Selembar Idealisme di Meja Redaksi


Rabu,28 Maret 2018 - 08:57:15 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Selembar Idealisme di Meja Redaksi Abdullah Khusairi

Jika di langit ada lauhul mahfuz, maka di bumi ada media massa. (Emha Ainun Nadjib, 2012)

Kutipan di atas tiba-tiba teringat lagi, setelah masuk screenshoot ke WhatsApp Groups (WAG), sebuah surat yang menyatakan agar Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) tak dianjurkan berlangganan Harian Haluan. Entah asli, entah palsu, screenshoot itu merupakan peristiwa penting dunia pers di daerah ini. 

Jika screenshoot itu hanyalah hoax maka Harian Haluan akan seperti biasa, menjadi salah satu koran yang akan dibaca oleh jajaran pejabat pemerintah, khususnya Pemprov. Melalui fasilitas anggaran publik, Harian Haluan akan diantar ke ruang-ruang pejabat Pemprov. Tetapi jika benar, Harian Haluan akan mengalami penyusutan langganan di Pemprov. Serta pejabat-pejabat pemerintah tidak akan bersua dengan sajian berita dari sebuah harian tua ini. Kecuali beli sendiri. 

Sebenarnya, berlangganan atau tidak Pemprov terhadap Harian Haluan bukan sesuatu yang penting. Pejabat Pemprov memang merdeka memilih media mana yang mau dibaca. Bebas. Tetapi surat itu, jika benar, tentulah sebuah masalah. Apalagi bagi pengkaji media, orang media, organisasi wartawan, juga lembaga media, karena menyangkut dinamika kebebasan pers. 

Surat itu merupakan nilai penting bagi Harian Haluan yang bebas menyampaikan aspirasi publik tanpa perlu “tergigit lidahnya.” Mengingat, alasan yang termaktub dalam screenshoot tersebut memandang Harian Haluan tidak sehaluan dengan perspektif pembuat surat. Bagi Harian Haluan, sebagai mana teori-teori pers, kepercayaan (trust) publik adalah hal utama bagi pers. Apalagi media cetak, di tengah gempuran dari berbagai sisi, baik sesama media cetak, hadirnya media online dan media sosial, trust itulah pegangan agar bisa mendatangkan iklan. Itulah idealnya. 

Media massa adalah lembaga publik yang melayani aspirasi publik. Menjadi pilar keempat demokrasi, setelah eksekutif, yudikatif dan legislatif. Kini, eksekutif tidak siap dengan perspektif yang dibangun Harian Haluan, lalu memutuskan hubungan kemitraan. Tentu saja, ada sesuatu yang terselubung menaruh  pertanyaan besar, ada apa dengan sipembuat surat? Kalau sedikit cerdas, bisa saja tanpa harus dengan surat lalu langsung putus langganan, bukan? Sampai di sini, agak aneh juga nalarnya. 

Media massa adalah lembaga publik yang dibangun oleh publik, dari publik, untuk publik. Karena itu, tetaplah terus meningkatkan kualitas dan kritis menjalankan fungsi pers  sebagaimana termaktub dalam UU No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Berkali-kali dikutip, kehadiran media massa menjalankan kegiatan jurnalistik, tiada lain untuk menyuarakan kebenaran faktual, mengawasi kegiatan lembaga-lembaga publik yang berkaitan pula dengan UU UU No.14 Thn 2008. 

Secara teoritis, Bill Kovack telah membimbing dengan seksama dalam The Elemen of Journalism (2001). Ada sembilan elemen


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM