Di Medsos, Pria Ini Mengaku Perwira Polisi, Ternyata Napi


Selasa, 27 Maret 2018 - 21:22:27 WIB
Di Medsos, Pria Ini Mengaku Perwira Polisi, Ternyata Napi  IPTU Fetrizal dengan sejumlah barang bukti uang Rp. 182jt, (Selasa, 27/3). F/Khairul

PADANG PARIAMAN,  HARIANHALUAN.COM--Belum genap 100 hari menjabat sebagai Kasatreskrim Kepolisian Resor Kabupaten Padang Pariaman, Iptu Fetrizal behasil menangkap penipuan dengan modus media sosial. Dari hasil penangkapan pihaknya mengantongi barang bukti uang sebesar Rp. 182 juta dari tangan pelaku. 

Iptu. Fetrizal mengatakan,  penangkapan tersangka Asep Suprianto, pelaku penipuan senilai Rp.182 juta dengan modus memanfaatkan media sosial Facebook dengan memakai foto salah seorang perwira polisi.

Baca Juga : Sudah Tiga Kali Ketua KONI Tidak Penuhi Panggilan Penyidik

"Saat melakukan aksinya tersangka mengaku sebagai perwira polisi, sehingga foto profilnya menggunakan foto polisi yang tujuannya untuk berkenalan dengan korban," kata Kasatreskrim Polres Padang Pariaman, Iptu Fetrizal di Parit Malintang, Selasa (27/3).

Ia mengatakan, korbannya seorang wanita berinisial MR, warga Kecamatan Lubuk Alung daerah setempat. Sedangkan laporan terkait yang menimpa korban kepada kepolisian disampaikan pada delapan Januari 2018.

Baca Juga : Naik ke Penyidikan, Kadis Perhubungan Diperiksa Kejari

Dari pengakuan korban, ia telah mengirimkan sejumlah uang dalam 11 kali transfer melalui Bank BRI, sehingga total uang yang dikirimkan berjumlah Rp.182 juta.

Berdasarkan laporan tersebut Satreskrim Polres Padang Pariaman menyelidiki kasus itu dan berkoordinasi dengan pihak bank sehingga ditemukan lokasi pelaku berada di Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Baca Juga : Seorang Warga Air Tawar Diserang Buaya Ganas

"Tim kami kerahkan untuk menangkap tersangka sehingga pada 22 Maret sekitar pukul 16.30 WIB tersangka berhasil kami tangkap," katanya.

Namun Asep Suprianto, mengaku hanya sebagai pihak membantu melaksanakan penipuan tersebut, ia bertugas menerimauang yang dikirimkan korban, lalu membaginya kepada tersangka utama yaitu Sambulom Pandiangan dan Indra.

Baca Juga : Maling Ikan di Perairan Kepri, 10 Kapal Asing Ditenggelamkan

"Dan ternyata Sambulom Pandiangan dan Indra berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan Cabang Bagansiapiapi (Napi)," ujar dia.

Modus yang digunakan tersangka penipuan tersebut yaitumenjadikan korban sebagai pasangan kekasih dan berkomunikasi jarak jauh dengan memanfaatkan telepon dan media sosial.

Setelah itu lanjutnya tersangka mengiming-imingi akan menikahi korban setelah menyelesaikan sekolah perwira menjelang Hari Raya Idhul Adha 1439 Hijriyah yang jatuh pada 22 Agustus 2018.

Seterusnya tersangka meminjam uang korban dengan alasan untuk memperbaiki mobil dan biaya sekolah perwiranya.

"Korban baru sadar kalau ia sudah ditipu setelah nomor tersangka tidak aktif lagi," kata dia.

Akibat penipuan tersebut ketiga tersangka dikenakan Pasal 378 jo Pasal 55 Jo Pasal 56 Jo Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun.(h/mg-rul) 

 

 

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]