Tak Ada Nama Sumbar di Bidding Pon 2024


Senin, 09 April 2018 - 19:29:58 WIB
Tak Ada Nama Sumbar di Bidding Pon 2024 Koni Sumbar

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Wakil Ketua Umum (Waketum) I KONI Pusat Mayjend (Purn) Soewarno menyebutkan pihaknya akan menentukan tuan rumah PON XXI-2024 pada Rakor KONI se-Indonesia dalam waktu dekat. Ada lima provinsi yang bertarung, empat di antaranya merupakan tuan rumah bersama, yakni Aceh-Sumut, Bali-NTB serta Kalimantan Selatan. Nama Sumbar tidak ada dalam daftar.

Hal ini ia sampaikan saat diwawancarai Haluan, pekan lalu di ruang kerjanya di Lantai 12 Koni Pusat, Jakarta. Selaku Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Tuan Rumah PON XXI-2024, Soewarno bersama timnya sudah melewati fase verifikasi sejak akhir Februari 2018 hingga Maret 2018.

Baca Juga : Residivis Maling Asal Solok Diringkus Polisi di Dharmasraya

Menurutnya, ada 14 yang diverifikasi tim penjaringan dan penyaringan, di antaranya kesiapan venues minimal 30 persen dari kebutuhan gelaran PON nanti. Lalu, dukungan dari Pemprov, DPRD dan masyarakat hingga kesiapan akomodasi, transportasi dan SDM (Sumber Daya Manusia).

“Ini harus tuntas (pemilihan tuan rumah-red) dalam kurun waktu enam tahun sebelum PON dan ini lazim dilakukan seperti PON-PON sebelumnya. Tujuh tahun sebelum pelaksanaan PON, diawali dengan proses pendaftaran dan kami sudah membuka proses pendaftaran sejak dibuka Mei 2017 hingga November 2017,” katanya.

Baca Juga : Tawuran di Cipondoh, Wajah Remaja Disiram Air Keras

Dalam kesempatan tersebut, alumni Akmil tahun 1977 itu juga menjelaskan tentang fase pendaftaran dimana setiap calon peserta harus membayar uang pendaftaran senilai Rp1 miliar dan uang jaminan sebesar Rp5 miliar. Uang jaminan tersebut dikembalikan jika tak terpilih, sedangkan uang pendaftaran itu digunakan untuk tim dalam melakukan visitasi dan verifikasi ke daerah calon tuan rumah. Seluruh peminat memenuhi persyaratan tersebut. Hanya Sumbar yang tidak.

“Saya ndak ngerti juga ya, Sumbar tahu-tahu mendaftar. Kok kemudian tidak ada tindak lanjutnya. Jadi, kami tidak melakukan visitasi ke sana dan kami tidak menanyakan lebih jauh. Secara administrasi Sumbar tak memenuhi syarat,” kata pria yang pernah mengemban tugas sebagai Komandan Paspampres itu.

Baca Juga : Bali Diguyur Hujan Es, BMKG: Dampak Awan Hitam

Diakuinya, Sumbar memang melayangkan surat kepada pihaknya untuk penangguhan pembayaran uang pendaftaran sebesar Rp1 miliar yang rencananya akan dimasukkan ke dalam APBD-P 2018. Namun, surat bernomor 56/K-SB/KU/I/2018 tanggal 30 Januari 2018 silam yang didapat Haluan dari Sekretariat KONI Pusat di bidang organisasi, tak menolong.

Rencana memasukkan uang pendaftaran sebesar Rp1 miliar itu lewat APBD-P 2018 karena disebutkan dalam poin ketiga bahwa dana yang direncanakan untuk pendaftaran terpakai untuk kegiatan HPN disebabkan kealpaan dari yang menyusun anggaran keburu oleh waktu penentuan tuan rumah PON yang akan dilakukan tak lama lagi.

Baca Juga : Putri Presiden Jokowi Dilantik Menjadi Ketua PKK dan Dekranasda

“Itu sudah lewat karena batasnya sebelum visitasi yang kami lakukan Maret itu. Nggak bisa kami menunggu. Itu artinya tak memenuhi administrasi,”ujarnya lagi.

Dalam penjelasan Jenderal TNI kelahiran Purworejo ini menyebutkan, visitasi ke calon tuan rumah PON sudah dilakukan timnya sejak 28 Februari lalu, dimulai dari Bali hingga 5 Maret 2018, dan dilanjutkan ke NTB, setelah itu di Aceh yang dilangsungkan 1-5 Maret 2018 dan Sumut dari 5-10 Maret 2018. Terakhir, adalah meninjau kesiapan Kalimatan Selatan yang dilaksanakan 11-17 Maret 2018.

“Kami verifikasi semua aspek dan komponennya ada dalam catatan kami. Sambutan mereka juga luar biasa dan menunjukkan respon kesungguhan mereka. Ada misi yang ingin mereka capai dengan pelaksanaan PON, seperti Bali-NTB mengedepankan culture dan sport tourisme, Aceh dan Sumut soal keamanan untuk kepastian investasi hingga Kalsel soal pembangunan olahraga,”katanya.

Bahkan, ujar Soewarno lagi, pihak-pihak yang bersepakat menggelar bersama PON 2024 nanti itu sudah membuat kesepakatan soal venue. Contohnya, NTB dan Bali, mereka sepakat 35 persen venues ada di NTB dan Bali 65 persen. Sementara, Aceh dan Sumut sepakat berbagi venues, 50 persen.

Sebelumnya, Ketua Umum KONI Sumbar Syaiful menegaskan, sampai saat ini Sumbar masih tercatat sebagai salah satu bakal calon tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) ke 21 tahun 2024 bersama tiga bakal calon lainnya. Hal itu karena sampai kini belum ada keputusan apa pun dari KONI Pusat yang mengatakan Sumbar telah gagal jadi calon tuan rumah.

“Sampai saat ini belum ada sepucuk surat pun dari KONI Pusat yang menyatakan Sumbar telah gagal menjadi bakal calon tuan rumah PON 21 tahun 2024. Jadi oleh karena itu, status Sumbar masih tetap sama dengan tiga bakal calon lainnya yaitu Kalimantan Selatan, duet Bali NTB dan duet Aceh Sumut,” seperti yang disampaikan Syaiful di situs resmi KONI Sumbar www.konisumbar.or.id.

Hal itu disampaikan Syaiful saat menerima utusan Tim Sukses Aceh Sumut, calon tuan rumah PON lainnya, Sabtu (24/3) malam di kantor KONI Sumbar Jalan Rasuna Said, Padang. Pada saat itu Sekum KONI Sumut Chairul Azmi yang datang bersama Wakil Ketua Umum Zakiruddin meminta agar Sumbar bisa mendukung pencalonan Aceh Sumut jadi tuan rumah PON 21 tahun 2024.

“Kami melihat calon tuan rumah PON 21 tahun 2024 itu kan hanya tinggal tiga yakni Kalsel, Bali NTB dan Kami dari Aceh Sumut. Karena itulah sebagai sesama orang Sumatera serta untuk mempertahankan spirit Sumatera, Kami berharap Sumbar mau mendukung Aceh Sumut untuk jadi tuan rumah PON 21 tahun 2024,” ujar Chairul. (h/mat)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 27 Februari 2021 - 15:23:42 WIB

    Residivis Maling Asal Solok Diringkus Polisi di Dharmasraya

    Residivis Maling Asal Solok Diringkus Polisi di Dharmasraya Seorang laki-laki residivis spesialis pencurian asal Kota Solok, Sumatera Barat, berhasil diringkus setelah melakukan aksinya di salah satu kedai milik warga Jorong Ranah Mulia Nagari Koto Gadang Kecamatan Koto besar, Kabupat.
  • Sabtu, 27 Februari 2021 - 07:58:31 WIB

    Tawuran di Cipondoh, Wajah Remaja Disiram Air Keras

    Tawuran di Cipondoh, Wajah Remaja Disiram Air Keras Seorang remaja berinisial F1 jadi korban dalam bentrokan tawuran yang terjadi di di Jalan Maulana Hasanudin, Cipondoh, Kota Tangerang pada Kamis, 18 Februari 2021, sekira pukul 03.00 WIB..
  • Jumat, 26 Februari 2021 - 00:03:06 WIB

    Bali Diguyur Hujan Es, BMKG: Dampak Awan Hitam

    Bali Diguyur Hujan Es,  BMKG: Dampak Awan Hitam Hujan es mengguyur Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Jumat (26/2/2021). BMKG menilai  fenomena  itu sebagai dampak awan hitam..
  • Jumat, 26 Februari 2021 - 23:49:32 WIB

    Putri Presiden Jokowi Dilantik Menjadi Ketua PKK dan Dekranasda

    Putri Presiden Jokowi Dilantik  Menjadi Ketua PKK dan Dekranasda Kahiyang Ayu, putri Presiden Joko Widodo dan istri Wali Kota Medan Bobby Nasution, resmi menjadi  Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kot.
  • Jumat, 26 Februari 2021 - 22:47:14 WIB

    Puluhan Wartawan Terkapar Usai Divaksin, Menkes: Kabar Bohong!

    Puluhan Wartawan Terkapar Usai Divaksin, Menkes: Kabar Bohong! Informasi yang tersebar di aplikasi pesan singkat WhatsApp (WA) terkait puluhan wartawan terkapar usai vaksinasi Covid-19 adalah hoaks atau kabar bohong..
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]