Sidang Kasus Pencurian Sawit di Solsel Masuk Agenda Keterangan Saksi


Rabu, 18 April 2018 - 13:49:30 WIB
Sidang Kasus Pencurian Sawit di Solsel Masuk Agenda Keterangan Saksi Ilustasi.NET

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM- Kejaksaan Negeri Solok Selatan (Solsel) besok (Kamis 19/4) bakal menggelar sidang lanjutan ketujuh kasus pencurian sawit koperasi Bima Satu Abai.

"Sidang digelar maraton hari ini (Rabu) di Pengadilan Negeri Koto Baru Solok dan besok digelar di Kejari Solsel dalam agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi," kata Kajari Solsel, M.Rohmadi pada Haluan, Rabu (18/4).

Baca Juga : Berkat Vaksin, Akankah COVID-19 Berakhir di Penghujung 2021?

Menurut Rohmadi, setidaknya ada sekitar tiga puluh saksi yang dihadirkan.

"Besok (Kamis) kemungkinan sidang sekitar pukul 11.30 WIB. Biasanya hakim datang sekitar pukul 10.00 WIB, setelah itu baru sidang. Tempatnya di aula Kejari Solsel," lanjutnya.

Baca Juga : Presiden Duterte Ancam Usir Tentara AS dari Filipina, Lho Kenapa?

Sidang-sidang sebelumnya dilakukan di Pengadilan Negeri Kotobaru, Solok.
Sidang ini diperkirakan ‘ramai’. Banyak masyarakat penasaran ingin menyaksikan jalannya sidang. Selain karena kasusnya yang begitu santer, sejumlah pejabat daerah juga akan memberikan keterangan sebagai saksi.

“Ini bukan kasus pencurian biasa. Lebih jauh dari itu adalah bagian dari proses pembuktian kebenaran atas kepengurusan koperasi yang sah,” ungkap warga Pekonina, Alberto, Rabu (18/4). 

Baca Juga : Gagasan Baru! Ide Paspor Vaksin Bakal Pulihkan Ekonomi Negara

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini bermula dari ditangkapnya delapan orang masyarakat yang memanen buah sawit di lahan koperasi Bima Satu di daerah Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari. Kedelapannya adalah, JM, 56 selaku pimpinan lapangan, DM, 47, orang kepercayaan dari JM. Lalu, HM 37, AJ, 31, GD, 52, RH, 25, BG, 52 dan AR 37, merupakan anggota dan keseluruhannya warga Nagari Abai. 

Mereka ditangkap atas laporan pengurus koperasi atas nama Buyung R. Buyung R ini, adalah pengurus koperasi hasil rapat anggota luar biasa yang dilakukan pada 2015 dan memenangkan gugatan di PTUN dan Mahkamah Agung (MA).

Baca Juga : Mengupas Pasukan Pembungkam Aktivis di Saudi, Pembunuh Jamal Khashoggi

Delapan pelaku yang ditangkap, adalah pengurus dan karyawan pengurus kopeasi dari kubu lainnya, dengan ketua Alwis. Dualisme kepengurusan di Koperasi Bima satu ini lah yang menarik perhatian masyarakat Solsel selama ini. 

Penangkapan kedelapan pelaku itu, sebenarnya adalah buntut dari dualisme kepengurusan koperasi Bima satu. Koperasi yang berdiri semenjak semenjak tahun 1999 ini, memiliki anggota lebih darri 500 orang, dengan luas lahan sekitar 836 hektare. 

Sebelumnya koperasi ini telah mengalami konflik berkepanjangan antardua pengurus tersebut, hingga terjadi penyegelan kantor Koperasi Bima Satu pada akhir 2015. Konflik kepengurusan ini berlangsung hingga ke pengamanan aset koperasi dan saling serobot hasil panen sawit. Koperasi Bima I saat ini sudah menghasilkan Rp3,6 juta per kapling dan asetnya mencapai Rp2,5 miliar.

Sementara, Kasi Pidum Kejari Solsel, Putra Masduri, mengatakan bahwa agenda sidang pada Kamis (19/4) itu, masih mendengarkan keterangan saksi-saksi. Sebanyak sebelas orang saksi telah dipersiapkan. Lainnya dari pihak perusahaan BPSJ dan masyarakat.

“Sebagian saksi sudah memberikan keterangannya pada sidang ke lima pada Senin (16/4) di pengadilan Negeri Koto Baru,” katanya.

Agenda sama di lanjutkan pada sidang ke enam pada Rabu (18/4) dan Sidang ke tujuh pada Kamis (19/4). “Sidang ke tujuh, akan di gelar di sini (Kejari Solsel-red),” jelasnya.

Delapan tersangka terancam hukuman penjara dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun sesuai Pasal 362 KUHP juncto 56 tentang pencurian. (h/jef)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]