)

 

Baca Juga : Sedang Nongkrong, Warga di Padang Dilempari Gerombolan Bersepeda Motor

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]