Raja Hutan Palupuah Batal Dievakuasi


Senin, 16 April 2018 - 14:18:33 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Raja Hutan Palupuah Batal Dievakuasi ANAK Harimau Sumatera yang diperkirakan berusia dua tahun berada dalam perangkap yang dipasang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar. YUSRIL

AGAM, HARIANHALUAN.COM – Evakuasi anak harimau berusia dua tahun yang masuk perangkap di Palupuah, Agam yang sedianya dilaksanakan Minggu (15/4), batal dilaksanakan. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar menunda evakuasi untuk memancing induak Harimau Sumatera yang diduga masih berkeliaran di hutan sekitaran Palupuah.

Identifikasi yang dilakukan BKSDA, setidaknya ada tiga ekor harimau yang acap memperlihatkan diri pada masyarakat. Harimau yang tertangkap merupakan anak dari dua lainnya. “Memang evakuasi tidak jadi dilaksanakan. Petugas malah akan memasang dua kerangkeng lagi untuk memerangkap dua harimau lainnya. Itu supaya induknya datang,” terang Erly Sukrismanto, Kepala BKSDA Sumbar.

Selama penundaan evakuasi, harimau akan diberi makan 5 kilogram daging setiap harinya. Jika dalam tiga atau empat hari ke depan induknya tidak muncul, barulah harimau ini akan dievakuasi. Selain akan memasang dua perangkap baru, BKSDA Sumbar juga akan memasang beberapa camera trap untuk memetakan pergerakan induk serta saudara dari harimau yang sudah berhasil ditangkap. Ia menjelaskan, jika anak harimau yang masuk perangkap itu langsung dievakuasi, dikawatirkan induknya akan mencari anaknya. Oleh sebab itu, akan lebih baik dipasang dua perangkap lagi untuk memancing induk atau anaknya yang lain masuk perangkap. “Berdasarkan cek kesehatan yang dilakukan tim medis, harimau itu sehat dan masih dapat bertahan dalam kerangkeng ini hingga 3-4 hari kedepan. Makanya kita masih bisa menunda evakuasi untuk dapat menangkap induknya,” tambah Erly.

Menurutnya, wilayah penyebaran harimau saat ini berada di Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman dan Pasaman. Sedangkan untuk wilayah selatan terdiri dari Dharmasraya dan Kabupaten Solok. Untuk populasinya saat ini diperkirakan ada sekitar 500 ekor.

Salah seorang tim dokter hewan penyelamatan satwa liar dari BKSDA Provinsi Sumbar Drh Sefrizal, mengatakan keadaan harimau tersebut dalam kondisi sehat. Menurutnya, harimau yang masuk perangkap tersebut berjenis kelamin betina, diperkirakan umurnya 2 tahun dengan berat badan 50 hingga 60 kilogram.

Pantauan Haluan dilapangan , akses jalan menuju tempat penangkapan harimau itu bisa dilalui kendaraan roda empat dan jalan tersebut juga digunakan petani untuk menuju ladangnya. Ketika tim Dokter Penyelamatan Hewan Liar dari BKSDA Provinsi Sumbar melihat anak harimau dari dekat, ia menampakkan sifat liarnya. Dengan marah ia mengaum dan meronta bahkan menerjang perangkapnya. Sisa kepala kambing yang menjadi umpannya digigit untuk meluapkan kemarahannya. (h/ril)

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM