Eksekusi Melanggar Hukum di Basko Mall dan Hotel, Bareskrim Sita Pagar Rel Kereta Api 


Senin, 30 April 2018 - 12:30:46 WIB
Eksekusi Melanggar Hukum di Basko Mall dan Hotel,  Bareskrim Sita Pagar Rel Kereta Api  Pekerja yang ditugasi oleh Bareskrim Mabes Polri membongkar besi pagar yang menutupi parkir (kawasan Basko Hotel dan Mall), Sabtu (28/4). Pembongkaran dilakukan untuk menyita besi dan dititipkan di Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Padang di Jalan S Parman, Padang dan sebagian lagi di-policeline di areal Basko. 

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Tim Bareskrim Mabes Polri menyita pagar rel kereta api yang dipasang pihak PT KAI Divre II Sumbar di areal Hotel dan Mall Basko. Penyitaan yang berlangsung Jumat dan Sabtu (27-28/4), sebagai tindak lanjut dari pengaduan H Basrizal Koto atas eksekusi melanggar hukum yang terjadi pertengahan Januari lalu.  

Puluhan batang rel kereta api yang dilas menjadi pagar dan dilapisi seng di sepanjang sisi  pintu gerbang utara Hotel Basko terus masuk ke bagian dalam belakang Basko Grand Mall, sejak Jumat sampai Sabtu, dibongkar oleh belasan pekerja yang ditugaskan Bareskrim Mabes Polri. Pagar rel kereta api yang dibongkar itu sampelnya disimpan di Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Padang di Jalan S Parman, Padang dan sebagian lagi di-policeline di areal Basko. 

Proses penyitaan yang dilakukan tim Bareskrim disaksikan dua orang jaksa dari Kejaksaan Agung Sri Supriyanti dan Ety Sutiaty, dua orang jaksa dari Kejari Padang, Lurah Air Tawar Timur Afridal, RT dan tokoh masyarakat setempat, Manager Aset PT KAI Divre II Sumbar Drajat dan dua orang stafnya serta pelapor H Basrizal Koto dan GM Basko Grand Mall Roby Wiryawan.

“Kami mengapresiasi tindakan penyitaan yang dilakukan tim Bareskrim Mabes Polri. Selanjutnya, kami berharap Bareskrim segera menetapkan para tersangka dalam perkara yang dilaporkan klien kami ini,” kata Jon Mathias, SH, Penasehat Hukum Basrizal Koto kepada wartawan, Sabtu (28/4). 

Menurut Jon, pihaknya telah mengonfirmasi ke Bareskrim Mabes Polri dan memastikan perkara ini sudah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan dan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) telah dikirim ke Kejaksaan Agung RI sesuai dengan KUHAP dan Perkap tentang teknis penyidikan.

“Itu berarti sudah ada dua alat bukti yang kuat sebagai persyaratan untuk menetapkan tersangka. Kami berharap penyidik dalam waktu yang tidak lama lagi menetapkan tersangkanya,” ujar Jon.  

Perkara ini berawal dari eksekusi yang dilakukan atas permohonan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumbar di areal belakang Basko Hotel dan Mall di Jalan Prof Hamka, Padang, Kamis, 18 Januari lalu. Dalam eksekusi yang dikawal ratusan aparat itu, PT KAI tidak hanya memagar areal perkara, tapi juga menghancurkan bangunan belakang Basko Hotel dan Mall. 

Padahal, menjelang pelaksanaan eksekusi pihak H Basrizal Koto sudah menyampaikan protes dengan menunjukkan sertifikat sah HGB 200, 201 dan 205 dan dia bukanlah pihak yang berperkara, tapi eksekusi dengan menggunakan alat berat itu, tetap dilakukan.

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]