KASUS PENEMUAN MAYAT DI SEPTIC TANK TERUNGKAP

Korban Dibunuh Karena Pelaku Cemburu


Senin, 19 Maret 2018 - 02:52:32 WIB
Korban Dibunuh Karena Pelaku Cemburu ilustrasi

SOLOK, HALUAN – Pria AS dan Af tersangka pembunuh Yatim alias Atim yang mayatnya dikubur di dalam Septic tank di RT 02/RW 06 Transad Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok Minggu (11/3) berhasil diringkus Satuan reserse kriminil (Satreskrim) Polres Solok Kota di tempat persembunyiannya di Desa Genteng Mojokerto Jawa Timur Kamis (15/3).

Penangkapan kedua tersangka, awalnya memang agak sulit karena pihak keluarga menyembunyikan, namun berkat kepiawaian anggota Polres Solok Kota dibantu anggota Reskrim Polres Mojokerto, ke 2 pelaku yang merupakan mamak dan kemenakan itu berhasil diamankan dan diterbangkan ke Kota Solok.

Baca Juga : Diharapkan Jadi Rumpon Ikan, Kapal Ikan Asing Ilegal Ditenggelamkan

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan dalam keterangan persnya pada wartawan di Mapolres Solok Kota Jumat (16/3) menyebutkan, berhasilnya diringkus As dan Af berkat informasi dari masyarakat, apalagi pasca ditemukan mayat di septic tank, As dan Af menghilang dari Kota Solok. Sepeda motor milik Af yang ditinggalkan di lokasi membuka jalan bagi polisi memburu warga Kelurahan Kampung Jawa itu.

Motif pembunuhan yang diawali dengan kekerasan berawal dari rasa cemburu Af kepada korban, korban diduga berselingkuh dengan istri Af bahkan korban sudah menghubungi pihak keluarga dari istri Af   Nurhayati bahwasanya korban akan menikah dengannya. Pada hal antara pelaku dan korban berteman dan sama-sama berprofesi sebagai tukang tebang kayu dengan mesin chainsaw.

Baca Juga : Demonstran Kompak Desak Kejati Usut Sejumlah Kasus Dugaan Korupsi

Mengetahui adanya niat korban ingin menikah dengan istri pelaku, kontan saja pelaku tersinggung dan naik pitam, pada malam Jumat (9/3) korban dibawa pelaku ke rumah Riko di RT 02/RW 06 Transad, hanya lebih kurang 3 Km dari rumah korban. Di rumah Riko yang juga menantu pelaku, korban ditanyai tentang niatnya ingin menikahi istrinya Nurhayati.

Cek cokpun tidak dapat dihindari, di rumah yang sedikit sepi itu apalagi tidak ditunggui oleh Riko terjadi pertengkaran hebat yang bermuara pada perkelahian antara korban dan pelaku. Korban dihujami bogem mentah dibagian dada sehingga korban tersungkur. Tidak puas sampai disana, batu yang ada disamping pelaku juga dipukulkan pada kepala  dan muka.

Baca Juga : Kapal Asing Pencuri Ikan Ditenggelamkan, Perkakasnya Jadi Rebutan Nelayan

Karena pukulan betubi-tubi, korbanpun tidak berdaya yang akhirnya terkapar dengan darah bercucuran dari kepala dan muka. Menyadari korban tidak bernyawa, pelaku memasukan korban kedalam karung beras bewarna putih untuk dikuburkan diseptic tank yang ada di samping rumah. Karena terasa berat lalu pelaku membangunkan kemenakannya Af untuk bisa membantunya memasukan kedalam lubang septic tank.

Usai menguburkan korban, pelaku pulang ke rumahnya dan meyampaikan pada anak-anaknya bahwa dia ingin mencari pekerjaan ke luar Kota Solok bersama Af, jelas Kapolres. Pada Minggu (11/3), Riko membersihkan pekarangan rumahnya dan pemotong daun pisang yang tua-tua. Saat memotong daun pisang yang ada disamping Septic tank, ada bau tidak sedap dari dalam septic tank.

Baca Juga : Diduga Turut Korupsi, Seorang Tenaga Pendamping Kelurahan Buron

Riko mencoba mengintip kalau-kalau ada bangkai yang dikuburkan, lantaran mencurigakan, Riko memberi tahu tetangga kemudian menghubungi polisi. Mendapat laporan, polisi datang ke lokasi dan menggali septic tank. Saat diangkat bungkusan karung beras itu ternyata isinya mayat yang terakhir diketahui bernama Yatim alias Atim yang juga warga Kelurahan Kampung Jawa.

Berdasarkan hasil autuopsi, korban luka robek pada dahi, 4 buah gigi copot, kepala juga robek dan pada  gumpalan darah pada paru-paru. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan fasal 338 dan 340 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup. (h/alf)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]