Turis Denmark Diperkosa di Mentawai, Coreng Wajah Pariwisata Sumbar


Jumat, 27 April 2018 - 10:17:36 WIB
Turis Denmark Diperkosa di Mentawai, Coreng Wajah Pariwisata Sumbar SL, (24) asal Denmark bersama anggota polisi menunjukkan lokasi ia diperkosa di di Pulau Nyang-nyang, Desa Taileleu, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kepulauan Mentawai, Kamis (26/4). Redi

Kasus pemerkosaan ini mencoreng wajah pariwisata Sumbar dan dipastikan viral. Pemerintah daerah mesti cepat-cepat mengambil sikap serta melakukan evaluasi terkait perlindungan kepada wisatawan asing agar peristiwa serupa tidak terulang.

MENTAWAI, HARIANHALUAN.COM — Seorang turis wanita berkewarganegaraan Denmark berinisial SL (24) diperkosa warga lokal di Pulau Nyang-nyang, Desa Taileleu, Kecamatan Siberut Barat Daya, Mentawai, Selasa (24/4) siang.  Perbuatan satu orang ini mencoreng image pariwisata Sumbar.

Baca Juga : Maling Ikan Diperairan Kepri, 10 Kapal Asing Ditenggelamkan

Pelaku adalah Parmianan Sababalat (24), yang kesehariannya adalah pengolah kopra di Taileleu. Sedangkan SL yang diperkosanya adalah tamu Cottage Surfcamp E-Bay yang hendak berselancar. “Pelakunya sudah ditahan dan korban dalam perlindungan pihak kepolisian. Ini kasus pertama,” terang Kapolsek Siberut, Iptu Suriadi, Kamis (26/4).

Peristiwa bermula ketika SL hendak berselancar, dan berjalan sendirian dari penginapan menuju spot surfing. Di tengah jalan, dia bertemu dengan Parmianan. 

Baca Juga : Diterjang Angin Puting Beliung, 5 Unit Rumah Rusak di Agam

"Korban awalnya dicegat dan  dibujuk untuk berhubungan badan, namun korban menolak. Tidak terima ditolak, dia lalu mengancam dengan kayu. Rambut korban dijambak, lalu diseret ke semak-semak. SL sempat melawan dengan memukul korban dengan sandal dan lari. Namun usahanya tersebut sia-sia. Perbuatan bejat itu dilakukan,” ucap Kapolsek.

Usai melaksanakan niat jahatnya, pelaku malah member korban semacam kalung dan membujuk untuk tidak memberitahukan kepada orang lain atau melaporkan ke polisi.

Baca Juga : Warga Temukan Potongan Tubuh Marlena Lahagu di Sungai, Diduga Korban Keganasan Buaya

 “Setelah kembali ke penginapan korban menceritakan kejadian tersebut kepada pihak pengelola penginapan dan beberapa rekannya di sana, peristiwa itu dilaporkan langsung ke Polsek Siberut.  Mendapat laporan, anggota yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polres Siberut, Ipda. M Choir langsung berangkat dari Muara Siberut menuju Surfcamp E-Bay. Pelaku ditangkap. Korban dan pemilik Surfcamp dibawa ke Mapolsek Siberut untuk dimintai keterangan,” lanjut Kapolsek.

Akibat perbuatannya, Parmianan dijerat Pasal 285 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara, 286 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara, Pasal 280 ayat (1) KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara, dan pasal 55 ayat (1). “Kasus ini ditangani dengan serius karena menyangkut orang asing,” sebut Iptu Suriadi.

Baca Juga : Tindaklanjuti Kasus Aborsi Dua Pasangan Mahasiswa, Polisi Bongkar Makam Janin

Coreng Wajah Pariwisata

Ketua Umum Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita), Asnawi Bahar, sangat terkejut dengan peristiwa ini. Asnawi berharap berita ini tidak viral karena akan mempengaruhi wisatawan asing ke Sumbar atau Indonesia secara umum. Namun harapan Asnawi itu sudah terlambat. Kasus ini telah menjadi santapan media nasional.

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]