SOAL MEGATHRUST

BMKG Ingatkan Pemprov


Kamis, 22 Maret 2018 - 02:30:51 WIB
BMKG Ingatkan Pemprov

PADANG, HALUAN — Ancaman gempa dahsyat belum surut di Sumbar mengingat potensi Megathrust Mentawai masih harus disikapi oleh Pemprov Sumbar.  Melihat kondisi itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)  mengingatkan kesiapan pemerintah saat menghadapi Mentawai Megatrust yang berpotensi terjadi.

Hal itu dikatakan Koordinator BMKG Sumbar, Rahmat Triyono yang hadir pada seminar Hari Meteorologi Sedunia ke-68 di Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu (21/3).

Lebih jauh, kata Rahmat, pemerintah daerah tak hanya menyiapkan hal-hal terkait mitigasi bencana hanya di Kota Padang saja. Ia menyebutkan, banyak daerah lain yang juga akan terdampak akibat goncangan gempa hebat yang berpotensi terjadi di sekitar Mentawai. Wilayah lain, seperti Bukittinggi, Padang Panjang, Solok hingga Sawahlunto hendaknya juga bersiap diri.

“Jadi, masyarakat yang berada di daratan juga perlu disiapkan dalam menghadapi bencana alam itu. Seluruh daerah juga mempersiapkan diri karena pihaknya sudah membuat skenario dengan kekuatan gempa 8,9 skala richter dampak untuk daerah daratan seperti Bukit­tinggi, Padang Panjang dan Solok,”ujarnya

Seandainya goncangan dahsyat dengan potensi gempat 8,9 SR mengguncang dari Mentawai, dampak­nya guncangannya juga sampai kedaratan dengan kekuatan 6 hingga 7 MMI. Kare­nanya,  itu perlu mitigasi bencana di daerah berdampak goncangan Mentawai Megatrust tersebut.  Selain soal mitigasi, keberadaan shelter hendaknya juga harus menjadi perhatian.

“Memang Mentawai Mega­trust belum tentu terjadi, namun masyarakat terlebih dahulu harus siap menghadapinya. Sampai saat ini, saya melihat pemerintah hanya fokus kepada daerah-daerah pe­sisir yang berpotensi stunami saja seperti Kota Padang, Pesisir Sela­tan dan Mentawai,” katanya

Lebih lanjut, ia mengungkap­kan berdasarkan data gempa yang terjadi di Sumbar sejak tahun 1800, Mentawai Megatrust ber­potensi terjadi karena siklus gempa bumi selalu berulang-ulang.

“Dari data yang kami punya gempa hebat yang pernah terjadi seperti Sekmen Angkola tahun 1892, sekmen Sumpur tahun 1977, sekmen Siulak tahun 1995, Sekmen Sianok tahun 2007, Padang 2009, dan Mentawai 2010 berdasarkan data tersebut tidak tertutup kemungkinan Mentawai Megatrust berpotensi terjadi,” ujarnya.

Rahmat menambahkan, po­tensi bencana akibat Mentawai megathrust tidak hanya tsunami namun juga ada dampak sekunder seperti kebakaran. Pada gempa hebat 2009 lalu, banyak kebaka­ran yang terjadi setelah gempa mengguncang.

“Jadi, saat gempa terjadi mas­yarakat yang panik sehingga tidak memperhatikan hal-hal yang menimbulkan bencana lainnya yang dapat merenggut nyawa salah satunya kebakaran yang disebab­kan oleh beberapa hal. Karena­nya, jangan sampai lupa memati­kan kompor saat panik karena gempa,”ajaknya.

Gempa Pasaman

Ternyata, pada Rabu kemarin, gempa mengguncang Pasaman dan sekitarnya.  Gempa bumi itu berkekuatan 4,4 pada Skala Rich­ter (SR) mengguncang wilayah 18 kilometer tenggara Kabupaten Pasaman.

“Gempa berlokasi di 0,21 lintang utara dan 100,34 bujur timur serta kedalaman 173 kilo­meter,” kata  Rahmat Triyono memberikan info. (h/mat)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]