Publik Respons Laporan IP, Puluhan Pengacara Siap Membela, Aktivis Antikorupsi Meradang


Kamis, 03 Mei 2018 - 22:16:08 WIB
Publik Respons Laporan IP, Puluhan Pengacara Siap Membela, Aktivis Antikorupsi Meradang Irwan Prayitno

“Kami juga mengimbau pihak kepolisian untuk berpedoman kepada Nota Kesepahaman Kapolri dan Dewan Pers, karena kasus yang dilaporkan sesungguhnya bukan berdiri sendiri, tetapi sangat terkait dengan pemberitaan,” kata Andri El Faruqi, Ketua AJI Padang.

Hal senada juga diungkap oleh Koalisi Masyarakat Sipil (KMS). Mereka mengimbau pihak Kepolisian bijak menindaklanjuti laporan tersebut dan mendukung  pihak kepolisian mengusut keterangan Yusafni tentang orang-orang penerima aliran duit dugaan korupsi SPJ Fiktif dan membuktikan terlebih dahulu kebenarannya.

Salah seorang peneliti ICW (Indonesian Corruption Watch) Donal Fariz juga ikut merespon. Aktivis antikorupsi ini menilai pengaduan IP tampak kabur (obscuur),  antara mau mengadukan koran dengan Jurnalisnya.

Baca Juga : 40 Negara di Dunia Tak Bisa Beri Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Jika yang diadukan Bhenz Maharajo, Donal beranggapan ia  merupakan entitas insan pers. Ia diberikan imunitas terbatas oleh UU pers.  Lalu, soal yang dilaporkan adalah akun facebook-nya, Donal mengingatkan bahwa yang dilindungi itu orangnya (rechtpersoon), sementara facebook itu hanya alat atau instrumen saja berita itu disebarkan

“Jadi tidak bisa dipisahkan ia sebagai insan pers sekalipun menulisnya di facebook. Apalagi tulisan di FB merupakan bagian yg sama dengan berita di Koran Haluan,”ujar alumni Fakultas Hukum Unand ini seraya mengingatkan tentang MoU antara Dewan Pers dengan Polri terkait aduan soal perselisihan pers.

Perselisihan pada pers itu sendiri, kata Donal lagi, diselesaikan dengan cara yang bertahap dan berjenjang mulai dari mulai dari menggunakan hak jawab, hak koreksi, pengaduan kepada dewan pers maupun proses perdata.

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]