Investasi Asing di Sumbar, Baru Serap Buruh


Jumat, 20 April 2018 - 11:33:59 WIB
Investasi Asing di Sumbar, Baru Serap Buruh Ilustasi.NET

Upaya Gubernur Sumbar menarik minat pemodal asing harusnya diiringi dengan komitmen alih kemampuan kepada pekerja lokal. Selama ini, asing masih percaya tenaga lokal hanya untuk mengisi pos pekerja kasar.

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia berkewajiban mempekerjakan tenaga kerja asli daerah sebagai pendamping tenaga kerja asing yang asal perusahaan tersebut, yang berguna untuk transfer keahlian dari pekerja asing ke pekerja lokal tersebut. Namun di Sumbar, tenaga kerja lokal masih dominan terserap di sektor pekerja kasar atau buruh.

Baca Juga : Polri Sebut 12 Teroris yang Ditangkap di Jatim Sumbangkan 5% Gaji ke Jamaah Islamiyah

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Sumbar Zudarmi mengatakan, memang cukup banyak tenaga kerja lokal yang bekerja di perusahaan yang berdiri di atas permodalan asing. Namun, dominan dari pekerja lokal itu ditempatkan pada sektor pekerjaan buruh.

“Jumlah tenaga lokal keseluruhan yang terserap di perusahaan asing tidak tercatat di Dinakertrans Sumbar. Ada yang terserap, banyak, tapi tercatatnya di Dinas tenaga kerja di kota/kabupaten. Yang dilaporkan ke provinsi, jumlah serapan tenaga kerja secara keseluruhan saja, tidak terpilah-pilah. Seperti di Tanah Datar itu ada Geothermal, itu ada tenaga kerja lokalnya,” kata Zudarmi.

Baca Juga : Bantu Korban Kebakaran di Batang Biyu, IKPM dan Biker Pasbar Antarkan Sembako

Seyogyanya, kata Zudarmi, memang Dinas Ketenagakerjaan di kabupaten/kota menyampaikan laporan secara rinci, tetapi hingga saat ini hal itu belum dilakukan. “Mungkin bisa ditelusuri di dinas kabupaten/kota. Seperti Lintau tanya ke Tanah Datar itu, perusahaan itu melaporkan. Tapi mereka wajib lapornya ke dinas kabupaten/kota,” tukasnya.

Aturan soal transfer knowledge itu berbunyi di Pasal 45 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Tenaga Kerja yang berbunyi,terkait RPTKA: Pemberi Kerja tenaga kerja asing wajib menunjuk tenaga kerja warga negara Indonesia sebagai tenaga pendamping tenaga kerja asing yang dipekerjakan untuk alih teknologi dan alih keahlian dari tenaga kerja asing, yang merupakan pasal terusan dari Pasal 43 yang berbunyi: Pemberi Kerja (perusahaan) yang menggunakan tenaga kerja asing harus memiliki Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) yang disahkan oleh Menteri atau Pejabat yang ditunjuk.

Baca Juga : Masyarakat Tandikek Utara Harapkan Leonardy Perjuangkan Peningkatan Status Perangkat Nagari

Berdasarkan data DPMPTSP, selama 2017, perusahaan asing di Sumbar telah menyerap 404 tenaga kerja, sementara perusahaan dengan modal investasi dari dalam negeri menyerap tenaga kerja 2.782 orang. Menurut Kabid Investasi DPMPTSP Indra Mardi, banyak perusahaan asing yang sudah dalam tahap produksi yang bergerak di sektor energi, dan tidak membutuhkan terlalu banyak tenaga kerja.

Sedangkan untuk jumlah keseluruhan tenaga kerja lokal yang bekerja pada perusahaan yang berdiri di atas investasi asing, Indra mengaku tidak memiliki data keseluruhan. Pendataan yang terdapat di DPMPTSP pun berasal dari data dalam Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diserahkan setiap perusahaan sebagai kewajiban.

Baca Juga : Program 100 Hari Kerja Bupati-Wabup Pasbar, Fokus Pengentasan Kemiskinan

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]