Kunjungi Konservasi Penyu Ampiak Parak, Risnaldi: Perlu Pembangunan Sarana Belajar


Kamis, 15 Maret 2018 - 20:50:57 WIB
Kunjungi Konservasi Penyu Ampiak Parak, Risnaldi: Perlu Pembangunan Sarana Belajar Anggota DPRD Provinsi Sumbar Risnaldi saat berkunjung ke kawasan Konservasi Penyu Amping Parak, Kecamata Sutera, dalam rangka reses. (Okis Mardiansyah) 

"Agar kawasan ini selalu terjaga dan semangkin diminati pengunjung, maka sarana pendukung juga sangat dibutuhkan, seperti pembangunan menara pantai, pengaman tebing, kendaraan patroli, kano (perahu kecil), tracking mangrove, gedung belajar dan sebagainya," katanya. 

Sementara itu, Ketua Laskar Pemuda Peduli Lingkungan Amping Parak Haridman berharap, kunjungan anggota DPRD tersebut benar-benar membawa angin segar bagi pihaknya guna kelangsungan hidup hewan yang dilindungi tersebut.

Baca Juga : Operasi Keselamatan Digelar Selama 14 Hari

"Kami berharap apa yang beliau sampaikan saat ini bisa direalisasikan secepatnya. Sebab, keberadaan penyu harus jelas terjaga kelestariannya karena sudah masuk isu global. Saat ini, seluruh jenis penyu statusnya sangat terancam punah," jelasnya. 

Ia menjelaskan, saat ini ada tiga jenis penyu yang sudah mendarat di Pantai Amping Parak, yakni Penyu Sisik (Eretmochelys Imbricata), Penyu hijau (Chleonia Mydas), dan Penyu Lengkang (Lepidocheyls Olivacea), nantinya telur-telur dari ketiga spesies tersebut akan diselamatkan oleh pihaknya.

Baca Juga : Kampung Bahari Nusantara Diresmikan Danlanal Ranai

"Untuk diketahui bersama, saat ini keberadaan penyu sudah diambang kepunahan. Ada enam jenis penyu yang hampir punah, yakni penyu hijau, penyu sisik, penyu tempayan, penyu belimbing, penyu ridel dan penyu pipih. Seluruh jenis penyu itu terdapat di Pesisir Selatan. Jadi, kita berharap kepada masyarakat dan seluruh pihak terkait mari saling menjaga dan melindungi dengan cara tidak mengkonsumsi telur penyu," ajaknya. 

Ditambahkannya, peraturan tentang perlindungan hewan langka itu tertuang dalam UU No 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya hayati dan ekosistemnya. UU No 31 tahun 2004 tentang perikanan, PP No 60 tahun 2007 tentang konservasi sumber daya ikan.

Baca Juga : Masyarakat Diminta Beri Tanggapan, Pansel Umumkan 6 Calon Sekda

Menurutnya, sejumlah pengurus juga sudah dibekali ilmu pengetahuan tentang cara survei dan pendataan terhadap jenis hewan laut yang dilindungi tersebut oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pendataan dan survei itu, lanjut dia, sangat berguna untuk mengetahui keberadaan hewan yang terancam punah.

"Bahkan pengunjung yang datang kesini, akan kita bekali terlebih dahulu dengan ilmu pengetahuan tentang penyu. Selanjutnya pengunjung akan diantar ke lokasi dengan perahu motor dengan pendampingan dari petugas di lapangan. Kemudian bagi pengunjung yang berpartisipasi melepaskan penyu, maka akan diberikan sertifikat peduli lingkungan," jelasnya seraya mengakhiri. (h/kis)

Baca Juga : Razia Jelang Ramadhan, Lima Kafe Kedapatan Jual Miras Ilegal

 

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]