Sumbar Kekurangan Sekolah Ramah Anak


Jumat, 04 Mei 2018 - 12:05:45 WIB
Sumbar Kekurangan Sekolah Ramah Anak Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menandatangani deklarasi sekolah ramah anak didampingi Kadis DPPPA Ratna Wilis. Rina Akmal

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas kreativitas dan Budaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Elvi Hendrani mendorong pemerintah daerah untuk berkomitmen menciptakan sekolah ramah anak. Sumbar termasuk lamban pergerakannya untuk sekolah ramah anak, padahal sudah banyak kabupaten kota yang dianggap sebagai Kota Layak Anak (KLA).

“Dari 19 kabupaten kota, hanya tiga atau empat daerah yang nampak bergerak aktif, selebihnya belum begitu nampak. Salah satu indikator KlA itu kan sekolah ramah anak," ungkap Elvi usai sosialisasi model sekolah ramah anak, yang dihadiri oleh Bappeda, DPPA, SMA, SMK, MAN, Kamis (3/5) di Padang.

Baca Juga : Wikan Sakarinto: Sekolah Akademik dan Vokasi Sama Baiknya Asal Sesuai Passion

Elvi mengatakan, indikator utama untuk menciptakan sekolah ramah anak bukanlah sarana prasarana saja melainkan sikap lingkungan sekolah bagaimana membuat anak merasa nyaman, aman selama di sekolah dan jangan sampai sarana yang ada membahayakan bagi anak.

"Berapa banyak sekolah di Jawa, NTT dengan fasilitas minim tapi mampu berkomitmen menciptakan sekolah ramah anak. Sekolah ramah anak itu, bersih, aman, ramah, indah, inklusif, sehat, asri, nyaman," ujarnya.

Baca Juga : Pendaftaran Mahasiswa Baru Politeknik ATI Padang Melalui Jarvis Prestasi Dibuka Sampai 31 Maret, Ini Syaratnya

Untuk itu, ia mengajak agar Pemda dan sekolah sama-sama memiliki komitmen untuk mewujudkan sekolah ramah anak agar terciptanya pembangunan manusia yang berkualitas dan berkarakter. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan deklarasi yang di SK kan Pemda, dan dikawal oleh tiga kementerian kalau di daerah dikawal oleh tiga OPD, BPPA, Dinas pendidikan, dan Kanwil Kementerian Agama. Tiga OPD inilah yang harus mengawal terus, untuk menyelamatkan anak-anak di sekolah.

Ia menyebutkan, SK yang diberikan Pemda pada pihak Kementrian untuk sekolah yang diakui secara resmi oleh Pemda  yang memiliki komitmen sekolah ramah anak lebih kurang 5.353, terhitung akhir April 2018 ini. Artinya baru mencapai dua persen sekolah layak anak di Indonesia, dari jumlah sekolah mencapai 250.000 yang ada di Indonesia.

Baca Juga : Inspiring Webinar, Telkomsel Dorong Pertumbuhan Digipreneur Mahasiswa dan Pelajar di Sumatra 

"Berbicara layak anak ngomongnya bukan persen karena kita berbicara jumlah anak yang terlindungi di setiap sekolah, kalau satu sekolah saja sudah menerapkan maka minimal 500 anak sudah terlindungi. Kalau kita berbicara soal persentase, artinya kita bicara pesimis. Sekolah ramah anak ini mulai bergerak 2016 lalu, tapi di sejumlah provinsi sudah menunjukkan komitmen," jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi Kepala Dinas BPPPA Sumbar Ratnawilis mengatakan, berbicara sekolah ramah anak baik di sekolah ataupun tempat umum anak berhak mendapatkan lingkungan dan perlakuan yang baik dari orang dewasa.

Baca Juga : Wikan Sakarinto: Utamakan Passion Anak, Jangan Persoalkan S1 dan D4

"Sekolah ramah anak ini adalah suatu keniscayaan yang harus dipenuhi oleh semua sekolah tanpa terkecuali. Kenapa perhatian khusus pada anak (ramah anak), baik hak pendidikan, perhatian, kesehatan karena anak berhak mendapatkan hak-haknya," ulasnya.

Menurutnya, jika anak tidak mendapatkan pelayanan, dan hak-hak nya maka anak tidak akan tumbuh dengan baik, potensi yang ada pada diri anak tidak akan terkembangkan. Kalau anak mendapatkan fasilitas dan hak-haknya dengan penuh maka anak akan melalui dan menikmati perkembangannya dengan baik.

"Dalam memori anak akan membantunya mengembangkan diri hingga dewasa, termasuk membentuk karakter yang baik karena sudah memiliki dasar-dasar dari kecil baik dari sekolah, orangtua, maupun lingkungannya," ujarnya.

Untuk itu, ia berharap dengan adanya pelatihan ini agar dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh peserta untuk ditindaklanjuti di daerah masing-masing. Sosialisasi ini jangan sampai habis di dalam ruangan ini saja, tapi berlanjut ke masing-masing sekolah.

Sosialisasi sekolah ramah anak yang difasilitasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini dihadiri oleh puluhan peserta , yang berasal dari Bappeda, sekolah perwakilan dari 19 kabupaten kota di Sumbar. (h/rin)

 

 

 

 

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]