Bos Miras Oplosan Diserahkan ke Jaksa


Kamis, 08 Maret 2018 - 09:07:25 WIB
Bos Miras Oplosan Diserahkan ke Jaksa Ilustasi/Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar menyerahkan tersangka pembuat minuman keras (miras) oplosan, Rudi Wijaya (53) dan pekerjanya, Arman Gea (35) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Padang. Ribuan botol miras yang jadi bukti turut diserahkan.

Pantauan Haluan, ada empat mobil yang datang ke Kejari Padang sekitar pukul 15.00 WIB. Satu unit mobil membawa anggota kepolisian, lalu dua unit truk pembawa ribuan botol miras yang merupakan barang bukti. Sedangkan kedua tersangka dibawa dengan mobil CRV warna putih. Sampai di Kejari, kedua tersangka langsung menuju ruangan jaksa guna melakukan proses pelimpahan. “Keduanya tersangka pembuat dan peracik miras oplosan. Sekarang proses tahap II. Mereka beserta barang bukti diserahkan kepada jaksa untuk proses hukum selanjutnya," terang Direskrimsus Kombes Pol Margiyanta kepada Haluan, Rabu (7/3).

Baca Juga : Sudah Tiga Kali Ketua KONI Tidak Penuhi Panggilan Penyidik

Ditamabhakan Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Sumbar AKBP Yunizar Yudhistira, jauh-jauh hari petugas sudah menyelesaikan berkas penyidikan dan sudah menyerahkannya ke jaksa. Butuh waktu enam bulan untuk menuntaskan perkara ini.  Setelah dianggap lengkap, barulah tersangka dan barang bukti yang diserahkan ke kejaksaan. “Prosesnya berjalan baik. Tidak ada kendala berarti yang ditemukan penyidik selama proses di kepolisian,” papar Yunizar.

Meski kasusnya cukup berat dan menghebohkan, namun keduanya tidak ditahan. Polisi menganggap para tersangka kooperatif dalam mengikuti proses hukum. “Kedua tersangka cukup kooperatif dalam memberikan keterangan kepada penyidik. Awalnya memang ditahan, namun saat proses penyidikan mereka mengajukan penangguhan penahanan. Itu kita setujui sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Yunizar.

Baca Juga : Naik ke Penyidikan, Kadis Perhubungan Diperiksa Kejari

Ditambahkan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejati Padang, Rusmin, pihaknya telah menerima berkas perkara, barang bukti dan tersangka dari penyidik. “Ya, kami sudah menerima. Tim jaksa akan mempersiapkan dakwaan terhadap kedua tersangka, untuk kemudian dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Padang untuk proses persidangan,” kata Rusmin.

Diberitakan sebelumnya, dalam sepekan, pabrik yang lebih layak disebut home industry tersebut bisa memproduksi 1.200 botol miras oplosan. Minuman tersebut lalu dipasarkan ke seluruh Sumbar, dan dikemas dengan kardus. Pelaku diduga mendapatkan untung berlipat ganda, karena sudah dua tahun menjalani bisnis haram tersebut.

Baca Juga : Seorang Warga Air Tawar Diserang Buaya Ganas

Dalam penggerebekan, otak pengoplosan miras dan peracik miras oplosan digelandang petugas ke Mapolda Sumbar. Selain itu, miras sebanyak 1.299 botol ikut disita dari lokasi pengoplosan yang juga sekaligus toko penjualan miras. Rinciannya, 144 botol Brandy, 468 botol TKW Brothers, Tequila Black House sebanyak 225 botol, Ada juga 456 botol Anggur Merah dan enam Vodka dengan kandungan alkohol 16 persen.

 

Baca Juga : Maling Ikan di Perairan Kepri, 10 Kapal Asing Ditenggelamkan

Kecurigaan petugas terkait operasional peracikan miras oplosan terbukti dalam penggerebekan. Selain ribuan botol miras, sejumlah zat kimia juga ditemukan di lokasi. Zat itu digunakan sebagai pencampur pembuatan miras oplosan. Ada juga alkohol murni dengan kadar 95 persen. Atas perbuatannya itu, pelaku terancam hukuman berat karena melanggar Pasal 142 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan, serta Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Peredaran miras di Sumbar memang sudah mengkhawatirkan. Minuman membuat mabuk tersebut dijual bebas, bahkan di pinggir-pinggir jalan serta warung kecil. Meski sudah diperketat izin administrasinya, ternyata masih ada pelaku yang nakal mencari celah menjual secara ilegal, bahkan melakukan pengoplosan. (h/mg-hen)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]