Publik Respons Laporan IP, Puluhan Pengacara Siap Membela, Aktivis Antikorupsi Meradang


Kamis, 03 Mei 2018 - 22:16:08 WIB
Publik Respons Laporan IP, Puluhan Pengacara Siap Membela, Aktivis Antikorupsi Meradang Irwan Prayitno

Laporan : Tim Liputan Haluan

Langkah Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang melaporkan pemilik akun Facebook Bhenz Maharajo dan Maidestal Hari Mahesa II ke polisi yang menyikapi pengakuan terdakwa kasus dugaan korupsi SPj fiktif senilai Rp62,5  miliar, Yusafni memantik respons publik.  Seketika wartawan, aktivis antikorupsi serta pengacara jadi “kompak”. Sebagai catatan, Bhenz merupakan wartawan Harian Haluan sedangkan Mahesa yang akrab disapa Esa itu, merupakan anggota DPRD Padang.

Tanda pagar (Tagar) alias hastag di Medsos yang memberikan dukungan dan tanda solidaritas kepada keduanya bermunculan di banyak media sosial. Tagar #KamiHaluan, #KamiTidakTakut, #Kamibersamahaluan, dan #SaveBhenzEsa bermunculan di facebook , WA grup, Instagram dan media sosial lainnya . Tak hanya itu.  Di beberapa tempat, ada yang memproduksi baju kaos yang bertuliskan taggar-taggar tersebut. Jumlahnya mungkin tak sedahsyat baju kaos dengan taggar #2019gantipresiden.

Keadaan seperti berbalik. Kekuatan besar itu seperti menenggelamkan upaya pelaporan oleh gubernur. Sejumlah elemen bahkan menyiapkan aksi nyata, seperti AJI, KMS dan puluhan professional dari kalangan pengacara yang merespon laporan tersebut.

Bagi Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), pelaporan Jurnalis ke polisi oleh Gubernur Sumbar, 'Kado Hitam' di Hari Kebebasan Pers Sedunia. Hari Kemerdekaan Pers Sedunia atau yang dikenal dengan World Press Freedom Day (WPFD) kembali diperingati pada 3 Mei 2018 ini.

Dalam rilisnya, AJI Padang menyebut WPFD merupakan momentum untuk merefleksi kembali pentingnya merawat kemederkaan pers. Apalagi masih bermunculannya kasus  kekerasan terhadap jurnalis, terutama di Sumatera Barat.

Menjelang peringatan WPFD ini, tepatnya Selasa malam 1 Mei 2018. Gubernur Irwan Prayitno melaporkan 2 akun Facebook dan seorang terdakwa kasus korupsi ke Polda Sumatera Barat, atas dugaan  pencemaran nama baik dan menyebarkan berita bohong.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang menilai, sebaiknya Gubernur Irwan Prayitno mencabut laporan terhadap pemilik akun Facebook Bhenz Marajo dan Maidestal Hari Mahesa, karena ini preseden buruk bagi kebebasan pers, kebebasan berpendapat dan berekspresi.


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]