Potensi Pendirian Bank Wakaf Mikro di Sumbar Cukup Baik


Kamis, 22 Maret 2018 - 13:28:48 WIB
Potensi Pendirian Bank Wakaf Mikro di Sumbar Cukup Baik BANK WAKAF—Pesantren Terpadu Serambi Mekah di Padang Panjang, Sumatra Barat. OJK akan bekerja sama dengan pesantren atau sekolah Islam untuk mendirikan bank wakaf di provinsi ini. Foto suhefriandi.blogspot

PADANG, HARIANHALUAN.COM–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat (Sumbar) sedang memetakan potensi pendirian bank wakaf mikro di provinsi ini. Dalam tahap analisis awal, menurut OJK, Sumbar memiliki potensi yang cukup baik untuk pendirian bank wakaf mikro.

“Saat ini OJK sedang melakukan mapping potensi pendirian bank wakaf mikro di Sumbar dan melakukan penjajakan serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujar Kepala OJK Sumbar, Darwisman, kepada Haluan melalui keterangan tertulisnya di Padang, Rabu (21/3).

Baca Juga : Pengumuman Masuknya Virus Corona Mutasi Inggris Bikin IHSG Rentan Koreksi

Pada tahap analisis awal, kata Darwisman, Sumbar memiliki potensi yang cukup baik untuk pendirian bank wakaf mikro. Hal tersebut didasarkan pada fakta di lapangan. Sumbar memiliki banyak pondok pesantren, sektor ekonomi produktif skala mikro yang membutuhkan pembiayaan, serta dermawan yang berasal dari sumbar ataupun berdomisili di Sumbar memiliki potensi sebagai sumber dana.

“Dana zakat tersebut, bila dikelola dengan skema produksi, dana zakat tidak akan habis, tetapi akan terus berkembang,” ucapnya.

Baca Juga : Dear Ibu-ibu, Harga Emas Antam Hari Ini Naik Lagi

Untuk mendirikan bank wakaf mikro, kata Darwisman, OJK Sumbar telah berkoordinasi dengan Gubernur dan Dinas Koperasi Sumbar karena bank tersebut merupakan entitas Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang berbadan hukum koperasi.

Darwisman menjelaskan, bank wakaf mikro merupakan lembaga keuangan mikro syariah yang kegiatan utamanya adalah pembiayaan pada usaka kecil/mikro. Bank wakaf menggunakan sumber sumber dana yang murni berasal dana donasi.

Baca Juga : Sri Mulyani Hapus Pajak Dividen, Ini Komentar Lo Kheng Hong

“Nantinya, OJK akan bekerja sama dengan pesantren atau sekolah Islam untuk mendirikan bank wakaf guna menyalurkan pembiayaan di lingkungan sekitar pesantren,” ucapnya.

Darwisman menerangkan, ada tiga komponen dalam pendirian bank wakaf mikro, yaitu donatur, pesantren dan masyarakat produktif. Pendiriannya menggunakan wadah LKMS dengan badan hukum koperasi.

Baca Juga : Wujudkan GCG, PLN-KPK Integrasikan Penanganan Pengaduan Korupsi

Bank wakaf mikro, kata Darwisman, dibuat untuk memperluas akses keuangan masyarakat pada tingkat mikro, mempersempit ketimpangan dan kemiskinan, serta mendukung pengembangan ekonomi berbasis syariah. Bank wakaf mikro akan membantu pelaku usaha mikro dalam mendapatkan akses permodalan dengan biaya yang murah.

“Skema permodalan dari bank wakaf mikro terbilang unik. Nantinya, 1 LKMS akan menerima sekitar Rp3—4 miliar. Sumber pendanaannya nanti melalui donasi dari donatur masyarakat. Dana tersebut tidak akan disalurkan semuanya menjadi pembiayaan, tetapi sebagian akan diletakkan dalam bentuk deposito di bank umum syariah,” ujarnya.

Skema pembiayaan bank wakaf mikro, kata Darwisman, relatif sederhana. Tidak ada syarat khusus ataupun agunan untuk mendapatkan pembiayaannya. Masyarakat hanya akan didampingi dan dilakukan pembinaan sebelum menerima dana.

Skema pembiayaan melalui bank wakaf mikro adalah pembiayaan tanpa agunan dengan nilai maksimal Rp3 juta dan margin bagi hasil setara 3 persen. Selain itu, dalam skema pembiayaan bank wakaf mikro disediakan pelatihan dan pendampingan serta pola pembiayaan yang dibuat per kelompok atau tanggung renteng. Peningkatan plafon pembiayaan dilakukan bertahap dan secara pendampingan,” tuturnya.

LKMS bank wakaf mikro kali pertama diluncurkan dan diresmikan oleh Presiden Jokowi didampingi Ketua OJK, Wimboh Santoso, dan Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, di Pesantren Khas Kempek Cirebon pada 20 Oktober 2017. Sampai dengan saat ini, OJK telah mengeluarkan 20 izin bank wakaf mikro di lingkungan pondok pesantren yang tersebar di Cirebon, Bandung, Ciamis, Serang, Lebak, Purwokerto, Cilacap, Kudus, Klaten, Yogyakarta, Surabaya, Jombang dan Kediri.

Darwisman menambahkan, sejauh ini, penyaluran pendanaan/pembiayaan oleh bank wakaf mikro yang telah didirikan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan pembiayaan usaha skala mikro, terutama masyarakat yang selama ini memiliki kendala dalam mengakses ke perbankan terkait persyaratan agunan yang tidak mereka miliki. (h/mg-mal)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]