Lalin Pasar Koto Baru Mulai Lancar


Selasa, 27 Maret 2018 - 20:45:09 WIB
Lalin Pasar Koto Baru Mulai Lancar Sceenshot

PADANG, HARIANHALUAN.COM –Upaya awal yang diinisiasi Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar beserta jajarannya untuk membuka sumbatan arus lalu lintas di depan Pasar Koto Baru, Kabupaten Tanah Datar, mulai membuahkan hasil.  Sepanjang hari pasar, Senin (26/3) kemarin, arus lalu lintas di kawasan itu sudah lancar.

“Ya, kami sudah mendapat laporan dari jajaran di Satlantas Polres Padang Panjang arus lalu lintas (lalin) sudah mulai lancar. Alhamdulillah.  Tapi ini, sifatnya hanya sementara. Kami berharap seluruh pihak berwenang, bisa memprioritaskan solusi penyelesaian persoalan ini dengan opsi yang tepat tentunya. Hemat kami, perluasan pasar ke arah belakang adalah opsi yang paling bisa dijangkau,”kata Dirlantas Polda Sumbar Kombes Singgamata kepada Haluan, kemarin.

Baca Juga : Diduga Bakar Kantor Bupati, Seorang Oknum PNS Ditangkap

Lancarnya arus lalin itu tak terlepas dari penataan titik parkir di kawasan tersebut. Jika sebelumnya angkutan barang yang menanti proses muat banyak yang parkir di sisi bahu jalan, maka sejak tempat parkir sementara diselesaikan, kendaraan, mulai dari truk enam roda, kendaraan pikap dan roda dua sudah parkir di tempat sementara.

Di sisi lain, personel Polantas juga masih berjaga di sepanjang jalan depan pasar. Mereka memastikan tak ada kendaraan yang parkir atau berhenti di jalan depan pasar. Dengan dapatnya sumbatan tersebut ditata, maka arus lalin-pun makin lancar.

Baca Juga : Cabuli Siswi Kelas VI SD, Pria BN Ditangkap Polisi

Pada Selasa ini, Singgamata menyebutkan pihaknya mengutus Wadir Lantas AKBP Hari Mulyanto dan Kabagbin Ops AKBP Edwin H Dinata untuk mengikuti pertemuan pihak terkait di Pemda Tanah Datar untuk membahas langkah lanjutan untuk mendapatkan solusi dan langkah lebih lanjut dalam penanganan persoalan macet di Pasar Koto Baru.

Dari gedung DPRD Sumbar, Wakil Ketua DPRD  Arkadius Dt Intan Bano menegaskan, telah melakukan pembicaraan dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terkait akan diadakannya pertemuan antara DPRD dengan pemerintah setempat membahas macet tahunan yang terjadi di Koto Baru.

Baca Juga : Pedagang Daging Nyambi Jual Sabu di Pasar Raya Padang

Dikatakan Arkadius, pihaknya serius mendorong adanya solusi mengatasi macet Koto Baru ini. "Saya memang belum bisa sampaikan kapan jadwal pastinya, karena kita baca dulu jadwal di DPRD, namun dalam waktu dekat kita akan undang Pemerintah Tanah Datar dan Pemprov mencari solusi macet di kawasan tersebut. Ini sudah saya bicarakan dengan Pemkab setempat, dan mereka setuju," papar Arkadius saat ditemui di Gedung DPRD, Senin (26/3).

Dipaparkan Arkadius, ada beberapa beberapa opsi yang bisa dipakai guna mengatasi macet tahunan di Koto Baru. Tinggal lagi keseriusan Pemprov menindaklanjuti sejumlah opsi yang pernah diusulkan.

Baca Juga : Innalillahi, Bocah Fauzan Tewas Terbakar Bersama Rumahnya

Opsi tersebut diantaranya, pertama membuat jalan dua jalur dengan nama By Pass Koto Baru. Terkait opsi  pembangunan dua jalur ini, jelas Arkadius, dari informasi pihak Pemprov semua masih terkendala pembebasan lahan, di lain sisi untuk anggaran sendiri, pusat sudah pernah membantu menganggarkan. Namun karena masalah lahan belum selesai pembangunan tidak bisa terlaksana.

"Untuk pembangunan jalan dua jalur, meski Pemprov mengatakan masih ada kendala pembebasan lahan yakni sebanyak 12 rumah, satu mushala, dan satu pandan pekuburan, walinagari dan pemerintah kabupaten setempat menyatakan sudah tak ada persoalan. Menurut mereka sudah selesai," ujar Arkadius.

Karena ada perbedaan informasi antara Pemprov, Pemerintah Tanah Datar dan walinagari Koto Baru terkait pembebasan lahan, jelas dia, karena itulah perlu diagendakan duduk semeja antara Pemprov dan Pemerintah Daerah Tanah Datar memperjelas sebenarnya persoalannya dimana.

Selain membangun jalan dua jalur, menurut Arkadius, solusi kedua yang kerap dibicarakan mengatasi macet Koto Baru adalah dengan membuat jalan alternatif yang sumber dananya dari APBD Provinsi. Dengan adanya jalan alternatif, akan dibangun juga fly over.

Solusi selanjutnya, terang Arkadius, adalah dengan memperluas pasar ke belakang, membangun selasar sehingga kendaraan masuk dan keluar ada di belakang pasar.

"Untuk opsi ini, saya sudah pernah bicarakan dengan gubernur sejak tahun 2016, pak gubernur pun saat itu telah meminta Asisten II meninjau ke sana. Meskipun telah ada persetujuan untuk memperluas pasar ini ke belakang, ketika penganggaran di APBD ternyata anggarannya tidak dimasukkan. Akhirnya ini tidak terlaksana juga,"  jelas Arkadius. (h/len/mat)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]