Dikepung Polisi, Empat Pejudi Koa di Batang Arau Tidak Berkutik


Kamis, 26 April 2018 - 18:20:42 WIB
Dikepung Polisi, Empat Pejudi Koa di Batang Arau Tidak Berkutik Ilustasi/Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM-- Tengah asik main judi  "koa", empat pria diringkus anggota Reskrim Polsek Padang Selatan, di kedai di Jalan Seberang Penggalangan RT005 RW 003 Kelurahan Batang Arau Kecamatan Padang Selatan, Rabu, (25/4) sekira pukul 17.00 WIB.

Identitas ke empat pelaku adalah Fendra (42), Apriandi Caniago (30), Arisman (25), dan Yoga Pratama (18).

Baca Juga : Bersiap Edarkan Puluhan Pil Ekstasi, Pria RS Keburu Tertangkap

Polisi juga menyita barang bukti kartu "koa" sebanyak 180 lembar, empat batu domino, dan uang Rp263 ribu.

Informasi dari pihak kepolisian ditangkapnya para pejudi tersebut berawal dari laporan masyarakat bahwa di lokasi itu diduga sering terjadi perjudian dan sudah sering diperingatkan, tetapi tidak diindahkan.

Baca Juga : Tiga Hari Tenggelam di Laut, Seorang Nelayan Ditemukan Tewas

Menindaklanjuti laporan itu personel Polsek Padang Selatan mendatangi lokasi perjudian di dalam kedai. Saat itu didapati empat pelaku berjudi "koa" dengan uang sebagai taruhan.

Mengetahui polisi datang, para pejudi terkejut, bahkan ada yang mencoba melarikan diri. Tapi tidak bisa karena sudah dikepung aparat. Mereka pun pasrah digelandang ke mapolsek beserta barang bukti diatas.

Baca Juga : Duh Kasihan, Lima Anak Ini Keracunan Makanan di Pesta Ulang Tahun

Kanit Reskrim Polsek Padang Selatan Ipda Anjar mengatakan empat pejudi kartu "koa" diringkus di dalam kedai. 

"Jadi, empat orang ini diamankan karena kedapatan sedang bermain judi dengan uang sebagai taruhan. Kartu "koa" dan uang Rp263 ribu disita sebagai barang bukti," kata Anjar, kemarin.

Baca Juga : Seorang Pria Terjatuh Saat Mendaki Gunung Merapi

Ipda Anjar melanjutkan, setelah menangkap para pejudi, selanjutnya  mereka diinapkan di mapolsek untuk proses hukum selanjutnya. Informasi dari masyarakat, di lokasi tersebut sering digunakan untuk berjudi yang meresahkan masyarakat.

"Para pelaku berprofesi nelayan dua orang, satu pegawai kontrak, satunya lagi pengangguran. Penyidik masih memerikas para penjudi. Jika terbukti bersalah mereka yang berjudi "koa" tersebut terancam dijerat pasal 303 KUHP," ujar Anjar, mengakhiri. (h/mg-rei). 

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]