Kajian Sudah Berlangsung 12 Tahun Koto Baru Harus Dibenahi Segera


Selasa,13 Maret 2018 - 10:02:38 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Kajian Sudah Berlangsung 12 Tahun  Koto Baru Harus Dibenahi Segera Kombes Pol Singgamata

TANAH DATAR, HARIANHALUAN – Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar KBP Singgamata kembali mendatangi titik macet paling parah sepanjang Senin di Sumbar, yakni di ruas jalan depan Pasar Koto Baru, Kabupaten Tanah Datar. Sejak pukul 06.30 WIB, Senin (12/3) kemarin, ia bersama jajarannya, seperti Kasubdit Dikyasa Kompol Ari Wibowo dan Kasat Lantas Polres Padang Panjang sudah berada di lokasi paling crowded di Sumbar dan melihat langsung kondisi kemacetan tersebut.

“Saya sudah lihat langsung. Saya meluangkan waktu berada di sini (Koto Baru) pagi hari untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Macetnya sangat parah hingga jalur ini nyaris tak bergerak, baik kendaraan yang datang dari arah Padang maupun yang datang dari arah Bukittinggi,”kata alumnus Akpol angkatan 1995 ini.

Kini, ia mengajak semua pihak terkait untuk mengambil langkah nyata. Hasil kajian yang telah dilakukan pemerintah bersama pihak terkait harus segera ditindaklanjuti dalam kurun waktu dua tahun ini, mulai tahun 2018 hingga 2019 mendatang. Jika masih cerita kaji mengkaji saja, Singgamata yang pernah menjadi Kapolres Malang Kota itu menilai hal itu tak akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Masyarakat sudah capek dengan terus menerus pengkajian tanpa tahu gimana ujungnya itu. Ayo bersama segera kita selesaikan, agar lalu lintas lancar dan aktivitas pasar juga berjalan,”ajaknya.

Dari pengamatan Putra Minang kelahiran Aceh ini, terjadinya pasar tumpah tersebut karena adanya kegiatan bongkar muat barang hingga transaksi pedagang. Kondisi pasar sudah tidak mampu menampung masyarakat pedagang dan pembeli, sehingga melimpah ke badan jalan yang mempersempit badan jalan, otomatis mengakibatkan kemacetan  Akibatnya, arus lalu lintas dari dua arah menjadi tersendat. Singgamata dan jajarannya ditemani Wali Nagari dan Wali Pasar Koto Baru.

Menurut Singgamata, solusi yang terbaik adalah melebarkan pasar ke belakang dan menata ulang akses kendaraan keluar masuk dan parkir di lokasinya. “Dengan begitu, Insya Allah tidak ada lagi penyumbatan arus lalu lintas akibat menyempitnya badan jalan oleh para pedagang dan pembeli sayuran di pasar itu,”ujarnya.

Diakuinya, hasil kajian sejak tahun 2006 silam yang dibentuk pemerintah sudah dipelajari. Hendaknya, tahun ini 2018-2019 hal itu harus segera diaplikasikan dan tak perlu maju-mundur lagi. Ia beranggapan, ini adalah momentum yang tepat untuk merealisasikan hal itu dan saat perayaan Idul Fitri tahun 2019, lajur ini sudah lancar.Karena itu kata Singgamata menuntaskan masalah lalu lintas di Pasar Koto Baru membutuhkan kemauan, keseriusan dan eksekusi segera.

Singgamata mengakui ia dan jajarannya sangat memberikan atensi penuh mencari solusi dan mengurai kemacetan di sana, tapi tak bisa satu sektor saja karena pihaknya bukan Superman yang bisa menyelesaikan masalah macet di hari Pasar Koto Baru itu sendirian.

“Para pihak agar satu persepsi dan satu langkah menuntaskan masalah ini. Sementara waktu, belasan Polantas ditugaskan utk melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi. Tapi kehadiran Polantas hanya sebagai puyer atau obat sementara saja. Hanya sebagai obat penghilang sakit sementara saja. Sakit sebenarnya belum disembuhkan, kapan mau lancarnya arus lalu lintas di sana,”ujarnya.

Saat ini, pihaknya hanya menyentuh akibatnya saja, belum menyentuh dan menyembuhkan penyebabnya. Macet itu adalah akibat bukan penyebab. Kasihan masyarakat umum pengguna jalan dan juga masyarakat pedagang dan pembeli di pasar tersebut. Apalagi, kepala pemerintahan Indonesia, Presiden Jokowi dibanyak kesempatan selalu menegaskan, kerja cepat dan tuntas mengatasi masalah masyarakat,”ujarnya.(h/rel/mat)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM