Pers Melawan Korupsi


Kamis, 03 Mei 2018 - 21:04:45 WIB
Pers Melawan Korupsi Ilustrasi (Dok Bhenz)

Oleh: Bhenz Maharajo

PERS, seiring perubahan jaman terus berganti baju. Jika di masa Orba produk pers begitu diawasi ketat, kini sudah tak lagi. Pers memiliki hak merdeka/kebebasan menentukan arah serta jalannya sendiri, tanpa perlu takut akan pengontrolan dan pembungkaman dari pemerintah. Meski bebas, pers tetap dituntut melaksanakan pengontrolan secara berkelanjutan, menjadi lembaga sosial yang mengawasi sendi-sendi publik, sekaligus memberi ruang bagi siapa saja untuk bersuara.

Baca Juga : SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

Kemerdekaan pers dalam arti luas disepakati banyak pihak sebagai pengungkapan kebebasan berpendapat secara kolektif dari hak berpendapat secara individu yang diterima sebagai hak asasi manusia. Masyarakat demokratis dibangun atas dasar konsepsi kedaulatan rakyat, dan keinginan-keinginan pada masyarakat demokratis itu ditentukan oleh opini publik yang dinyatakan secara terbuka. Hak publik untuk tahu inilah inti dari kemerdekaan pers, sedangkan wartawan hanya pelaksanaan langsung. Tidak adanya kemerdekaan pers ini berarti tidak adanya Hak Asasi Manusia (HAM).

Walau dalam perjalanannya perusahaan pers juga mesti memikirkan sisi bisnis agar terus bisa hidup, namun hal itu tak boleh mempengaruhi kemerdekaan pers dalam menyuarakan kepentingan publik. Bagaimana juga pers wajib bersikap independen, membebaskan diri dari belenggu kepentingan “cash money” jika sudah menyangkut hak publik. Dengan begitu, pers sudah menjaga martabatnya sendiri, dan akan dipandang benar-benar menjalankan fungsi idealnya.

Baca Juga : Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

Banyak tugas berat sebenarnya yang diemban pers di era demokrasi ini. Salah satu yang vital adalah turut serta dalam ikhtiar melawan korupsi. Tidak sekadar memberitakan upaya hukum semata, tapi pers juga harus ikut terlibat secara aktif dalam pengungkapan kasus lewat liputan-liputan mendalam, dengan sumber-sumber yang jelas. Turut sertanya pers, dipercayai mampu menekan lonjakan perbuatan rasuah, sekaligus mengedukasi masyarakat. Pers harus mampu mengambil perannya.

Dalam ikhtiar melawan korupsi, pers tak boleh setengah hati. Harus ada keyakinan bahwa kebenaran, termasuk dalam upaya melawan korupsi haram disuarakan sekali lalu atau setengah hati, tapi mesti terus menerus, tanpa jeda dan henti. Ini semua menuntut ketelitian, peluh dan ancaman yang bisa datang dari orang-orang yang merasa terganggu atas upaya penggalian fakta yang dilakukan. Pun demikian, segala hadangan itu tidak boleh menyurutkan langkah, menurunkan semangat atau menggoyahkan keyakinan.

Baca Juga : Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

Harian Haluan sudah bersikap. Koran tua ini, sejak bertahun-tahun lalu menyadari betapa pentingnya sikap pers dalam ikhtiar melawan korupsi. Sikap tersebut terus dipegang teguh hingga sekarang dan menjadi utang nan harus dilunasi kepada publik. Dukungan penuh dari pembacalah yang sampai sekarang membuat Haluan bisa tetap berdiri dengan keyakinannya. Bagi media massa, termasuk Haluan, kepercayaan pembaca adalah gumpalan semangat untuk melawan ketakutan yang disebarkan pihak-pihak tertentu.

Di luar itu, hari ini, 3 Mei 2018 adalah peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia. Hari yang semestinya jadi hari renungan bagi pers itu sendiri sebelum menentukan tujuan. Jaman sudah berubah, pers selayaknya juga menggeser pradigmanya dalam berkehidupan, termasuk dalam upaya pemberantasan korupsi, dimana pers tak masanya lagi hanya bersikap pasif, tapi sudah mesti mengambil sikap aktif sebagai penggerak, sekaligus rumah besar perubahan. (*)

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07:37 WIB

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam  siswa Perlu Ditinjau Ulang Ternyata persoalan pemakaian jilbab bagi siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang,  belum berakhir. Pemberitaannya hiruk pikuk dan viral  diperbincangkan secara nasional dalam dunia pendidikan. Sampai Mendikbud terpancing angkat b.
  • Kamis, 04 Februari 2021 - 14:45:37 WIB

    Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

    Jangan Ikuti!  Iblis Penebar Hoaks Pertama Kita barangkali akrab dengan cerita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis..
  • Senin, 01 Februari 2021 - 16:58:52 WIB

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam Syekh Muhammad Djamil Djambek adalah ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awal abad ke-20, dilahirkan pada tahun 1860 di Bukittinggi, terkenal sebagai ahli ilmu falak terkemuka..
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]