Sebelum Ramadan, PKL Kelok Sembilan Akan Direlokasi


Rabu, 25 April 2018 - 12:20:29 WIB
Sebelum Ramadan, PKL Kelok Sembilan Akan Direlokasi Dokumentasi Haluan

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM — Jalan layang Kelok Sambilan, di Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota akan bersih dari PKL sebelum memasuki bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri. PKL itu akan direlokasi ke tempat yang tidak terlalu jauh dari jalan layang tersebut.

Rapat Koordinasi yang menghadirkan Pemprov Sumatera Barat, Dirlantas Polda Sumbar, BKSDA Sumbar, Pemkab dan Polres Limapuluh Kota, serta perwakilan masyarakat Kenagarian Ulu Aia di Aula Kantor Bupati Limapuluh Kota, beberapa hari yang lalu disepakati bahwa sebelum puasa, PKL di jalan layang Kelok Sambilan harus pindah ke tempat lain.

“Sesuai dengan keputusan rapat, Kelok Sambilan sudah harus bersih dari PKL sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Hal itu buat mengantisipasi gangguan arus lalu lintas serta menghindari kemungkinan terjadinya kecelakaan,” ungkap Kabag Humas dan Pemberitaan Pemkab Limapuluh Kota, Firmansyah.

Dikatakan, terkait dengan penertiban pedagang tersebut, Pemprov Sumbar, Dirlantas Polda Sumbar dan Pemkab Limapuluh Kota serta berbagai pihak terkait lainnya, akan membentuk tim khusus yang akan di SK-kan oleh Gubernur Sumbar. Sebelum penertiban, tim akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu ke tengah masyarakat atau pedagang.

Pihak masyarakat yang diwakili Wali Nagari Ulu Aia, Bamus dan tokoh masyarakat sepakat direlokasi sepanjang difasilitasi pihak pemerintah dan dilakukan secara persuasif. “Begitu pula dengan pihak Pemprov Sumbar dan Pemkab Limapuluh Kota yang diwakili Pj Sekda, Taufik Hidayat, juga menyatakan setuju memfasilitasi pemindahan pedagang, sepanjang sesuai aturan dan kewenangan,” ujar Firmansyah menambahkan.

Lebih lanjut dijelaskan, pemindahan sementara pedagang itu mempunyai beberapa lokasi alternatif di kawasan yang tidak jauh dari fly over. Sementara untuk relokasi jangka panjang, rencananya akan dibangun secara representatif dengan fasilitas lengkap di kawasan Ulu Aia yang juga tidak terlalu jauh dari Kelok Sambilan.

Dalam rapat tersebut pihak BKSDA menyebut ada beberapa lokasi alternatif untuk pemindahan sementara bagi pedagang yang tidak terlalu jauh dari jalan layang. Dalam rapat juga terungkap keberadaan pedagang disepanjang jalan layang itu bertentangan dengan UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang dapat memicu terjadinya kecelakaan dan mengganggu kelancaran arus lalulintas kendaraan. Apalagi di saat arus lalu lintas adat seperti saat arus mudik atau arus balik lebaran.

Selain itu, pihak Dirlantas juga menjelaskan, standar operasional prosedurnya, jalan layang itu sama dengan jalan tol yang harus bebas hambatan. Malah, jika ada mobil yang mogok di fly over itu, harus segera diderek. Sebab, secara teknis jembatan yang tinggi itu hanya boleh dilewati kendaraan bertonase di bawah 30 ton dalam keadaan bergerak.

“Jika arus lalu lintas di jalan layang itu macet total dan jalan dipenuhi jejeran kendaraan bertonase tinggi, maka dikhawatirkan beban jembatannya akan melebihi kapasitas. Hal itu bisa saja mengakibatkan jembatan akan mengalami runtuh dan bakal jatuh korban jiwa ataupun luka,” papar Firmansyah. (h/zkf)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 15 Juli 2020 - 13:19:30 WIB

    Sebelum Pandemi, Usaha Tenun Pandai Sikek Capai Omzet 30 Juta Per Bulan

    Sebelum Pandemi, Usaha Tenun Pandai Sikek Capai Omzet 30 Juta Per Bulan HARIANHALUAN.COM - Sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia, khususnya Sumatra Barat, usaha tenun menjadi salah satu mata pencaharian primadona di Pandai Sikek Kabupaten Agam. Apalagi Pandai Sikek salah satu daerah yang dik.
  • Selasa, 30 Juni 2020 - 15:40:03 WIB

    Ini Pengakuan Keluarga Sebelum Fadly Arif Meninggal

    Ini Pengakuan Keluarga Sebelum Fadly Arif Meninggal HARIANHALUAN.COM - Pihak keluarga ceritakan awal mula, sebelum terjadinya penganiayaan terhadap Fadli Arif (36) dijalan kawasan Perumahan Tangkai Permata Dua, Keluarahan Koto Baru, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Selas.
  • Sabtu, 23 Mei 2020 - 01:59:10 WIB

    DPMD Sumbar Targetkan Sebelum Idul Fitri BLT DD Rampung di 603 Nagari

    DPMD Sumbar Targetkan Sebelum Idul Fitri BLT DD Rampung di 603 Nagari HARIANHALUAN.COM -- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumbar targetkan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) yang dikucurkan untuk masyarakat terdampak Covid-19 bisa rampung sebanyak 603 Nagari/Desa.
  • Senin, 07 Agustus 2017 - 19:10:55 WIB

    Minas Kawi Dipanggil Allah Sebelum Sempat Terbang ke Tanah Suci

    Minas Kawi  Dipanggil Allah Sebelum Sempat Terbang ke Tanah Suci Tak pendek waktu yang dipersiapkan Minas Kawi untuk bertolak ke tanah suci guna menunaikan ibadah haji musim ini. Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Limapuluh Kota itu ditemukan meninggal di Asrama Haji Tabing, Padang han.
  • Selasa, 07 Maret 2017 - 12:00:31 WIB

    Sebelum Banjir dan Longsor, Ada Ledakan Tiap Hari

    Sebelum Banjir dan Longsor, Ada Ledakan Tiap Hari LIMAPULUH KOTA, HALUAN – Hampir dapat dipastikan, musibah longsor dan banjir di wilayah Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, disebabkan oleh aktivitas tambang. Pengakuan warga setempat, hampir tiap hari dinamit di.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]