Delapan Buruh Pabrik Miras di Payakumbuh Jadi Tersangka


Senin,16 April 2018 - 14:15:59 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Delapan Buruh Pabrik Miras di Payakumbuh Jadi Tersangka WAKAPOLDA Sumbar Brigjen Pol Damisnur didampingi Oleh Wakapolres Payakumbuh Kompol Edisra dan Kabag Ops Kompol Basrial melihat barang bukti miras oplosan yang disita Polres Payakumbuh, Jumat (13/04). ARIE

PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM – Delapan buruh pabrik pembuatan minuman keras (Miras) oplosan ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Payakumbuh. Sementara, pemilik pabrik yang diketahui bukan warga Payakumbuh asli, sampai sekarang masih buron.

Penetapan tersangka delapan buruh diungkapkan Kepala Bagian Operasional Polres Payakumbuh, Kompol Basrial, Minggu, (15/4). Pelaku terancam hukuman berat karena melanggar Pasal 204 KUHP dan Pasal 137 Undang-Undang nomor 18 tahun 2002 tentang Pangan. “Delapan orang pekerja pabrik miras oplosan tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk kepentingan penyidikan lanjutan,” terang Basrial kepada sejumlah wartawan.

Diketahui, para tersangka adalah Taskim (45), Kusmono (27), Danu (21), Kasdin (25), Sobari (45), dan Sutrisno (22). Dua lainnya, diketahui masih di bawah umur, yakninya CI (17) dan BS (17). “Khusus dua tersangka yang masih anak-anak, kemungkinan akan dilakukan diversi. Mereka masih di bawah umur dan berada dalam naungan Undang-Undang Perlindungan Anak,” tegas Basrial.

Ketika ditanya siapa pemilik pabrik miras yang baru sebulan beroperasi tersebut, Basrial tidak mau menyebut nama. Namun, jajaran kepolisian sudah mengetahui identitas pemiliknya. “Pemiliknya diketahui bukan orang Payakumbuh. Bahkan berasal dari luar Sumbar, persisnya Pekanbaru, Riau. Keberadaannya sedang diburu. Apa motifnya mengoperasikan pabrik miras di Payakumbuh juga sedang didalami,” lanjut Basrial.

Penggerebekan pabrik miras oplosan ini menyentak banyak pihak. Bahkan, Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Damisnur datang langsung ke Payakumbuh untuk menengok langsung kinerja jajaran Polres Payakumbuh, Jumat (13/04). Dalam kunjungan tersebut, Brigjen Pol Damisnur meminta kasusnya diusut sampai ke akar-akarnya. “Ini menjadi langkah awal untuk kita lebih waspada. Tindak tegas pelakunya sesuai aturan yang berlaku,” papar Wakapolda.

Selesai memberikan arahan, Wakapolda Brigjen Pol Damisnur melihat barang bukti miras oplosan yang disita. Dia memerintahkan seluruh jajaran untuk melakukan razia secara intens karena ditakutkan miras oplosan tersebut sudah beredar luas di kalangan masyarakat. “Tingkatkan razia terhadap penjual miras. Jangan sampai ada korban jiwa akibat," pungkasnya.

Kamis lalu, Polres Payakumbuh menggerebek pabrik miras yang berkedok gudang buah-buahan di Jalan Imam Bonjol, Padang Tinggi Piliang, Kecamatan Payakumbuh Barat. Dari penggerebekan tersebut, polisi menyita 4.536 botol miras berbagai merek yang siap edar. Di antara merek yang disita adalah miras oplosan merek Mansion House sebanyak 1.248 botol, Anggur Merah Cap Orangtua sebanyak 768 botol, dan White Horse sebanyak 2.520 botol serta tiga unit mesin pengemas. Polisi juga mengamankan delapan pekerja yang diduga berperan dalam proses produksi minuman beralkohol.

Proses produksi di pabrik itu meliputi pengolahan bahan mentah, meracik, serta mengemas dengan kemasan yang mirip dengan tiga jenis merek minuman keras. Dalam sehari, pabrik tersebut mampu menghasilkan sebanyak 850 botol miras oplosan untuk dijual.

Dua Kasus dalam Tujuh Bulan

Penggerebekan pabrik miras di Payakumbuh merupakan kali kedua di wilayah hukum Polda Sumbar dalam rentang tujuh bulan ini. 5 September 2017 lalu, jajaran Polda Sumbar juga menggerebek pabrik pembuatan miras oplosan di kawasan Pondok, Kota Padang. Pabrik itu diketahui sudah berproduksi sejak dua tahun yang lalu. Seminggu, 1.200 miras oplosan diedarkan.

Dalam sepekan, pabrik yang lebih layak disebut home industry tersebut bisa memproduksi 1.200 botol miras oplosan. Minuman tersebut lalu dipasarkan ke seluruh Sumbar, dan dikemas dengan kardus. Pelaku diduga mendapatkan untung berlipat ganda, karena sudah dua tahun menjalani bisnis haram tersebut.

Dalam penggerebekan, otak pengoplosan miras berinisial RW (53), dan peracik miras oplosan AG (35), digelandang petugas ke Mapolda Sumbar. Selain itu, miras sebanyak 1.299 botol ikut disita dari lokasi pengoplosan yang juga sekaligus toko penjualan miras.

Rinciannya, 144 botol Brandy, 468 botol TKW Brothers, Tequila Black House sebanyak 225 botol, Ada juga 456 botol Anggur Merah dan enam Vodka dengan kandungan alkohol 16 persen. Seluruh minuman itu tidak memiliki izin edar.

Selain ribuan botol miras, sejumlah zat kimia juga ditemukan di lokasi. Zat itu digunakan sebagai pencampur pembuatan miras oplosan. Ada juga alkohol murni dengan kadar 95 persen. Pelaku mencampur bahannya sesuai takaran yang dipahami mereka saja.

Lalu diberi gula, asam sistron, sari manis dan aroma. Perangkat pengemasan juga disita dari lokasi penyitaan, seperti label merek minuman, botol kosong beserta tutup, mesin pres, kardus dan lem. Atas perbuatannya itu, pelaku terancam hukuman berat karena melanggar Pasal 142 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan, serta Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Peredaran miras di Sumbar memang sudah mengkhawatirkan. Minuman membuat mabuk tersebut dijual bebas, bahkan di pinggir-pinggir jalan serta warung kecil. Meski sudah diperketat izin administrasinya, ternyata masih ada pelaku yang nakal mencari celah menjual secara ilegal, bahkan melakukan pengoplosan. Sebenarnya, dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 74 Tahun 2013 tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol dinilai menjadi peluang untuk memberantas peredaran minuman keras oplosan. (h/mg-ari)

 

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,06 April 2017 - 13:01:18 WIB

    Predator Seks di Bukittinggi, Delapan Anak Jadi Korban

    Predator Seks di Bukittinggi, Delapan Anak Jadi Korban “Pada saat mencuci celana anak, saya melihat bekas darah menempel di celananya. Pada saat itu saya tidak curiga, karena ketika saya tanya ia tidak mengaku," ujar orang tua seorang korban .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM