Hari Ini Yusafni Dituntut, Bareskrim Buru Penikmat Uang SPj Fiktif 


Senin, 07 Mei 2018 - 12:27:11 WIB
Hari Ini Yusafni Dituntut, Bareskrim Buru Penikmat Uang SPj Fiktif  Irwan Prayitno

Praktik bagi-bagi uang dalam kasus korupsi Surat Pertanggungjawaban (SPj) fiktif, agaknya bukan ocehan semata. Penyidik Bareskrim Polri bahkan sedang mengidentifikasi nama-nama orang yang turut serta menerima uang panas tersebut. Para penikmatnya berpeluang besar dijerat pasal pencucian uang.

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri masih terus  mengembangkan tahap penyelidikan (lid) kasus Surat Pertanggungjawaban (SPj) fiktif jilid II. Hingga saat ini, penyidik sedang mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti-bukti untuk mencari keterlibatan pihak lain.

Baca Juga : Sri Mulyani: Joe Biden Bawa Harapan Pemulihan Ekonomi Dunia

Kepala Subdit IV Dittipidkor Bareskrim Polri Kombes Pol Totok Suharyanto didampingi AKBP Rahmat kepada Haluan, Minggu (5/5) mengatakan, dugaan aliran uang ke banyak pihak bukan sekadar ocehan Yusafni saja. Dalam pengembangan kasus, Bareskrim juga menemukan praktik tersebut.

“Aliran uang ke sejumlah orang itu jelas ada, karena selain Tipidkor ini juga masuk ke ranah Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Yusafni tidak bekerja sendiri. Dia hanya bagian dari dugaan tindak kejahatan yang terstruktur,” katanya.  

Baca Juga : Pelantikan Presiden AS, Jokowi Ucapkan Selamat pada Joe Biden

Proses pengembangan kasus ini tetap akan terus dilakukan, karena menyangkut kerugian keuangan negara dengan jumlah cukup banyak. Perhitungan BPK RI, SPj Fiktif dengan pelaku utama Yusafni  tersebut merugikan negara hingga 62,5 miliar.

“Kami masih mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti. Gunanya tentu untuk melihat keterlibatan pihak-pihak lain. InsyaAllah kami terus fokus. Kami berharap semua pihak terus mendorong dan mendukung pengungkapan kasus ini,” kata Totok.

Baca Juga : Joe Biden Wajibkan Pemakaian Masker di Semua Gedung Federal

Informasi terakhir, Dittipidkor Bareskrim yang sebagian besar anggotanya mantan penyelidik dan penyidik KPK, telah memeriksa setidaknya 30 pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar dalam pengusutan kasus SPj Fiktif jilid II ini.

Setelah penyelidikan tuntas dilakukan, sesuai tahapan yang berlaku, akan dilakukan gelar perkara untuk memastikan siapa yang terlibat dan siapa yang akan ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga : Distribusi Dihentikan, Vaksin Corona Moderna Sebabkan Alergi Parah

Permintaan dukungan oleh Bareskrim langsung ditanggapi Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) Tanzilal Wanda Rizki.

Mahasiswa, kata Wanda akan berada di garis terdepan dalam pengungkapan kasus ini. Penegak hukum harus menindak tegas para pelakunya, termasuk mengungkap kebenaran soal aliran dana.

“Kami atas nama mahasiwa meminta kasus ini dituntaskan dan diproses. Penegak hukum juga mesti terbuka. Dukungan sepenuhnya diberikan,” kata Tanzilal Wanda Rizki saat di hubungi Haluan, Minggu (6/5).
Hari ini, Yusafni Dituntut

Sesuai jadwal, hari ini, Senin (7/5), Yusafni Ajo akan menjalani sidang penuntutan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan membacakannya di depan majelis hakim Pengadilan Tipikor Padang.

“Soal berapa tuntutan yang akan diberikan, silakan mengikuti proses sidang besok (hari ini—red). Sidang terbuka untuk umum. Siapa saja boleh datang, melihat, mengawasi dan melakukan pemantauan,” terang Erianto SH, JPU yang berasal dari Kejaksaan Agung kepada Haluan.

Kubu Yusafni juga siap menghadapi tuntutan, dan juga akan mengajukan pledoi, sesuai mekanisme persidangan.

“Klien saya siap menghadapi tuntutan. Yang pasti, segala upaya sudah dilakukan. Lihat saja besok ,” ungkap Bob Hasan, kuasa hukum Yusafni Ajo, Minggu malam.

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]