MAHASISWA BERUNJUK RASA, TOKOH ADAT MENOLAK

Ancaman Konflik Emas Pasaman


Rabu, 28 Maret 2018 - 14:29:19 WIB
Ancaman Konflik Emas Pasaman Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pasaman (Imapas), menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (27/3). Aksi yang digelar wujud dari puncak kekesalan mahasiswa atas pengerukan logam mulai di kampung mereka (Pasaman). Irham

Ekplorasi emas di Pasaman yang dikelola PT Indexco Jaya Makmur (IJM) menuai protes dimana-mana. Mahasiswa berunjuk rasa. Masyarakat adat mengecam. Para aktivis lingkungan juga bersuara lantang. Tak hanya ditakutkan memicu konflik sosial, eksplorasi besar-besaran yang akan dilakukan juga dicemaskan membawa kerusakan ekologi yang parah.

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Selasa (27/3) siang, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pasaman (Imapas), menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Gubernur Sumbar. Aksi yang digelar wujud dari puncak kekesalan mahasiswa atas pengerukan logam mulai di kampung mereka, yang diduga menyalahi aturan. Mahasiswa meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar mencabut izin operasional PT Indexco Jaya Makmur (IJM).

Data yang diterima Haluan, PT IJM sendiri sebenarnya sejak November 2017, telah diakuasisi oleh PT Sigmagold Inti Perkasa Tbk. Sebanyak 65 persen saham PT IJM menjadi milik Sigmagold, yang dikelola melalui anak perusahaannya PT Agis Resources. Perusahaan inilah yang mengelola 2.500 hektare lahan tambang di Kabupaten Pasaman. Area tambang emas Pasaman terbagi menjadi dua. Area tambang seluas 5.104 hektare berupa cebakan emas primer.

Lantas, 2.890 ha area berupa cebakan emas aluvial dan cebakan emas primer. Secara keseluruhan, dua tambang itu memiliki cadangan sebanyak 110.000 ons emas. Di area seluas 200 meter persegi, setiap kubik area bisa menghasilkan lebih dari 1 gram emas. Kadar kemurniannya 97 – 98 persen. PT IJM yang mayoritas sahamnya dikuasai Sigmagold memiliki masa konsesi selama 10 tahun.

Presiden Direktur PT Sigmagold Inti Perkasa Tbk, Adriano Pietruschka, proses produksi emas Pasaman bersifat mekanik dan tak membutuhkan zat kimia. Prosesnya menggunakan gold watch project dan sluice box. Mereka juga akan mengoperasikan tromol yang kapasitas per unitnya itu 2.000 kubik per hari. Sigmagold memiliki dua tromol processing plant dengan kapasitas masing-masing 2.000 kubik per hari, satu unit gold watch project dan satu sluice box.

Perusahaan berkode saham TMPI di Bursa Efek Indonesia tersebut juga akan memanfaatkan delapan eskavator dalam proses produksi emas. “Untuk memuluskan operasionalnya, PT Sigmagold menggelontorkan dana belanja modal lebih dari US$ 1 juta. Mayoritas dana untuk membiayai eksplorasi tambahan serta menentukan volume produksi dan lokasi penambangan,” papar Adriano seperti dilansir Kontan.co.id,.

Meski tidak memakai zat kimia. Mahasiswa dan masyarakat tetap menolak. Bahkan, mahasiswa menduga adanya penyalahgunaan IUP oleh PT IJM dalam operasionalnya.

“Berdasarkan IUP resmi, seharusnya area pertambangan hanya ada di Jorong Sungai Beremas, Nagari Cubadak, Kecamatan Dua Koto, Pasaman. Namun kenyataan di lapangan, hanya 30 persen lahan pertambangan yang lokasinya sesuai dengan IUP yang terbit. Sisanya, 70 persen lahan tambang dari total 2.408 hektare lahan, terletak di tanah ulayat Nagari Simpang Tonang, kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman. Ini hanya satu dari sekian banyak masalah yang muncul setelah PT IJM mendapatkan izin mengelola tambang di kampung kami,” terang Hendra, koordinator aksi dalam orasinya.

