Terkait KEK, Pusat Tinjau Kelayakan Mentawai


Kamis, 19 April 2018 - 11:02:23 WIB
Terkait KEK, Pusat Tinjau Kelayakan Mentawai Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit (kanan) dan didampingi Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet, saat meninjau bandara rokot di Mentawai beberapa waktu lalu. RIVO SEPTI ANDRIES

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mentawai terus bergerak. Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Rabu – Sabtu (18–21/4) berada di Mentawai, mendampingi Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Isma Yatun, dan rombongan Kementerian Koordinator Maritim, yang datang meninjau kelayakan lokasi KEK di Siberut Barat Daya.

 “BPK ingin melihat usulan itu seperti apa, soalnya KEK ini usulannya kan sudah lama. Jadi besok akan kami dampingi ke lokasi rencana pembangunan KEK Mentawai. Karena ini program nasional, BPK perlu melihat juga kelayakannya ke lapangan. Tujuan selain itu, kami lihat besok agendanya apa saja,” kata Wagub Nasrul Abit kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (17/4).

Baca Juga : Wujudkan Pendidikan Berlalu Lintas, Polda Sumbar MoU dengan Disdik

Selain itu, sambung Nasrul, pada Kamis (19/4) juga datang rombongan dari Kemenko Maritim sebanyak 26 orang, juga termasuk tim dari Kementerian Pariwisata, Kementerian PU/PR, Kementerian Perhubungan, dan kementerian terkait lainnya. Kedatangan Kemenko Maritim dan jajaran guna meninjau kesiapan teknis dalam perencanaan KEK Mentawai.

“Seperti jalan, air bersih, bandara, pelabuhan. Kesiapan itu akan dilihat oleh pusat besok. Karena rapat terakhir 3 April lalu di pusat, dinyatakan usulan sudah masuk dan lengkap. Termasuk nanti akan dibahas beberapa jalan nasional lainnya, seperti Trans Mentawai. Prinsipnya, KEK Mentawai ini sudah siap, tinggal menunggu aspek pendanaan saja. Sedangkan untuk Trans Mentawai ini, mungkin diminta tolong Bakti TNI di sana biar cepat,” tukas Nasrul.

Baca Juga : BMKG Prediksi Gelombang Tinggi Hingga 3 Meter di Perairan Sumbar Sampai Besok

Menepis kegamangan banyak khalayak yang khawatir nantinya KEK akan dinikmati segelintir orang, sehingga masyarakat Mentawai hanya akan jadi penonton, Wagub memastikan, tujuan kawasan ekonomi khusus semata untuk mengangkat martabat Mentawai. Sekaligus mengelola Mentawai yang sebenarnya memiliki banyak potensi.

“Tidak ada niat untuk menjual Mentawai. Niatnya bagaimana Mentawai itu bisa bangkit, masyarakatnya sejahtera sehingga keluar dari status tertinggal,” tutur Nasrul Abit yang sejak dilantik rajin berkeliling pulau-pulau terluar di Mentawai.

Baca Juga : Sempat Terhenti, Pembangunan Monumen Bela Negara Segera Dilanjutkan

Nasrul berharap semua elemen mendukung KEK Mentawai sebagai wujud kepedulian terhadap daerah yang secara pemerintahan dulunya masuk ke Kabupaten Padang Pariaman.

“Sekarang masanya menyatukan tekad untuk membawa Mentawai ke perubahan yang lebih baik. Percayalah, 10 tahun atau lebih nantinya, Mentawai akan menjadi daerah yang jauh lebih baik. Kepentingan KEK ini bukan kepentingan Pemprov saja, bukan Pemkab Mentawai saja. Tapi Indonesia,” tegas Nasrul.

Baca Juga : Mahfud MD Ingin Pembangunan Monumen Bela Negara di Sumbar Cepat Selesai

KEK Mentawai diperkirakan menelan biaya hingga Rp11 triliun yang dilakukan hingga 2030. Dana sebanyak itu, akan diguyur untuk menyulap lahan seluas 2.600 hektare. Selain akan dilengkapi dua bandara untuk dua jenis kelas, juga akan dibangun pelabuhan tempat sandar kapal ukuran sedang di Kawasan Mabiku, Kecamatan Siberut Barat Daya. Pengelolaannya dilakukan oleh pihak swasta.

Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet dalam pertemuan juga menegaskan kalau KEK bukanlah wadah menghilangkan identitas masyarakat Mentawai. Namun sebaliknya, dengan KEK, budaya, alam dan adat Mentawai akan dijaga dengan baik, serta dikenalkan ke dunia luar.

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]