Gebu Minang Sumbar Advokasi Korban Biro Umrah


Jumat, 06 April 2018 - 09:59:32 WIB
Gebu Minang Sumbar Advokasi Korban Biro Umrah Boy Lestari Dt. Palindih

PADANG, HARIANHALUAN.COM—DPD Gerakan Budaya (Gebu) Minang Sumatra Barat akan mengadvokasi korban biro perjalanan umrah, baik yang tidak jadi berangkat maupun yang telantar di Tanah Suci. Organisasi kemasyarakatan tersebut membuka posko pengaduan korban perusahaan penyelenggara umrah sebagai langkah awal untuk melakukan advokasi.

Ketua Gebu Minang Sumbar, Boy Lestari Dt. Palindih, mengimbau korban agen perjalanan umrah di provinsi ini untuk melapor ke sekretariat Gebu Minang Sumbar, yang saat ini berkantor di Kantor Buana Lestari Nusantara, Jl. S. Parman No. 208 U-V Ulak Karang, Padang. Pihaknya akan mendampingi dan mengawal korban melalui biro advokasi untuk menuntut haknya kepada biro umrah.

Baca Juga : 34 DPD Demokrat Sampaikan Ikrar Setia, AHY: Moeldoko Musuh Bersama

“Korban biro umrah jangan takut menuntut haknya kepada biro umrah yang menelantarkannya. Gebu Minang siap mengadvokasi karena Gebu Minang sebagai organisasi sosial kemasyarakatan berperan melindungi orang yang beribadah,” ujarnya di Kantor Buana Lestari Nusantara, Kamis (5/4).

Boy meminta biro umrah bertanggung jawab terhadap nasabahnya, baik yang tidak jadi diberangkatkan maupun yang telantar di Arab Saudi. Ia menegaskan kepada agen umrah untuk tidak menyia-nyiakan niat masyarakat yang ingin beribadah, yang mayoritas sudah berusia tua.

Baca Juga : Diselundupkan ke Sel, Petugas Lapas Temukan Ganja dalam Kemasan Teh dan Keripik

“Apakah mereka sampai hati menelantarkan orang yang sudah tua? Sebagian dari calon jemaah umrah itu bahkan ada yang sudah menabung bertahun-tahun atau menjual tanahnya untuk berangkat umrah, padahal niatnya murni untuk beribadah. Kami prihatin dengan kondisi seperti ini,” tutur Ketua Umum Majelis Zikir Babussalam itu.

Mengenai masalah telantarnya calon jemaah umrah, selain meminta kepolisian untuk mengusut tuntas biro umrah yang menelantarkan nasabah, Boy meminta pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan DPRD untuk ikut memperjuangkan nasib calon jemaah umrah yang telantar tersebut.

Baca Juga : Beraksi di Pasar, Dua Induak-induak Diciduk Polisi Karena Curi Handphone

Sementara itu, kepada pemerintah pusat, Boy berharap untuk lebih selektif mengeluarkan izin bagi biro umrah karena adanya biro umrah yang menelantarkan orang yang akan pergi umrah agar kasus seperti itu tidak terjadi lagi.

“Pemerintah harus mengantisipasi hal ini karena tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga merugikan biro umrah yang bertanggung jawab. Biro umrah yang menelantarkan jemaah dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap biro umrah yang legal,” ucapnya.

Baca Juga : Warga Gempar, Ada Mayat Membusuk di Bawah Jembatan

Terakhir, Boy mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati memilih biro umrah dengan cara tidak tergiur dengan biaya murah yang ditawarkan biro umrah. (h/dib)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]