Sidang Kasus Dugaan Korupsi Istri Wako Padang Panjang Non-aktif, Auditor Hitung Dugaan Kerugian Negara


Jumat,13 April 2018 - 10:19:00 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Sidang Kasus Dugaan Korupsi Istri Wako Padang Panjang Non-aktif,  Auditor Hitung Dugaan Kerugian Negara Dokumentasi Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM –  Auditor Inspektorat Pemprov Sumbar dihadirkan dalam sidang

 lanjutan kasus dugaan korupsi anggaran kebersihan rumah dinas walikota Padang Panjang. Dari keterangannya, kasus yang menjerat istri walikota non-aktif Maria Feronica dan pengawas kebersihan Richi Lima Saza, saksi menyampaikan ia diminta untuk menghitung kerugian negara, berdasarkan data dari Polres Padang Panjang.

Dalam sidang beragendakan mendengarkan keterangan ahli tesebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Auditor Madya Inspektorat Sumbar, Desminar Arifin, yang melakukan penghitungan kerugian negara dalam kasus tersebut.

“Kami bukan melakukan audit pada kasus ini, akan tetapi diminta untuk menghitung dugaan kerugian negara berdasarkan data-data yang diberikan pihak Polres Padang Panjang," kata Desminar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang, Kamis (12/4).

Ia mengakui hanya melakukan pemeriksaan penggunaan anggaran rumah dinas berdasarkan data dari Polres Padang Panjang. Hanya saja, ia mengakui, tidak ada upaya klarifikasi kepada pihak yang terkait dalam penghitungan yang diminta kepada pihaknya.

“Penghitungan itu berdasarkan surat dari Kapolres Padang Panjang dengan perihal mohon melakukan pengitungan, yang diajukan ke Gubernur Sumbar pada 7 April 2016. Berdasarkan surat itu, Gubernur menugaskan Inspektorat untuk memenuhinya,”kata ahli yang mendapat tugas tersebut.

Berdasarkan penugasan dari Sekda atas nama gubernur kemudian memerintahkan Desminar bersama empat auditor lainnya untuk melakukan penghitungan dugaan kerugian negara anggaran gaji pegawai cleaning service dan pekerja harian rumah dinas Walikota Padang Panjang.

Proses penghitungan tersebut dilakukan selama enam hari dengan data-data dari penyidik Polri di Polres Padang Panjang berupa APBD Kota Padang Panjang, SK Sekda Padang Panjang terkait nama-nama pekerja, berita acara pemeriksaan (BAP) saksi-saksi yang terdiri dari pekerja di rumah dinas tersebut.

"Hal itu tanpa melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait baik pekerja, pengawas, bendahara dan lainnya. Karena kami hanya menghitung saja, hasilnya ada dugaan kerugian negara Rp166 juta lebih," ucap Desminar.

Lebih lanjut dikatakanya, hasil pengitungan tersebut pihaknya hanya berwenang untuk menyerahkan kepada atasannya, dalam hal ini adalah Gubernur. Namun, terhadap audit atas permintaan di kabupaten dan kota diserahkan berkasnya kepada kepala daerah masing-masing.

Sementara penasihat hukum Maria Feronika yakni Defika Yufiandra Cs juga menghadirkan dua saksi meringankan yakni Ilyas dan Riko Efendi yang merupakan mantan pekerja di rumah dinas Wako itu pada 2013 hingga 2015.

Riko Efendi mengatakan bekerja membersihkan taman dan mengantarkan anak walikota ke sekolah. Namun namanya memang tidak ada dalam SK Sekdako Padang Panjang dan juga daftar penerima gaji tiap bulannya.

“Saya tidak tahu kenapa nama saya tidak ada. Setiap bulan saya menerima gaji Rp1,5 juta,”kata Riko yang juga dibenarkan oleh saksi Ilyas.

Dijelasknya, waktu itu ada 12 orang pekerja dengan peran pekerjaannya masing-masing, walau ada yang berhenti. Namun, ada juga yang masuk lagi sebagai pekerja di rumah dinas walikota tersebut.

Setelah mendengarkan keterangan ahli dan saksi tersebut, hakim ketua R. Ari Mulady yang didampingi hakim anggota Sri Hartati dan Zaleka menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda masih mendengarkan keterangan ahli lainnya.

Sebelumnya, Dalam dakwaan disebutkan, kasus ini berawal sejak awal 2014 lalu, di mana Sekretariat Daerah (Setda) Kota Padangpanjang memperoleh anggaran Rp360 juta. (h/mg-hen)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat,20 April 2018 - 11:36:39 WIB

    Sidang Maria Feronika, JPU Hadirkan Saksi Ahli Pidana Unand

    Sidang Maria Feronika, JPU Hadirkan Saksi Ahli Pidana Unand PADANG, HARIANHALUAN.COM –  Pakar Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Andalas,Prof. Ismansyah mengingatkan penegak hukum dalam penggunaan pasal 55 KUHP dalam menjerat seseorang pelaku pidana. Ia menilai, penafsiran pad.
  • Rabu,18 April 2018 - 13:49:30 WIB

    Sidang Kasus Pencurian Sawit di Solsel Masuk Agenda Keterangan Saksi

    Sidang Kasus Pencurian Sawit di Solsel Masuk Agenda Keterangan Saksi SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM- Kejaksaan Negeri Solok Selatan (Solsel) besok (Kamis 19/4) bakal menggelar sidang lanjutan ketujuh kasus pencurian sawit koperasi Bima Satu Abai. "Sidang digelar maraton hari ini (Rabu) di Pen.
  • Sabtu,07 April 2018 - 09:45:54 WIB

    Sidang SPJ Fiktif Saksi Akui Belum Terima Ganti Rugi Tanah

    Sidang SPJ Fiktif  Saksi Akui Belum Terima Ganti Rugi Tanah PADANG, HARIANHALUAN.COM – Tiga orang saksi dihadirkan jaksa pada sidang lanjutan perkara SPj (Surat Pertanggungjawaban) fiktif di PN Tipikor Padang, Jumat (6/4). Ketiga saksi mengakui belum terima uang ganti rugi tanah, ta.
  • Jumat,23 Maret 2018 - 09:28:42 WIB

    Sidang Maria Feronika, Seorang Saksi Cabut Keterangan BAP

    Sidang Maria Feronika, Seorang Saksi Cabut Keterangan BAP PADANG, HARIANHALUAN.COM – Enam orang saksi dihadirkan dalam sidang lanjutan dugaan korupsi anggaran perawatan rumah dinas Wako Padang Panjang di PN  Tipikor Padang, Kamis (22/3). Mereka dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU.
  • Jumat,02 Maret 2018 - 10:32:56 WIB

    Sidang Lanjutan Istri Wako Padang Panjang,Tanda Tangan Pekerja Jadi Sorotan

    Sidang Lanjutan Istri Wako Padang Panjang,Tanda Tangan Pekerja Jadi Sorotan PADANG, HARIANHALUAN.COM - Sidang lanjutan dugaan korupsi anggaran perawatan rumah dinas Walikota Padang Panjang, Kamis (1/3) di PN Tipikor Padang, menghadirkan 11 saksi.  Para saksi di persidangan yang menyeret istri Wako P.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM