Layak Jadi Pahlawan Nasional, Ruhana Kuddus Berjuang Untuk Perempuan dan Literasi


Kamis, 29 Maret 2018 - 09:57:10 WIB
Layak Jadi Pahlawan Nasional, Ruhana Kuddus Berjuang Untuk Perempuan dan Literasi Ruhana Kuddus

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Upaya pengusulan Ruhana Kuddus menjadi Pahlawan Nasional tinggal beberapa langkah lagi. Selain dedikasinya yang tinggi dalam pergerakan dan perjuangan hak-hak perempuan, sebagian besar persyaratan pengusulan pun telah dilengkapi oleh organisasi pengusung yang bekerja sama dengan Pemkab Agam dan Pemprov Sumbar.

Hal itu disampaikan Ketua Pembina Organisasi Ruhana Kuddus Nevi Irwan Prayitno, didampingi Ketua Umum Organisasi Ruhana Kuddus Yulia Fauziah kepada wartawan, sebelum digelarnya Seminar Nasional Pengusulan Ruhana Kuddus sebagai Pahlawan Nasional, di Auditorium Istana Gubernur Sumbar, Rabu (28/3).

"Seminar ini salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi. Selama ini kita telah mengetahui sepak terjang Ruhana Kuddus dalam pergerakan meraih kemerdekaan. Mulai dari memperjuangkan hak-hak kaum wanita, hingga ketokohannya sebagai wartawati pertama di Indonesia. Jadi, sudah sepantasnya beliau disemati gelar Pahlawan Nasional," kata Nevi.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Agam Indra Catri ikut menambahkan bahwa Ruhana Kuddus bukan saja wartawati Indonesia pertama, melainkan juga pemimpin redaksi perempuan pertama di Indonesia, dengan koran Soenting Melajoe yang ia dirikan.

"Perjuangan Ruhana Kuddus di bidang literasi sangat besar. Kami di Pemkab Agam bersama Pemprov Sumbar akan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan Ruhana Kuddus sebagai pahlawan nasional. Semua persyaratan telah dilengkapi. Semoga pengusulan ini berbuah manis," katanya.

Selain itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam Kurniawan Syahputra mengatakan, saat ini pengusulan Ruhana Kuddus sebagai pahlawan nasional telah masuk tahap akhir. Ia mengaku, yang paling dibutuhkan saat ini adalah dukungan dari para pimpinan dari lembaga tinggi negara, serupa MPR, DPR, DPD, dan lain sebagainya.

"Agam memang sedang banyak mengusulkan pahlawan nasional. Selain Ruhana Kuddus, juga mengusulkan Abdul Manan, Siti Mangopoh, Datuk Parpatiah, dan Syekh Sulaiman Arrasuli. Semuanya diproses sesuai dengan ketentuan dan persyaratan. Untuk Ruhana Kuddus, tim pengusul dari organisasi dan pemerintah sangat berharap dukungan pimpinan lembaga tinggi," katanya.

Satu Era dengan Kartini

Dalam buku Tokoh Pejuang Perempuan yang Mendahului Zaman, yang ditulis Sejarawan Profesor Mestika Zed bersama wartawan senior Hasril Chaniago diterangkan,  Ruhana Kuddus dan RA Kartini adalah pejuang perempuan yang lahir di era yang sama, dengan model pergerakan yang hampir sama dalam mewujudkan kebebasan hak bagi perempuan.

"Bedanya, RA Kartini berumur lebih pendek, sedangkan Ruhana berumur sampai 70 tahun. Keduanya pernah diundang ke Eropa untuk menyampaikan karya-karya tulis mereka, tapi RA Kartini tidak dapat izin keluarga, sedangkan Ruhana dilarang mertua yang dihasut pembisik," kata Mestika di sela-sela seminar nasional.

Dalam hal pengusulan ini, Mestika menilai sudah sepantasnya perempuan dengan nama lahir Siti Ruhana itu mendapat gelar kehormatan Pahlawan Nasional. Sebab, sebagai wartawati, dalam tulisannya Ruhana menekankan upaya menjunjungi derajat perempuan di masanya.

Seminar nasional menghadirkan tiga narasumber di antaranya, Afni selaku Kasubdit Penghargaan Kementerian Sosial RI, Sejarawan dan peniliti senior Prof. Taufiq Abdullah, serta Yeni, Ph.D selaku akademisi dari Jurusan Sejarah FIB Universitas Andalas. Kegiatan ini juga dihadiri Sekretaris daerah Sumbar Ali Asmar, Pengurus Organisasi Ruhana Kuddus, dan ratusan peserta seminar. (h/isq)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM