Tumor Ganas Menghancurkan Harapan Mardiyusni


Rabu, 14 Maret 2018 - 09:49:18 WIB
Tumor Ganas Menghancurkan Harapan Mardiyusni MARDIYUSNI (48), penderita tumor ganas membutuhkan uluran tangan dermawan. Kini Mardiyusni hanya terbaring di rumah mertuanya, Korong Sawah Pasie, Jorong Simpang, Nagari Kotobaru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Senin (12/3). WANDI MALIN

Sudahlah jatuh, tertimpa tangga. Itulah nasib yang dialami Mardiyusni (48) atau biasa disapa Yus. Ibu beranak dua ini hanya bisa pasrah menanggung penyakit tumor ganas yang dideritanya sejak tahun 2014 lalu. Berobat ke dokter maupun obat alternatif secara tradisional telah dijalani, namun apa daya, penyakit malah kian parah. Sementara biaya untuk berobat sudah tak ada lagi.

Laporan : Yutiswandi

Yusni merupakan perempuan asal Jorong Simpang Tigo, Nagari Toboh Ketek, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman. Penyakit tumor ganas yang mulai menggerogoti tubuhnya ini diketahui sejak 2014 silam.

"Awalnya hanya bengkak sebesar telur itik di bawah ketiak sebelah kanan. Namun semakin hari, kian menjalar ke bagian dada serta tangan sebelah kanan," kata Yusni yang tak mampu menyembunyikan rasa sakitnya saat ditemui Haluan di kediaman keluarga suaminya, Korong Sawah Pasia, Jorong Simpang, Nagari Kotobaru, Senin (12/3) malam.

Yusni menuturkan, awalnya dia dan keluarganya tinggal di Jakarta dan membuka usaha rumah makan Padang. Namun apa ayal, usahanya yang mulai berkembang malah hancur, karena modal terkuras untuk mengobati penyakitnya. Sementara pendapatan suaminya, Indra Levi (46) yang  bekerja sebagai sopir truk hanya cukup untuk menutupi biaya hidup sehari-hari yang kerap kurang pula.

Pada waktu awal berobat ke dokter pada sebuah rumah sakit di Jakarta, diklaim ada pembuluh darah yang pecah. Upaya pengobatan kemudian dilanjutkan ke meja operasi di rumah sakit.

Namun, upaya yang dilakukan tak membuahkan hasil, bahkan makin parah. Berkali-kali  dilakukan rawat inap dan rawat jalan namun hasilnya tetap sama. Satu persatu aset yang dimilikinya selama menjadi penjual nasi Padang habis terjual untuk menutup biaya berobat.

Kondisi penyakit yang kian parah, ditambah ekonomi yang makin sulit, membuatnya harus mengubur mimpinya untuk menjadi pengusaha rumah makan yang sukses di rantau orang.

Pada lebaran haji tahun 2017 atau sekitar 7 bulan lalu, pihaknya memutuskan untuk pulang kampung ke rumah orangtuanya di Jorong Simpang Tigo, Nagari Toboh Ketek, Kecamatan 6 Lingkung dan mencoba obat alternatif di sana.

Di Kabupaten Padang Pariaman, pihaknya telah mencoba meminta dan mengurus  bantuan  ke pemerintah setempat, namun tidak ada  bantuan yang didapat sama sekali.

Lantaran tidak mendapat bantuan, lalu sang suami yang merupakan kelahiran Solok berinisiatif membawa istrinya ke Solok dan tinggal di rumah orangtuanya. Untuk berobat, mereka mencoba  mencari bantuan uluran tangan, baik dari masyarakat Solok maupun pemerintah setempat. "Di sini (Solok) sudah seminggu, namun belum ada bantuan," terangnya.

Lebih memprihatinkan, kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang sebelumnya dipakai sudah mati/tidak aktif sejak dua tahun lalu, karena tidak ada lagi biaya untuk membayar tagihan BPJS. “Kama wak ka batenggang lai?" katanya pasrah.

Nyaris saban hari Yusni hanya bisa tidur sambil duduk saja. Karena untuk tidur telentang, justru rasa sakit dan perih yang didapat. Hari-harinya kini lebih banyak dijalani di tempat tidur, karena untuk melakukan aktivitas lain sangat sulit dilakukan. “Saya tak bisa berbuat banyak, selain pasrah dengan penyakit ini. Selain berharap uluran tangan dermawan yang bersedia menyisihkan rezekinya untuk membantu saya," paparnya.

Wali Nagari Kotobaru, Afrizal Khaidir yang mendapat informasi itu langsung mendatangi kediaman warganya untuk memberikan dukungan moril. Pihaknya membenarkan jika Yusni baru berdomisili di Nagari Kotobaru sekitar satu minggu, sebelumnya berdomisili di daerah Kabupaten Padang Pariaman dan suaminya merupakan asli warga Kotobaru Solok. Pemerintah nagari telah mencoba dan berupaya untuk membantu meringankan beban yang diderita Yusni. Dari tim relawan sosial nagari yang menghimpun dana dari masyarakat terkumpul sebesar  Rp1 juta.

"Ini baru tahap awal, nanti akan kita upayakan  lagi bantuan, agar Ibu Yus dapat dibawa berobat dan rawat inap di rumah sakit," jelasnya.

Wali nagari juga telah menyarankan kepada pihak keluarga Yusni untuk mengurus dan mengaktifkan kembali kartu BPJS Kesehatan yang dimilikinya. Dengan adanya kartu BPJS, pihak nagari akan mencoba membantu untuk merujuk Yusni ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. "Selain itu diharapkan juga dapat uluran tangan baik dari masyarakat ataupun dari pemerintah Kabupaten Solok," tutup Afrizal. (*)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]