Jadi Temuan BPK, Dosen Unand Ramai-ramai Kembalikan Uang Negara


Sabtu, 21 April 2018 - 18:54:46 WIB
Jadi Temuan BPK, Dosen Unand Ramai-ramai Kembalikan Uang Negara Ilustasi/Haluan

Kebanyakan dosen mengaku terkejut ketika mengetahui kalau mereka harus mengembalikan uang yang mereka terima. Jumlah keseluruhannya tak tanggung-tanggung. Mencapai angka ratusan juta. Jika tak dikembalikan, persoalan ini berpotensi jadi dugaan korupsi.

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Seratusan dosen Universitas Andalas (Unand) terpaksa mengembalikan uang Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2015 ke kas negara. Selain THR, para dosen yang menerima beasiswa, uang Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tunjangan Tupoksi juga harus dikembalikan.

Baca Juga : Tampar Supir Truk, Ketua DPRD Pasaman Barat Dipolisikan

Informasi yang diterima Haluan dari sejumlah dosen Unand, pengembalian sejumlah uang tersebut berdasarkan temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Sekarang sedang heboh karena para dosen dituntut mengembalikan uang yang sudah mereka terima. Itemnya macam-macam, ada uang THR, tunjangan Tupoksi, honor-honor pelatihan, beasiswa hingga uang minyak (BBM),” terang seorang dosen Fakultas Ilmu Budaya Unand yang meminta namanya tidak dituliskan, Sabtu (21/4) malam.

Baca Juga : Apes! Kebut-kebutan, Rombongan Moge Dihadang Paspampres

Ditambahkan seorang dosen Fakultas Ekonomi Unand, THR yang dikembalikan jumlahnya sekitar Rp500 ribu. Tahun 2015 itu, hampir seluruh dosen Unand yang menerima THR.

“Kalau THR memang berkisar Rp500 ribu. Namun, anggaran lainnya banyak. Bahkan, ada dosen yang mesti mengembalikan uang yang jumlahnya sampai Rp40 juta. Kini semuanya kalang kabut,” papar sang dosen yang mengaku harus mengembalikan uang Rp500 ribu.

Baca Juga : Polda Sumbar Kerahkan Ditreskrimsus Kaji Unsur KKN pada Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Covid-19

Pembayaran THR pada tahun 2015 di lingkungan Unand memang tidak boleh dibayarkan. Namun, atas kebijakan rektor kala itu, para dosen akhirnya menerima juga.

“Katanya jadi temuan BPK. Konon THR tahun 2015 tidak boleh dibayarkan. Siapa yang menerima wajib mengembalikan, termasuk saya. Hanya tahun itu saja. Pada 2016, sudah boleh dibayarkan,” ungkap seorang guru besar Unand.

Baca Juga : Kasasi Ditolak MA, Bupati Pessel Rusma Yul Anwar Klaim Belum Terima Surat Salinan

Beberapa dosen juga mengaku protes karena dalam audit BPK nama mereka keluar sebagai pihak yang mengembalikan, namun tidak pernah menerima anggaran.

“Saya heran. Beberapa item kegiatan tidak pernah saya ikuti, tiba-tiba keluar nama, agar segera mengembalikan. Ini sedang  ditelusuri. Total seluruhnya saya mengembalikan Rp800 ribu,” sebut RS, dosen yang meminta namanya diinisialkan karena takut pernyataannya nanti jadi polemik.

Dihubungi terpisah, Prof Werry Darta Taifur yang merupakan Rektor Unand periode 2011 – 2015 mengakui di tahun akhir jabatan, dirinya dan pimpinan lainnya mengambil keputusan untuk membayarkan THR bagi seluruh dosen.

“Memang benar seluruh dosen ketika itu dibayarkan THR-nya. Itu kesepakatan semua fakultas. Waktu itu saya rektor,” papar Werry.

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]