Suka Game Online, Dikucilkan KAN, Peracik Sabu itu Seorang Penghulu Kaum


Jumat, 27 April 2018 - 10:13:38 WIB
Suka Game Online, Dikucilkan KAN, Peracik Sabu itu Seorang Penghulu Kaum Dokumentasi Haluan

SOSOK RN Datuak Pandak (40) sontak membuat heboh publik Payakumbuh. Pasalnya oknum datuak dari Nagari Tiakar Payakumbuh Timur itu diciduk Polsekta Payakumbuh karena kedapatan memakai dan menjalankan home industry narkoba jenis sabu-sabu di rumahnya. Tak ada yang menyangka, sang datuak yang dikenal jarang keluar rumah dan pecandu game online akan nekat membuat narkoba.

Arie Alfikri - PAYAKUMBUH

Tak hanya memproduksi sabu, RN juga diketahui kumpul kebo dengan seorang ABG berumur 16 tahun. Terhitung sejak Desember 2017 sampai ditangkap Sabtu lalu (21/04), RN kumpul kebo dengan FSR (16), ABG perempuan  yang sudah putus sekolah. Selama lebih kurang empat bulan itu, ia bebas berhubungan intim dengan sang ABG layaknya suami istri sambil direcokinya dengan barang haram.

Sang ABG sendiri terlihat kurus. Ketika ditangkap dan dites urine, ia juga positif menggunakan sabu. Ia mengaku kenal dengan RN pada sebuah kafe di Kota Payakumbuh. Berawal dari perkenalan di kafe tersebut, ia mulai dekat dan menerima ajakan untuk tinggal di rumah oknum datuk itu.

Ketika Haluan berkunjung ke rumah RN di Kelurahan Tiakar, Kamis siang (26/3) tampak suasana di sekitar rumah begitu sepi. Hanya tampak ibu kandung RN sedang asyik berkebun di depan rumah. Sang ibu yang tak mau menyebutkan namanya itu mengaku sedih dan prihatin dengan peristiwa yang menimpa anaknya.

"Ya, saya ibunya RN. Saya tak menyangka akan seperti ini. Padahal dia anaknya orang rumahan. Suka di depan komputer, main game online bahkan dapat penghasilan dari main game," katanya.

Selama ini ibunda RN berada di Jakarta sehingga tidak tahu kalau anaknya tinggal bersama seorang ABG wanita.

"Saya di Jakarta menjalani manasik haji. RN di sini tinggal sendiri karena sudah lama bercerai dengan istrinya. Insya Allah saya berangkat haji tahun ini. Malah cobaan ini yang datang," kata sang ibu sambil menahan isak tangisnya.





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 01 Februari 2018 - 10:02:26 WIB
    Pengharagaan dari Kapolda Sumbar

    Dari yang Suka Menolong, Hingga Berhasil Ternak Bebek

    Dari yang Suka Menolong, Hingga Berhasil Ternak Bebek Menjadi polisi, tak melulu berurusan dengan tindak pidana. Mereka juga menjadi bagian dalam keseharian masyarakat, mulai dari kegiatan ekonomi kecil hingga persoalan kemanusiaan.  Hal itu tentu menjadi sesuatu yang luar bias.
  • Sabtu, 04 Februari 2017 - 19:38:42 WIB

    Komunitas Konstanta, Pasukan Pembasmi Hama dari Lembah Andalas

    Komunitas Konstanta, Pasukan Pembasmi Hama dari Lembah Andalas Bagi petani, hasil bumi dari sawah dan kebun merupakan asa untuk menyambung hidup. Tapi bagaimana jika hama menggerayangi hasil tani yang akan dipanen sudah menjadi santapan tupai, babi, tikus, dan hama lainnya..
  • Selasa, 19 Januari 2016 - 03:57:57 WIB

    Warga Jangan Khawatir Masukan Anak ke Pesantren di Sumbar

    Derasnya dekadensi moral akibat pengaruh glo­bal menyebabkan para orang tua muslim ba­nyak yang memasukan anaknya ke pondok pe­santren atau sekolah agama Islam yang se­jenis. .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM