Gubernur Jangan Sibuk Berpantun Saja


Selasa, 06 Maret 2018 - 09:58:30 WIB
Gubernur Jangan Sibuk Berpantun Saja Dok (humas)

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Hobi berpantun Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno tampaknya sudah benar-benar mendaging. Nyaris di setiap acara Irwan berpantun. Tidak satu dua saja. Kadang, semua sambutan dibuatnya pantun. Hal ini mendapat tanggapan agak miring dari DPRD Sumbar. Gubernur diminta melihat-lihat tempat berpantun. Tidak semua agenda harus diisi dengan berpantun.

Anggota DPRD Sumbar, Komi Chaniago mengatakan, secara khusus memang tak ada larangan bagi setiap orang, termasuk gubernur untuk berpantun. Tak ada Perda atau undang-undang yang dilanggar jika ini dilakukan.  Namun demikian, jelas dia, siapa saja yang memiliki hobi berpantun, apakah itu ia orang biasa atau kepala daerah, harus menyesuaikan dengan suasana. “Dengan kata lain, ada tempat-tempatnya. Jangan setiap kegiatan berpantun. Itu tak pada tempatnya," ulas Komi, Senin (5/3).

Baca Juga : Diterjang Angin Puting Beliung, 5 Unit Rumah Rusak di Agam

Disebut Komi, berpantun adalah budayanya orang Melayu. Bagi orang Minangkabau kebiasaan berpantun biasanya dilakukan di bawah balairung, atau saat ada kegiatan tertentu di nagari. Dengan kata lain, jelas dia, orang Minangkabau tidaklah berpantun di segala suasana. "Intinya, harus tempatkan sesuatu pada tempatnya. Dimana kita bisa berpantun, dimana kita berpidato biasa, dan dimana kita menyampaikan belasungkawa. Ini bisa juga sebagai masukkan untuk Gubernur Irwan yang sering berpantun," tukasnya.

Anggota DPRD Sumbar, M Nurnas juga menyebut demikian. Menurut  Nurnas, tidak elok juga jika selalu berpantun di segala tempat dan segala suasana. "Seorang pejabat jika ingin mengajak seseorang untuk hal yang baik, saat itu tak bisa disampaikan dengan bahasa yang lugas boleh dilakukan dengan berpantun yang isinya kiasan. Namun konsepnya itu tadi, harus menyesuaikan dengan tempatnya, tidak di semua situasi berpantun," ucap Nurnas.

Baca Juga : Warga Temukan Potongan Tubuh Marlena Lahagu di Sungai, Diduga Korban Keganasan Buaya

Dikatakan Nurnas, ia berharap hal ini bisa menjadi perhatian baik oleh pejabat daerah, kepala dinas, atau anggota DPRD. Ia berharap tidak semua momen ditangkap untuk menyampaikan pantun. "Kalau dengan berpantun kinerja bisa terpenuhi apa salahnya, cuma itu tadi harus melihat tempat," pungkas anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Demokrat tersebut.

Pakar Komunikasi dari Fakultas FISIP Universitas Andalas, Emeraldy Chatra, menilai, kebiasaan gubernur berpantun dan menyampaikan pidato melalui pantun sebagai kebiasaan yang agak aneh. Menurutnya, kebiasaan itu terlalu dipaksakan. “Sekali dua kali, berpantun bisa menjadi hiburan, tapi kalau berkepanjangan, hal itu mengubah pola komunikasi. Pola komunikasi kita tak seperti itu lagi. Pola komunikasi kita sekarang tidak menggunakan pantun. Dulu mungkin, itu pun bukan di sembarang tempat. Lagi pula, berpantun bukan kebiasaan orang Minang. Itu kebiasaan Melayu. Orang Minang berpetatah-petitih. Pola petatah-petitih tak sama dengan pantun. Petatah-petitit lebih abstrak,” ujar Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Unand itu.

Baca Juga : Tindaklanjuti Kasus Aborsi Dua Pasangan Mahasiswa, Polisi Bongkar Makam Janin

Emeraldy mengutarakan, dengan menyampaikan pidato lewat pantun, ada kecenderungan gubernur untuk berasyik-asyik dengan diri sendiri, padahal komunikasi yang efektif dibangun atas kesepakatan bersama. Ia menerangkan, ada kesepakatan tidak tertulis antara pembicara dan pendengar. “Komunikator harus melihat-lihat pendengarnya. Dia harus lihat ekspresi pendengarnya, apakah menerima atau tidak dengan pola komunikasinya. Jika pendengar tidak menyukainya, komunikator sebaiknya mengubah pola komunikasinya,” tuturnya.

Sebagai pakar komunikasi, Emeraldy tahu betul bahwa dalam komunikasi harus ada raso pareso. Hal itu membuat komunikator tidak bisa berkomunikasi sekehendak hatinya. Oleh sebab itu, komunikator harus mengevaluasi pola komunikasinya ketika menyampaikan sesuatu. “Kecenderungan gubernur ini dia tidak mau tahu apakah orang suka atau tidak suka dengan pola komunikasinya yang menyampaikan pidato lewat pantun itu,” ucapnya.

Baca Juga : Terduga Pembunuh Istri Mantan Sekda Ditangkap

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]