Premium Susah Rakyat Resah, YLKI Minta Penguasa Jujur


Jumat, 09 Maret 2018 - 10:15:05 WIB
Premium Susah Rakyat Resah, YLKI Minta Penguasa Jujur Ilustasi/Haluan

Saat BBM bersubsidi sulit didapat, secara tak langsung sama halnya pemerintah memaksa rakyat membeli BBM nonsubsidi yang harganya tinggi. Hal itu karena dalam situasi seperti ini rakyat tak diberi pilihan dan terpaksa  membeli apa yang ada saja.

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Keberadaan BBM jenis premium di Padang kian sulit didapat. Tak seluruh SPBU (Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum) yang mendapatkan pasokan BBM subsidi tersebut. Padahal, premium masih jadi pilihan mayoritas pengendara.

Baca Juga : Keluarga Pejuang Kelistrikan Korban Covid-19 Terima Beasiswa dari PLN

Dari pantauan di SPBU Nomor 14.251.597 Kota Padang, dari enam blok pengisian BBM, hanya terdapat satu pompa untuk pengisian premium yang tampak tidak didatangi pelanggan. Sementara pada blok pertalite khusus sepeda motor, terjadi antrean cukup panjang. Salah seorang petugas SPBU yang juga enggan namanya dituliskan mengatakan, stok SPBU tersedia di SPBU tersebut.

Namun, sebagian besar masyarakat sudah mulai terbiasa beralih ke pertalite, sehingga premium tak begitu diminati. Anehnya, saat Haluan melakukan pengisian premium di SPBU tersebut, beberapa unit sepeda motor yang mengantre di stasiun pertalite, ikut beralih ke stasiun premium.

Baca Juga : Masyarakat Campago Selatan Padang Pariaman Berharap Leonardy Fasilitasi Pengembangan Perekonomian

“Karena sering tidak ada, saya kira tadi kosong premiumnya. Ternyata ada, makanya saya pindah antre. Lebih murah soalnya, lagian motor saya cuma motor bebek,” kata Fian, salah seorang konsumen saat ditanyai Haluan.

Sementara, dari pantauan sejumlah SPBU di Padang oleh tim liputan Haluan, BBM jenis premium itu tak ada. Contohnya di SPBU Nomor 13.251.510 Kota Padang. Di SPBU ini, dari lima blok stasiun pengisian BBM, hanya satu stasiun yang melayani pengisian BBM jenis premium. Namun, menurut pengakuan petugas SPBU tersebut yang tak mau namanya disebutkan, pelayanan di stasiun tersebut tak dilakukan karena stok premium sedang kosong.

Baca Juga : Usai Dilantik, Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman Gelar Silaturahmi

Di SPBU 14-251-507 pengelola harus bersiasat. Pengawas SPBU Gunung Pangilun itu Syaiful mengatakan penyediaan stok BBM jenis premium tetap ada setiap hari. Namun dibatasi dan sesuai dengan isi tangki di SPBU. Untuk penjualan premium dimulai dari pukul 12.00 hingga 17.00 WIB. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi antrean panjang saat melakukan pengisian BBM oleh kendaraan baik motor maupun mobil.

Sementara itu, di SPBU 14-251-510 Air Tawar, tetap menyediakan premium. Hanya saja, begitu premium masuk, langsung habis diburu pembeli baik pengendara motor maupun angkutan umum hingga antreannya mengular ke jalan

Baca Juga : Leonardy Harmainy: Pariwisata Jika Dikelola dengan Baik akan Memberikan Keuntungan

“Untuk premium SPBU kita tetap menyediakan, tetapi stoknya tak menentu kadang truk tangki hari ini datang setelah itu dua hari baru datang lagi, setahu saya untuk premium dibatasi langsung oleh pertamina dan itu mempengaruhi penjualan di SPBU kami,” ucap pengawas SPBU Tabing yang tidak mau disebutkan namanya.

Sementara, di SPBU : 14-251-523, sebelah Stikes Alifah ternyata tak lagi memiliki pompa pengisian BBM jenis Premium. Sementara, masih di Jalan Khatib Sulaiman, tepatnya di SPBU 14-251-583, dekat simpang presiden premium tetap tersedia. Hanya saja, langsung dipenuhi oleh antrean yang sangat panjang dari pengguna sepeda motor dan mobil pribadi . Bahkan ada yang mengisi dengan diriken.

“Premium baru sampai. Namun premium tidak selalu datang setiap harinya,”kata petugas di sana yang enggan disebutkan namanya.

Hal ini tentu membuat para pengendara mengeluh. Salah seorang sopir angkutan umum menyampaikan lebih memilih BBM jenis premium ketimbang pertalite dengan alasan pembakaran premium lebih bagus dibanding pembakaran pertalite.

Sopir angkutan umum yang enggan menyebutkan namanya tersebut berharap pemerintah tidak mengurangi atau membatasi produksi bahan bakar premium di pasaran agar kendaraan seperti angkutan umum bisa beroperasi dengan baik dan seimbang dengan biaya setoran setiap harinya.

“Kalau dihitung untung, ya, untung pakai premium dibanding pertalite. Harganya beda seribuan. Saya pengemudi angkot, cocoknya ya pakai premium, tapi kosong terus. Makanya pakai pertalite karena tak ada pilihan lain,” ucap pengemudi angkot lainnya, Buyung.

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]