Praktik pertambangan diawali dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumbar nomor 544-274-2017 tentang Persetujuan Peningkatan IUP Eksplorasi menjadi IUP Operasi. Perwakilan mahasiswa tersebut meminta Pemprov Sumbar segera mencabut IUP yang kadung terbit. Apalagi, ada sebagian tanah ulayat yang menjadi sasaran operasi pertambangan pemegang IUP. Masyarakat setempat juga mengetahui bahwa perusahaan telah mendirikan tempat tinggal sementara bagi pekerja tambang.

Menyusul kegelisahan masyarakat tersebut, pimpinan adat di Nagari Simpang Tonang melayangkan surat dengan nomor 03/PA-ST/2017 tentang penolakan aktivitas PT IJM di di nagari tersebut. Sayangnya, perusahaan tidak merespons. Masyarakat adat juga merasa tidak pernah dilibatkan dalam penyusunan analasisi dampak lingkungan.

Hendra, dalam orasinya juga menyebut, sudah banyak kerugian yang didapat masyarakat setelah tambang ini diberikan izin untuk beroperasi. Mereka mempertanyakan pemberian izin yang dilakukan Pemprov Sumbar. Mahasiswa menduga, Amdal perusahaan itu tidak benar, tapi kenapa izin keluar.

“Kamia memang tidak terlalu mengerti persoalan Amdal. Namun kami menilai izin Amdal itu cacat hukum. Kami menuntut agar PT IJM segera menghentikan kegiatan pertambangan dan keluar dari Kecamatan Duo Koto. Kita minta sikap tegas pemerintah dalam menindaklanjuti tuntutan penolakan," ungkapnya.





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 23 November 2019 - 22:22:43 WIB

    Penenggelaman Bagan Danau Singkarak, Ancaman Konflik dan Kepunahan Bilih

    Penenggelaman Bagan Danau Singkarak, Ancaman Konflik dan Kepunahan Bilih SOLOK, HARIANHALUAN.COM—Tim gabungan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumbar, serta aparat keamanan melakukan penertiban bagan (alat tangkap ikan) milik warga di Danau Singkarak. Bagan yang kedapatan masih b.
  • Ahad, 17 November 2019 - 00:49:04 WIB

    Ketidakadilan dan Kemiskinan Jadi Ancaman Serius Bangsa Saat Ini

    Ketidakadilan dan Kemiskinan Jadi Ancaman Serius Bangsa Saat Ini BADUNG,HARIANHALUAN.COM-Ketua Fraksi Partai Demokrat di MPR Benny K. Harman menyebutkan beberapa persoalan dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini..
  • Jumat, 21 Juni 2019 - 09:38:34 WIB

    Sadar Ancaman Bencana, TNI AU Gelar Latihan Kesiapsiagaan

    Sadar Ancaman Bencana, TNI AU Gelar Latihan Kesiapsiagaan PADANG, HARIANHALUAN – Sadar berada di daerah zona merah gempa dan tsunami, Lanud Sutan Sjahrir Padang kembali menggelar rapat koordinasi dan latihan kesiapsiagaan operasional koopsau I kemarin di mako Lanud Sutan Sjahrir P.
  • Kamis, 13 Juni 2019 - 20:29:27 WIB

    Ancaman Gempa dan Tsunami, Lanud Sutan Sjahrir Tingkatkan Kesiapsiagaan

    Ancaman Gempa dan Tsunami, Lanud Sutan Sjahrir Tingkatkan Kesiapsiagaan PADANG,HARIANHALUAN.COM-Sadar berada di daerah zona merah gempa dan tsunami, Lanud Sutan Sjahrir Padang kembali menggelar rapat koordinasi dan latihan kesiapsiagaan operasional koopsau I kemarin di mako Lanud Sutan Sjahrir Pa.
  • Rabu, 21 November 2018 - 10:37:19 WIB

    Sumbar dalam Ancaman Stunting

    Sumbar dalam Ancaman Stunting Data 2017, ada sekitar 36 persen anak Sumbar yang prevalensi stunting. Angka itu di atas prevalensi stunting nasional sebesar 29,6 persen. Selain di atas angka nasional, jumlah itu juga di atas toleransi  maksimal angka stun.

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM