SIMPOSIUM PIDANA ADAT DAN KRIMINOLOGI KONTEMPORER

Ujaran Kebencian Ancam Tatanan Sosial


Rabu, 04 April 2018 - 09:01:42 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Ujaran Kebencian Ancam Tatanan Sosial Simposium Nasional bertema Revitalisasi Hukum Pidana Adat dan Kriminologi Kontemporer yang digelar Bagian Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Andalas (FH Unand) bersama Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi Indonesia (Mahupiki), Kriminolog asal Universitas Padjajaran (Unpad) Widati Wulandari memaparkan pandangannya tentang ujaran kebencian dalam persepektif kriminologi kontemporer. Menurut Widati di hadapan ratusan perserta simposium di Hotel Grand Inna Muara, Selasa (3/2)

SUKMAWATI Sukarnoputri mendadak viral setelah membacakan puisinya berjudul Ibu Indonesia. Sebagian netizen menilai puisi tersebut mengandung SARA, bahkan memuat ujaran kebencian. Karena salah satunya, menyebut alunan kidung lebih indah dari lantunan azan. Namun di sisi lain, pemerintah menjamin kebebasan berekspresi warga negara sejak demokrasi menjadi tuan.

Laporan: Juli Ishaq Putra

Dalam lanjutan Simposium Nasional bertema Revitalisasi Hukum Pidana Adat dan Kriminologi Kontemporer yang digelar Bagian Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Andalas (FH Unand) bersama Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi Indonesia (Mahupiki), Kriminolog asal Universitas Padjajaran (Unpad) Widati Wulandari memaparkan pandangannya tentang ujaran kebencian dalam persepektif kriminologi kontemporer.

Menurut Widati di hadapan ratusan perserta simposium di Hotel Grand Inna Muara, Selasa (3/2),  ujaran kebencian atau dalam bahasa lain hate speech berkaitan erat dengan tindak kejahatan berbasis kebencian atau hates crime. Istilah ini baru dikenal luas pada medio 2015, akan tetapi fenomena dua hal ini sudah terjadi sejak lama.

“Istilah ini kemudian menjadi populer sekaligus menuai polemik. Ujaran kebencian seringkali berdampak pada terjadinya tindak kejahatan, dan bisa diawali dengan tindak kejahatan,” kata Widati mengawali paparan.

Ia menyebutkan, motif ujaran kebencian dan/atau tindakan berbasis kejahatan sering berbasis pada kebencian terhadap etnis, agama, dan budaya tertentu, sehingga yang kerap menjadi sasaran dari praktik ujaran atau tindakan kebencian tersebut adalah simbol-simbol etnisitas, simbol-simbol kebudayaan, dan bahkan rumah-rumah ibadah sebagai simbol keagamaan.

“Sehingga, dapat disebut dua hal ini dilakukan dengan motif semata-mata kebencian atas kelompok. Bukan kebencian terhadap individu, tetapi pada kelompok di mana individu atau objek itu berada,” lanjutnya lagi.



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM