Akan Adakan Pertemuan, Ketua LKAAM: Gubernur Harus Lebih Bijak


Jumat, 04 Mei 2018 - 11:19:22 WIB
Akan Adakan Pertemuan, Ketua LKAAM: Gubernur Harus Lebih Bijak Ketua LKAAM M Sayuti Datuak Rajo Panghulu

PADANG, HARIANHALUAN.COM--Sementara itu, Ketua LKAAM Sumbar M Sayuti Datuak Rajo Panghulu mengatakan, menyikapi berbagai persoalan yang saat ini terjadi di Sumbar, mulainya dari maraknya LGBT, narkoba, dan adanya masalah korupsi yang merugikan keuangan negara hingga puluhan miliar rupiah, dalam waktu dekat LKAAM, MUI, Tarbiyah, Muhamaddiyah, dan beberapa organisasi keagaamaan lainnya akan merapatkan barisan untuk membahasnya.

Selanjutnya, kata dia, akan ada pernyataan sikap yang disampaikan sejumlah lembaga adat dan agama tersebut

Baca Juga : Berikut Data Sementara Kerusakan Akibat Gempa di Talaud

Berkaitan dengan langkah pelaporan yang diambil gubernur terhadap Bhenz Maharajo yang notabene Redaktur Pelaksana Harian Haluan, M Sayuti juga sangat menyayangkan hal ini.

"Kami berharap bapak gubernur tidak terlalu agresif mengadukan pers. Harus lebih bijak menyikapi. Kalau LKAAM, kita mendukung langkah media membuka semua kasus korupsi di Sumbar, seperti yang diberitakan Haluan. Jangan hanya kasus SPJ fiktif, kalau ada kasus yang lain, harus dibuka semuanya," tukas Sayuti.

Baca Juga : Seorang Bandar Narkoba Ditembak Mati

Tak Nyaman

Sayangnya, ketika Haluan mencoba meminta tanggapan salah satu pengacara IP, Miko Kamal, hingga pukul 21.00 WIB tadi malam, yang bersangkutan tak merespon pesan WA dan telepon.  Sebelumnya, Irwan Prayitno sendiri mengakui ia melaporkan tentang pencemaran nama baik menyusul dirinya disebut kecipratan dana hasil korupsi Yusafni Rp500 juta. Hal itu, kemudian disebarluaskan melalui media cetak, elektronik dan media sosial.

Baca Juga : Dampak Gempa di Talaud, Listrik Padam dan Sinyal Susah

Dikatakannya, sebagai warga negara ia, keluarga dan kerabatnya merasa tidak nyaman dengan tuduhan tersebut maka melaporkan perbuatan itu ke pihak kepolisian untuk mendapatkan keadilan.

“Yusafni sebagai pemberi berita bohong di luar persidangan. Sementara Bhenz Maharajo dan Maidestal Hari Mahesa II yang melakukan penyebaran di media sosial. Sehingga tiga orang tersebut saya laporkan sebagai pencemaran nama baik ,” ucapnya. (h/len/mg-hen)

Baca Juga : Tidak Berpotensi Tsunami, Kepulauan Talaud Diguncang Gempa 7.1 Magnitudo

Baca juga: Irwan-prayitno-polisikan-wartawan-dan-anggota-dprd-belasan-lsm-anti-korupsi-nyatakan-sikap

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]