Harga Gambir di Limapuluh Kota Merosot Tajam


Jumat,13 April 2018 - 10:43:06 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Harga Gambir di Limapuluh Kota Merosot Tajam Seorang warga melihat kondisi gambir yang dijemur di Kabupaten Limapuluh Kota.IST

LIMPAULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM—Sejumlah petani gambir di Limapuluh Kota, terutama di Kecamatan Mungka, Kecamatan Pangkalan, dan Kecamatan Kapur IX, mengeluh sejak beberapa pekan terakhir. Mereka mengeluhkan turun drastisnya harga gambir yang merupakan mata pencarian mereka. Karena itu, mereka mengalami kesulitan ekonomi.

Keluhan masyarakat petani gambir tersebut terungkap ketika kegiatan reses salah seorang anggota DPRD Limapuluh Kota, Chandra, beberapa hari lalu.

“Pak Dewan, kami tidak bisa makan kalau harga gambir seperti ini terus,” ujar  petani gambir kepada Chandra di Kecamatan Pangkalan.

Saat ini, harga gambir di Limapuluh Kota sekitar Rp25.000 per kg. Harga itu pun bergantung pada kualitas gambir yang dijual ke pengumpul. Menurut Chandra, harga gambari sekarang ini merupakan harga gambir terendah sejak sepuluh tahun terakhir ini.

“Ini adalah harga terendah yang pernah ada sejak 10 tahun terakhir ini,” tutur Anggota Fraksi Hanura DPRD Limapuluh Kota itu. Menurut pria yang akrab disapa Haji Cal itu, harga normal gambir berkisar sekitar Rp60.000 per kg. Menurutnya, harga Rp60.000 tersebut sudah tertutupi biaya operasional pengolahan gambir, dari pemetikan daun di ladang, pengolahan daun sampai  menghasilkan sari gambir hingga sudah bisa cetak sampai dijemur.

“Harga Rp60.000, petani sudah bisa mengambil untung untuk kebutuhan ekonomi. Itu hanya sekedar makan dan belanja anak-anak,” ucap Chandra.

Ia turut prihatin dengan kondisi harga gambir saat ini, apalagi tidak ada perhatian pemerintah terhadap kondisi petani gambir ketika harga anjok.

“Apabila harga turun, pemerintah terkesan lepas tangan. Tetapi, ketika harga naik pemerintah baru datang,” ucapnya.

Menurut putra Nagari  Gunuang Malintang, Kecamatan  Pangkalan Koto Baru itu,   turunnya harga gambir disebabkan rendahnya harga beli  oleh pengusaha di India.

“Pengusaha di India sengaja membeli gambir kita dengan harga rendah.Sehingga ini berdampak terhadap petani gambir di daerah,” tuturnya.

Salah satu solusi terbaik untuk meningkatkan harga gambir ini, katanya, adalah tidak mengeluarkan gambir dari Limapuluh Kota.

“Gambir ini kita stop untuk diekspor sehingga negara India ketergantungan. Kalau sudah seperti ini, kita bisa negosiasi harga sesuai keinginan masyarakat. Soalnya mereka (India ) pasti butuh gambir ini,” katanya.

Chandra mengutarakan, saat-saat  kondisi seperti inilah  pemerintah seharusnya berfungsi terhadap petani gambir, yaitu membeli gambir petani sebanyak mungkin dan untuk disimpan di gudang milik pemerintah. Nanti, setelah dibutuhkan barulah dikeluarkan untuk dijual kembali dengan harga tinggi.

“Dahulu, sudah ada rencana seperti ini. Ketika harga murah, gambir dibeli pemerintah dan dijual oleh pemerintah dengan harga tinggi. Keuntungan dari penjualan pemerintah ini, dibagi dua dengan petani. Pemerintah untung untuk PAD, petani juga sejahtera. Inilah cikal bakal dibangunnya sejumlah resi gudang gambir di Limapuluh Kota,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Limapuluh Kota melalui Kepala Bidang Pasar, Wiwing Nofri, mengatakan, untuk mengantisipasi dampak dari anjoknya harga gambir, pemerintah memang harus turun tangan, salah satunya membeli gambir petani sebanyak mungkin untuk disimpan digudang gambir. Pemkab Limapuluh Kotapun, sudah membangun gesi gudang gambir sejak dua tahun terakhir ini.

“Ada dua gudang gambir milik Pemkab Limpuluh Kota, yaitu di Nagari Gunuang Malintang dan di Kecamatan Harau. Masing-masing gudang bisa membeli gambir petani hingga ratusan ton,” katanya.

Dengan ditahannya gambir oleh pemerintah sehingga investor merasa butuh dan saat itu harga gambir bisa dinaikkan.

“Nanti, selisih harga gambir yang digudang akan kembali ke petani. Tetapi, untuk  saat ini itu belum bisa dilakukan Pemkab Limapuluh Kota. Kita terkendala belum dapat pengelola gudang gambir. Pengelola gudang gambir tersebut harus badan usaha berupa koperasi ataupun BUMD. Ini yang tengah kita upayakan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini gudang gambir bisa dimanfaatkan,” tuturnya. (h/ddg)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin,23 April 2018 - 16:37:31 WIB

    ZenFone Max Pro M1, Si Smartphone Gaming Resmi Diluncurkan, Berikut Harganya

    ZenFone Max Pro M1, Si Smartphone Gaming Resmi Diluncurkan, Berikut Harganya JAKARTA, HARIANHALUAN.COM-- ASUS kembali merilis update terbaru di jajaran smartphone seri Max andalannya dalam acara bertajuk Limitless Gaming Max Series Launch, di Hotel Ritz Calton, Jakarta, Senin (23/4). .
  • Kamis,12 April 2018 - 10:52:29 WIB

    Ritel Modern Jangan 'Curi’ Harga

    Ritel Modern Jangan 'Curi’ Harga PADANG, HARIANHALUAN.COM – Kementerian Perdagangan memberikan peringatan kepada pengelola ritel modern agar menjual harga barang sesuai dengan ketetapan. Barang-barang yang dijual tak boleh melebihi Harga Eceran Tertinggi .
  • Kamis,15 Maret 2018 - 11:27:06 WIB

    JNE Tetapkan Sistem Satu Harga di Sumbar

    JNE Tetapkan Sistem Satu Harga di Sumbar PADANG, HARIANHALUAN—JNE menetapkan sistem satu harga di Sumbar mulai April tahun ini. Perusahaan jasa pengiriman itu menerapkan sistem tersebut untuk memudahkan masyarakat mengingat harga pengiriman..
  • Selasa,06 Maret 2018 - 10:47:15 WIB

    Harga Karet Anjlok, Petani Diharapkan Dirikan Koperasi

    Harga Karet Anjlok, Petani Diharapkan Dirikan Koperasi PAINAN, HARIANHALUAN.COM—Dinas Pertanian dan Hortikultura Pesisir Selatan (Pessel) berharap kepada petani karet untuk mendirikan koperasi guna mengantisipasi murahnya harga karet di pasar dunia. Ia mengharapkan hal itu sehu.
  • Senin,05 Maret 2018 - 13:35:23 WIB

    Harga Kulit Manis di Padang Pariaman Naik

    Harga Kulit Manis di Padang Pariaman Naik PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM—Harga kulit manis di Padang Pariaman makin menjanjikan. Karena itu, masyarakat yang tinggal di daerah pergunungan di Padang Pariaman kembali mengembangkan tanaman ini..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM