2.501 WARIA,12.783 PEKERJA SEKS  

9.024 Lelaki Sumbar Pelanggan Waria


Selasa, 24 April 2018 - 16:03:21 WIB
9.024 Lelaki Sumbar Pelanggan Waria Ilustasi.NET

Perhimpunan Konselor VCT HIV Indonesia (PKVHI) memaparkan hasil studi pemetaan penularan HIV/AIDS di Sumbar. Hasilnya mencengangkan. Sejumlah data baru yang dipaparkan menjadi penanda kalau perilaku seks menyimpang jadi ancaman bagi Sumbar.

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Dalam pemaparannya di hadapan sejumlah pemangku kepentingan di Sumbar, Senin (23/4), PKVHI menyebutkan kalau di awal tahun 2018 ini terdapat belasan ribu Lelaki Suka Lelaki (LSL), PSK dan ribuan waria di empat kabupaten/kota yang menjadi titik riset.

Baca Juga : Leonardy Tegaskan Penggunaan Anggaran untuk Pembangunan

“Riset dilakukan di empat lokasi, yakni Padang, Bukittinggi, Kota Solok dan Kabupaten Solok. Hasilnya, Padang merupakan daerah tertinggi penyebaran  LGBT. Untuk HIV tertinggi terdapat di Kota Bukittinggi. Sedangkan untuk Kota Solok dan Kabupaten Solok lebih kepada data pendukung. Kita juga mendata jumlah waria, LSL, dan PSK di setiap daerah yang menjadi titik riset,” terang Ketua PKVHI Sumbar, Katerina Welong di Auditorium Gubernur Sumbar.

Secara rinci, Katerina menyebutkan, terdapat 14.469 Lelaki Suka Lelaki LSL, 12.783 PSK dan 2.501 waria di empat daerah yang diriset. Dari tiga yang disebutkan, LSL menjadi penyumbang tertinggi dalam penyebaran HIV/AIDS. Data dari empat kabupaten/kota di Sumbar juga sebagai bukti kalau kaum Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender (LGBT) secara masif bergerak di tengah masyarakat.

Baca Juga : Hari Kedua Bekerja, Bupati-Wabup Pasbar Kunjungi RSUD Jambak dan Pasar Kajai

“Dari kasus di atas, persentasi kasus HIV tertinggi adalah LSL 28 persen, hetero 24 persen. AIDS kelompok umur 20-29 tahun 29,3 persen. Artinya dari data ini faktor risiko yang berlaku secara ilmiah orang yang terinveksi HIV bisa beperilaku 10 tahun sebelumnya,” katanya.

Terkait keberadaan waria, walau jumlahnya tidak terlalu banyak dibandingkan kota-kota besar lainnya, namun pelanggannya banyak. “Waria memang sedikit namun pelanggannya 9.024 orang. Siapa pelanggannya? Bapak-bapak. Ini bisa masuk dalam kategori LSL. Kalau digabungkan semuanya bisa total 20 ribu pelaku LSL di Sumbar,” ujarnya.

Baca Juga : 1 Tahun Pandemi Covid-19, Wagub Sumbar: Masyarakat Harus Tetap Disiplin Protokol Kesehatan

Sentuh Semua Kalangan

Dalam paparannya, pada bulan Januari – Maret 2018 terdapat 10.376 pasien HIV di Sumbar sesuai dengan data dari Kemenkes. Sedangkan untuk kasus AIDS terdapat 673 orang. Kemudian, untuk kasus AIDS berdasarkan pekerjaan, ia mengatakan, wiraswasta merupakan pekerja yang paling banyak menderita kasus AIDS. Disusul Ibu Rumah Tangga (IRT), karyawan swasta, mahasiswa, tenaga profesional, sopir, tenaga profesional nonmedis, PNS, petani, buruh kasar, tenaga profesional medis, seniman, TNI Polri, dan pekerja seks.

Baca Juga : Wujud Sinergi Membangun Negeri, TMMD ke-110 Dibuka dengan Tabuhan Gong

“Artinya, hampir seluruh profesi tak ada yang bersih dari HIV/AIDS” ungkapnya.

Media sosial merupakan tempat penyebaran terbesar kasus LGBT yaitu 58,7 persen. Sedangkan dari rekomendasi dan komunitas 21,7 persen.

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]