Harga Karet Anjlok, Petani Diharapkan Dirikan Koperasi


Selasa, 06 Maret 2018 - 10:47:15 WIB
Harga Karet Anjlok, Petani Diharapkan Dirikan Koperasi Petani karet menimbang hasil panennya di Pesisir Selatan.

PAINAN, HARIANHALUAN.COM—Dinas Pertanian dan Hortikultura Pesisir Selatan (Pessel) berharap kepada petani karet untuk mendirikan koperasi guna mengantisipasi murahnya harga karet di pasar dunia. Ia mengharapkan hal itu sehubungan dengan menjeritnya petani karet di Nagari Lagan Hilir Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, karena anjloknya harga karet.

Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Pessel, Jumsu Trisno, mengatakan, saat ini, harga karet anjlok hampir di semua daerah di Indonesia, termasuk di Pessel, karena harga karet bergantung pada pasar dunia dan tidak bisa diintervensi.

"Harga karet tergantung pasar dunia, termasuk harga gambir, minyak sawit, dan bahan mentah lainnya. Kami tidak bisa mengintervensi harganya. Jadi, kami harapkan kepada masyarakat yang memiliki perkebunan karet untuk segera mendirikan koperasi untuk menangkal kondisi anjloknya harga karet seperti saat ini," ujarnya di Painan, Senin (5/3).

Jumsu menjelaskan, mendirikan koperasi atau yayasan merupakan upaya untuk memperluas pangsa pasar. Dengan demikian, penjualan getah karet tidak hanya terfokus pada satu perusahaan. Menurutnya, dengan adanya koperasi khusus karet, setidaknya, ekonomi petani karet bisa ditingkatkan.

"Jadi, petani menjual karet ke koperasi, sedangkan koperasi menjualnya ke perusahaan lain dengan harga tinggi. Setidaknya, jika harga karet masih rendah, ketika petani butuh uang, petani bisa meminjam dulu ke koperasi tersebut," ucapnya.

Sebelumnya, masyarakat Nagari Lagan Hilir Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, menjerit karena harga karet anjlok, yakni Rp6.500—7.000 per kg, dari harga sebelumnya Rp11.000 pe kg. Padahal, 90 persen dari sekitar 2.000 warga nagari tersebut merupakan petani karet.

Akibat anjloknya harga karet, masyarakat lesu karena kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Banyak petani karet yang beralih pekerjaan. Sebagian dari mereka ada yang kembali turun ke sawah, bahkan pergi merantau untuk mengadu peruntungan. (h/kis)

 

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 03 Juni 2020 - 09:36:42 WIB

    Jelang Pertemuan OPEC Plus, Harga Minyak Naik

    Jelang Pertemuan OPEC Plus, Harga Minyak Naik HARIANHALUAN.COM - Harga minyak melonjak pada akhir perdagangan Selasa (2/6), di tengah harapan bahwa produsen minyak mentah setuju memperpanjang pemotongan produksi selama pertemuan melalui konferensi video pada pekan ini. P.
  • Selasa, 02 Juni 2020 - 06:13:14 WIB

    Sembako Meroket, Pemilik Rumah Makan Padang Enggan Naikin Harga

    Sembako Meroket, Pemilik Rumah Makan Padang Enggan Naikin Harga HARIANHALUAN.COM -- Meroketnya harga sembako, belum berdampak terhadap rumah makan Padang di Kota Padang. Salah seorang pengusaha masakan Padang, Mak Etek mengaku, tidak mau menaikkan harga meskipun harga kebutuhan pokok melo.
  • Selasa, 02 Juni 2020 - 06:03:14 WIB

    Harga Pakan Ikan Terus Melejit, Pemilik Kolam Menjerit

    Harga Pakan Ikan Terus Melejit, Pemilik Kolam Menjerit HARIANHALUAN.COM -- Sejumlah pemilik kolam ikan di Kota Padang mengeluh karena kenaikan harga pakan beberapa bulan terakhir. Akibatnya, mereka terpaksa membeli dan menggunakan pakan ikan rendah protein. Bahkan harganya masih .
  • Ahad, 31 Mei 2020 - 18:13:23 WIB

    Usai Lebaran, Harga Ayam Potong di Padang Merangkak Naik

    Usai Lebaran, Harga Ayam Potong di Padang Merangkak Naik HARIANHALUAN.COM -- Tingginya permintaan masyarakat terhadap ayam potong usai Lebaran membuat harga komiditas tersebut mengalami kenaikan. Menurut salah satu pedagang, Iwan kenaikan harga selalu terjadi setiap tahun, apalagi .
  • Sabtu, 30 Mei 2020 - 15:35:37 WIB

    Efek Corona Beratkan Dunia Usaha, Apindo: Turunkan Harga BBM, Listrik dan Gas

    Efek Corona Beratkan Dunia Usaha, Apindo: Turunkan Harga BBM, Listrik dan Gas HARIANHALUAN.COM - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), listrik, dan gas untuk industri. Masalahnya, tingginya harga ketiga komoditas itu dinilai memberatka.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]