POLRES PADANG PARIAMAN

Catat 614 Pelanggaran Selama Operasi Simpatik


Selasa, 27 Maret 2018 - 00:05:03 WIB
Catat 614 Pelanggaran Selama Operasi Simpatik KASAT Lantas Padang Pariaman, Iptu A Alfathoni saat cek barang bukti hasil Opersasi Simpatik 2018, Senin (26/3). KHAIRUL

KOTA PARIAMAN, HALUAN  - Kepolisian Resor Padang Pariaman mencatat sebanyak 614 kasus pelanggaranselama pelaksanaan Operasi Simpatik 2018. Selain itu Satlantas Padang Pariaman juga mencatat sebanyak 20 kasus kecelakaan, tiga orang meninggal dunia.

 

Baca Juga : Sebanyak 27.798 Orang di Sumbar Telah Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

"Selama Operasi Simpatik dilaksanakan dari 5 sampai 25 Maret, terjadi duo puluh kecelakaan lalu lintas dengan kerugian mencapai Rp 36 juta," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Padang Pariaman, Iptu Andhika Alfhatoni, Senin (26/3).

 

Baca Juga : Positif Corona di Sumbar Bertambah 87 Orang, Total 29.467 Kasus

Ia merinci, kecelakaan tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka ringan dan tidak ada luka berat. Adapun yang ditindak ataupun ditegur dalam operasi simpatik ini, dari kalangan swasta sebanyak 140 orang, pelajar atau mahasiswa 126.

 

Baca Juga : Deklarasi Tolak KLB, Tegaskan Demokrat Solid dan Tegak Lurus dengan AHY

"Kecelakaan lalu lintas tersebut melibatkan 5 kendaraan roda emoat dengan mayoritas pengendara roda dua dan dialami pengendara usia 16 hingga 25 tahun," sebutnya.

 

Baca Juga : Kunjungan ke BLK Padang, Wagub Audy: Ini Menakjubkan Sekali!

Ia menyebutkan kasus kecelakaan yang terjadi pada Operasi Simpatik tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah. "Tahun lalu kecelakaan lalu lintas menyebabkan 5 orang meninggal dunia, namun menurun dalam segi angka kematian," ujarnya lagi.

 

Di samping itu, Polres Padang Pariaman juga mengevaluasi bahwa kesadaran para pengendara roda dua untuk menggunakan helm saat berkendara masih tergolong rendah.

 

"Hal tersebut dapat dilihat dari kasus tilang yang terjadi. Sebanyak 116 dari penilangan diberikan pada pengendara roda dua yang tidak memakai helm," lanjutnya.

 

Selain itu, juga terdapat 104 kasus di mana pengendara roda dua tidak menggunakan kelengkapan kendaraan. Sementara itu 12 kasus pengendara tidak mendengarkan teguran anggota kepolisian.

 

Untuk tindakan yang dapat berakibat fatal, seperti tidak memakai helm atau berkendara melebihi kapasitas kendaraan, penilangan memang langsung diberikan agar dapat menciptakan masyarakat yang sadar akan keamanan saat berkendara.

 

Iptu Alfatoni juga menjelaskan, pihaknya untuk mengurangi angka kecelakaan dan angka pelanggaran di Padang Pariaman. Diantaranya, dengan melakukan sosialisasi ke sekalah-sekolah, Puskesmas, tokang ojek hingga sopir angkutan umum.

 

"Kami sudah melakukan penyuluhan di tengah-tengah masyarakat terkait tertib lalu lintas," tambahnya.

 

Adapun titik rawan kecelakaan di daerah Padang Pariaman, anatara lain, Kayu Tanam dan Batang Anai. Diharapkan seluruh penguna jalan raya ini harus berhati-hati dan mengurangi kecepatan kendaraanya. (h/mg-rul)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]