Kasus Besi Non SNI di Padang Segera Disidang


Kamis, 26 April 2018 - 15:31:51 WIB
Kasus Besi Non SNI di Padang Segera Disidang Petugas membawa barang bukti besi banci (tanpa SNI) di Kejaksaan Negeri Padang, Rabu (26/4). Penyidik Polda Sumbar sudah menyerahkan berkas perkara besi banci kepad kejaksaan. Yuhendra

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar melimpahkan berkas kasus dugaan perdagangan besi beton tidak memiliki Standar Nasional Indonesia (non SNI) pada Kejari Padang, Rabu (25/4).

Diketahui, gudang penyimpanan puluhan ribu besi beton yang tidak memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) ditemukan petugas di lokasi penggerebekan di Jalan Bypass Kilometer 8, Kelurahan Parak Laweh, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.

Baca Juga : Benarkah? Hasil Studi Sebut Anjing Pelacak Bisa Deteksi Covid-19 Seminggu Sebelum Hasil PCR

Gudang tersebut milik Widya Kasuma Lawranzi dan sengaja disimpan di gudang sebelum dijual di Toko Sumber Baru, Jalan M Yamin, Padang, yang juga merupakan milik Widya. Sementara, penyegelan di gudang dilakukan pertengahan November lalu, setelah polisi menerima banyak laporan terkait peredaran besi banci.

“Ya hari ini penyidik polda telah melakukan tahap II, kasus dugaan perdagangan besi beton non SNI kepada Jaksa, guna dilakukan proses selanjutnya yaitu proses penyusunan dakwaan dan melimpahkannya ke Pengadilan Negeri Padang untuk menjalankan persidangan,” kata Kepala Seksi Pinada Umum (Kasi Pidum) Kejari Padang, Yarnes.

Baca Juga : Inggris Temukan Lagi 16 Kasus Varian Baru COVID-19, Mengandung Mutasi E484K

Lebih lanjut dikatakannya, dalam kasus ini sebagaimana perbuatan tersangka diancam pidana dalam pasal120 ayat (1) atau (2) jo pasal 53 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 13 tahun 2014 tentang perindustrian. Dan atau pasal 113 UN no 7 tahun 2014 tentang perdagangan dan atau UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan kosumen.

Untuk kasus tersebut, dakwaannya akan dibuat oleh tiga orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu, Yunelda, M. Japri dari Kejati Sumbar dan Jefri dari Kejari Padang. Pihaknya akan menyelesaikan dakwaan dalam waktu dekat.

Baca Juga : Selandia Baru Diguncang Gempa Bumi 8,1 SR: Peringatan Tsunami Dibunyikan, Warga Diminta Pindah ke Tempat Lebih Tinggi

“Kami akan rampungkan dakwaan dalam waktu dekat ini. Kalau tidak ada halangan, Jumat (27/4) besok kita sudah limpahkan ke pengadilan agar dapat kepastian hukum terhadap tersangka,” ujarnya.

Diakui Yarnes. pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap tersangka. Hal itu didasarkan kepada surat rekamedis dari salah satu rumah sakit di Singapura yang menyatakan Awi mengalami sakit yang memang membutuhkan perawatan khusus.

Baca Juga : Miliuner Jepang Ini Cari 8 Orang Teman Traveling ke Bulan, Siapa Berminat?

“Dari rekam medis yang dilampirkan, yang bersangkutan mengalami kanker darah dan dijamin oleh keluarga untuk kooperatif dalam penyelesaian kasus ini,” ucap Kasi Pidum yang baru saja mengisi jabatan itu dan sebelumnya di Kejari Tanah Datar.

Dari pantauan Haluan di lapangan, tersangka dengan didampingi beberapa kerabat mendatangi kantor Kejari Padang pada pukul 14.38 WIB. Hal itu guna proses hukum yang harus dilaluinya, pemeriksaan dilakukan JPU berjalan dengan lancar, walaupun memakan waktu hingga pukul 18.30 WIB.

Diketahaui, dari informasi sebelumnyapenggerebekan gudang penyimpanan besi non SNI  berawal dari laporan masyarakat. Usai menerima laporan, petugas lalu menyamar sebagai pembeli dan mendatangi Toko Sumber Baru. Setelah negosiasi, petugas yang menyamar lalu membeli dua batang besi untuk kemudian diperiksa di Balai Riset dan Standarisasi Industri di Medan. Hasilnya, besi yang dijual Toko Sumber Baru diduga tidak memenuhi standar.

Contohnya, besi TYRS tidak memiliki diameter sebagaimana tertulis pada besi tersebut. Besi 12 milimeter, setelah dilakukan pengukuran ternyata hanya 11,34 milimeter. Berat besi tersebut juga tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Berdasarkan data yang diperoleh polisi saat melakukan penggeladahan, Toko Sumber Baru. Dari pemeriksaan itulah didapat bukti penjualan besi tidak standar sejak Januari 2016 hingga November 2017.

“Pada 2016, toko telah menjual sebanyak 460.822 batang besi. Sedangkan pada tahun 2017 tercatat penjualan sebanyak 404.031 batang. Karyawan toko juga mengakui kalau mereka menjual besi tidak SNI,” ucap Direskrimsus. (h/mg-hen)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]