Korban Dugaaan Keracunan di Pasaman Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan


Jumat, 13 April 2018 - 10:28:40 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Korban Dugaaan Keracunan di Pasaman Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan Bupati Pasaman, Yusuf Lubis saat mengunjungi para korban di ruang IGD RSUD Lubuksikaping. Turut hadir, Kapolres AKBP Hasanuddin. Yudi Lubis

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM--Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Pasaman, Syafruddin angkat bicara, ikhwal dugaan keracunan makanan hingga mengakibatkan puluhan orang CPNS peserta Diklat Prajabatan angkatan pertama di rujuk ke RSUD Lubuksikaping, Kamis (12/4).

Menurutnya, BPJS selaku penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak akan menanggung sepeser pun biaya pengobatan para korban. Sebab, peristiwa tersebut dikategorikan pihak BPJS Kesehatan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Ohw, kita tidak akan tanggung itu, meski pun mereka peserta BPJS. Itu biar menjad tanggung jawabnya pihak penyelenggara," tutur Syafruddin kepada Haluan.

Syafruddin menjelaskan, bahwa peristiwa yang dialami oleh CPNS peserta Diklat Prajabatan di Pemkab Pasaman ini sudah dapat dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), sebab korban lebih dari satu orang dengan keluhan serupa.

"KLB atau Wabah itu sesuai Perpres Nomor 12 tahun 2012 dan Permenkes Nomor 28 tahun 2014. KLB tidak termasuk jaminan BPJS Kesehatan. Tapi kalo korban bukan ASN maka dijamin oleh BPjS Kesehatan apabila pemda tidak menetapkan KLB. Jika dia ASN, maka Taspen yang tanggung,"katanya.

Diselidiki

Polres Pasaman, langsung melakukan penyelidikan terhadap dugaan kasus keracunan makanan terhadap CPNS peserta Diklat yang berasal dari para tenaga kesehatan.

Sejumlah personel kepolisian tampak mendatangi ruangan IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Sikaping, Pasaman untuk mengumpulkan data dan barang bukti.

"Kita melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan yang dialami puluhan orang peserta Diklat Prajabatan angkatan pertama ini," kata Kapolres Pasaman, AKBP Hasanuddin kepada wartawan.

Menurut Kapolres, keracunan ini baru dugaan. Untuk lebih pastinya, kata dia, perlu dilakukan penyelidikan secara mendalam, mulai dari mendata jumlah korban, meminta keterangan para korban dan panitia pelakasana.

"Termasuk, meminta sampel makanan yang dikonsumsi para peserta Diklat juga muntahannya. Berbagai asumsi saat ini, apakah faktor makanan yang membuat mereka pusing, muntah dan mencret atau faktor kelelahan. Semuanya masih dalam penyelidikan kita," jelasnya.

Menurut Kabid Pelayanan Medis RSUD Lubuksikaping, Dr Rahadian Suryanta Lubis, data terakhir, jumlah korban keracunan makanan ini semakin bertambah, menjadi 30 orang, dari sebelumnya hanya sepuluh orang. (h/yud)

Baca juga: Korban-dugaan-keracunan-makanan-di-pasaman-bertambah-menjadi-30-orang

Diduga-keracunan-makanan-sejumlah-bidan-dan-dokter-di-pasaman-dilarikan-ke-rsud



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM