Korban Dugaan Keracunan Makanan di Pasaman Bertambah Menjadi 30 Orang


Jumat,13 April 2018 - 10:17:41 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Korban Dugaan Keracunan Makanan di Pasaman Bertambah Menjadi 30 Orang Bupati Pasaman, Yusuf Lubis saat mengunjungi para korban di ruang IGD RSUD Lubuksikaping. Turut hadir, Kapolres AKBP Hasanuddin. Yudi Lubis

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM—Korban dugaan keracunan makanan di Pasaman bertambah. Sebelumnya, 10 peserta CPNS peserta Diklat Prajabatan angkatan satu diduga alami keracunan. Lalu setelah didata kembali ternyata ada 30 orang yang menjadi korban, Kamis (12/4).

Para korban, mengalami mual, muntah, pusing disertai mencret usai menyantap pecel lele, yang menjadi menu santap malam. Dari sebanyak itu, 16 di antara mereka dirawat di rumah sakit.

Dari penelusuran Haluan, beberapa korban mengaku juga menyantap penganan lain, setelah menu santap malam di luar penginapan, seperti bakso kuah, bakso tusuk bakar hingga goreng-gorengan.

Menariknya lagi, para korban ini hanya berasal dari satu penginapan saja, yakni di Hotel Hamco. Padahal, panitia Diklat Prajabatan membagi peserta pendidikan dan latihan tahun angkatan 2018 ini pada dua lokasi, yakni Wisma Murni dan Hotel Hamco.

Salah seorang korban, Indra mengakui, mengalami mual sejak semalaman usai menyantap menu makan malam, pecal lele. Tak berselang lama, kata dia, Ia tiba-tiba muntah dan mencret.

"Saya alami mual sejak malam usai menyantap pecel lele. Lalu, muntah dan mencreet pada tengah malam. Saya mencret sudah delapan kali sepagi ini," kata dokter gigi di Puskesmas Silayang, Mapattunggul Selatan ini.

Sementara Bidan Vika mengatakan, tidak mengkonsumsi makanan lain selain menu yang disiapkan oleh penyedia makanan untuk para peserta Diklat Prajabatan tersebut.

"Menu makan malam yang disiapkan oleh panitia pada hari terakhir LPJ, yakni pecal lele, pada pukul tujuh malam. Saya tiba-tiba alami mual, mencret pada subuhnya," katanya.

Korban lainnya, Rani, bidan desa di Ulu Pasaman, Cubadak, Duokoto mengakui, setelah santap malam ia dan beberapa rekannya membeli jajanan bakso bakar di Jalan Ahmad Karim, tak jauh dari penginapan.

"Saya bersama teman-teman lainnya, malam itu makan bakso bakar di kulineran," ujarnya.

Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi dan Penilaian Kinerja Aparatur BKPSDM Kabupaten Pasaman, sekaligus Panitia Pelaksana Diklat Prajabatan, Deswin Adia Putra mengatakan, bahwa pihaknya menunjuk salah satu rekanan sebagai penyedia menu makanan bagi para peserta diklat tahun ini.

"Menu makan malam disediakan oleh rekanan, pengelola bernama bu Emi. Mereka memasok menu makan untuk di dua tempat, yakni Hotel Hamco dan Wisma Murni," kata Deswin.

Herannya, kata Deswin, kesepuluh korban ini hanya berasal dari satu lokasi penginapan, yakni Hotel Hamco. Sementara, di tempat lain, seperti di Wisma Murni tidak satu pun yang menjadi korban.

"Di Wisma Murni, tidak satu pun peserta Diklat jadi korban. Padahal, menu santap malamnya sama dari penyedia yang sama. Makanya kita heran, kok bisa di hari terakhir pelaksanaan Diklat, baru ada jatuh korban," ucap Deswin bertanya.

Deswin menyebutkan, bahwa sampel makanan, muntahan para korban sudah diambil oleh petugas dari Dinas Kesehatan untuk di uji ke laboratorium. Pihaknya pun, kata dia, masih menunggu hasil uji lab tersebut guna mengetahui penyedia sebab pasti peristiwa tersebut.

"Sampel sudah diambil oleh pihak Dinas Kesehatan untuk diuji ke lab, untuk mengetahui penyebab pasti sepuluh peserta LPJ ini tiba tiba alami mual, muntah dan mencret," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, Amdarisman mengatakan, bahwa sepuluh korban dugaan keracunan makanan sudah ditangani dengan baik oleh pihak RSUD Lubuksikaping.

"Kita masih menyelidiki penyebab pasti dari peristiwa ini. Kita masih mendata, belum bisa menyimpulkan apa penyebabnya, darimana sumbernya. Itu semua masih kita dalami," ujar Amda.

Dari keterangan sejumlah korban, kata Amda, ditemukan informasi yang berbeda-beda. Satu sampai dua korban, kata dia, mengaku tidak menyantap makanan lain selain dari pecal lele yang menjadi menu makan malam para peserta Diklat.

"Namun, sebagiannya lagi ada yang mengakui jajan bakso bakar, jajan goreng-gorengan dan minum jus. Keterangan yang berbeda-beda itu sudah kita kumpulkan. Termasuk sampel muntahan sudah kita ambil, dan kita kirim ke BBPOM Padang, untuk diteliti," ujarnya.

Selain itu, kata Amdarisman, pihaknya juga sedang menyelidiki sarana dan kebersihan penyajian makanan kepada para peserta selama tujuh hari pelaksanaan Diklat di hotel tersebut.

"Kita juga menyelidiki sarana dan kebersihan penyajian dari penyedia makanan. Kita selidiki berbagai kemungkinan lain penyebab mereka tiba-tiba mual, muntah, pusing dan mencret," katanya.

Baca juga: Diduga-keracunan-makanan-sejumlah-bidan-dan-dokter-di-pasaman-dilarikan-ke-rsud

Amda menambahkan, tekanan faktor psikologis selama mengikuti Diklat Prajabatan itu juga bisa menjadi penyebab para peserta diklat tersebut mengalami keluhan serupa.

"Kita menduga adanya faktor psikologis lain bagi peserta dalam pelaksanaan LPJ. Tapi, itu masih kemungkinan yah. Informasi detilnya sekitar setengah jam lagi lah," ujar Amda.

Pada 2018, Diklat prajabatan diikuti sebanyak 182 orang peserta, terdiri dari empat dokter umum, dua dokter gigi, 156 orang bidan desa dan 20 petugas penyuluh pertanian (PPL).

Peserta Diklat prajabatan dibagi dalam lima angkatan, dilaksanakan mulai dari 6-30 April 2018. Per angkatan diikuti sebanyak 20-40 peserta, dilaksanakan di dua tempat, yakni Hotel Hamco dan Wisma Murni.(h/yud)

 

Nama-nama para korban:

Nomor     Nama         Usia

  1. Siti Mariyah     29                   
  2. Fitri                  29
  3. Rani Susanti   30
  4. Indra Mayeldi  36
  5. Vika Maharani 27
  6. Mutia Havizah 30
  7. Vivin marlen    27
  8. Syafdina Yesi  36
  9. Ummi Solihah  30
  10. Sri Sudarti       31
  11. Deliwati            36
  12. Putri Izzati        28
  13. Vinta Hirdeni    28
  14. Silvia Novaliza 29
  15. Weni Anjasari  26
  16. Resmalinda     30
  17. Nafsiah            29
  18. Ruqiyah Hanum32
  19. Masdalipah       30
  20. Numaliana         31
  21. Benny Utama    35
  22. Silvia Radita      35
  23. Tondi Gusmero  35
  24. Andika Rahayu  30
  25. Sri Astuti            30
  26. Siti Walidah        31
  27. Kosmawati         29
  28. Prima Lusi Widia 26
  29. Widia                  30
  30. Metra Mulya Sari28


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin,16 April 2018 - 15:56:57 WIB

    BPJS Ketenagakerjaan Padang Santuni Korban Kecelakaan Kerja

    BPJS Ketenagakerjaan Padang Santuni Korban Kecelakaan Kerja PADANG, HARIANHALUAN.COM – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang kembali menyerahkan santunan kepada lima ahli waris korban kecelakaan kerja dan kematian, di Aula Disnakertrans Sumbar, Jumat (13/4). Total santunan yang diberik.
  • Jumat,13 April 2018 - 10:28:40 WIB

    Korban Dugaaan Keracunan di Pasaman Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

    Korban Dugaaan Keracunan di Pasaman Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan PASAMAN, HARIANHALUAN.COM--Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Pasaman, Syafruddin angkat bicara, ikhwal dugaan keracunan makanan hingga mengakibatkan puluhan orang CPNS peserta Diklat Prajabatan angkatan pertama di rujuk .
  • Jumat,06 April 2018 - 17:20:10 WIB

    Korban Tenggelam di Danau Singkarak Diambil Pihak Keluarga

    Korban Tenggelam di Danau Singkarak Diambil Pihak Keluarga SINGKARAK, HARIANHALUAN.COM—Sosok mayat pria tanpa identitas yang ditemukan setelah tenggelam di Danau Singkarak, Kamis (6/4) akhirnya diambil pihak keluarga. Diketahui korban bernama Irfan (18), warga Bintungan Pakan Sanay.
  • Jumat,06 April 2018 - 09:59:32 WIB

    Gebu Minang Sumbar Advokasi Korban Biro Umrah

    Gebu Minang Sumbar Advokasi Korban Biro Umrah PADANG, HARIANHALUAN.COM—DPD Gerakan Budaya (Gebu) Minang Sumatra Barat akan mengadvokasi korban biro perjalanan umrah, baik yang tidak jadi berangkat maupun yang telantar di Tanah Suci. Organisasi kemasyarakatan tersebut m.
  • Selasa,27 Maret 2018 - 20:49:21 WIB

    Korban Kebakaran Koto Baru Belum Dapat Bantuan

    Korban Kebakaran Koto Baru Belum Dapat Bantuan PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.COM — Korban kebakaran tujuh petak toko di depan Pasar Koto Baru pada Minggu (25/3) hingga Senin (26/3) kemarin belum mendapat bantuan diberikan dari Pemkab Tanah Datar..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM