Kanibal Asal Tanah Datar Divonis Seumur Hidup


Senin, 07 Mei 2018 - 18:41:39 WIB
Kanibal Asal Tanah Datar Divonis Seumur Hidup Ilustrasi (haluan)

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Masih ingat dengan aksi Sumanto, sang kanibal asal Purbalingga, Jawa Tengah yang makan mayat dengan cara mencurinya di kuburan. Kisah kanibal Indonesia yang terjadi pada tahun 2003 lalu, terjadi di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi pada tahun 2017 lalu. Pelakunya, Terosman, "Sumanto" asal Tanah Datar. Dia divonis hukuman seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Muarabulian, Kabupaten Batanghari.

Pelaku yang beralamat di Tabuh Pulut, Nagari Tabek, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Batanghari, Kamis (3/5) lalu. Diketahui, Terosman alias Mansur Kate tak sekadar membunuh, tapi juga memutilasi dan memakan kemaluan korbannya.

Baca Juga : Terduga Pembunuh Istri Mantan Sekda Ditangkap

Dalam pembacaan putusan, majelis hakim diketuai Derman P Nababan, didampingi hakim anggota Andreas Arman Sitepu dan Listyo Arif Budiman, berpendapat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Batang Hari berhasil membuktikan dakwaan. Jaksa sebelumnya menjerat Terosman dengan Pasal 340 KUHP dan Pasal 363 ayat 1 ke- 4 KUHP, dengan tuduhan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan pencurian dalam keadaan memberatkan.

Berbeda dengan Sumanto yang makan mayat mentah-mentah, terdakwa Mansur justru makan secara tidak lazim. Dia makan alat kelamin (kemaluan) setelah sebelumnya korban dibunuh dengan cara keji. Ironisnya, terdakwa melakukan perbuatannya tersebut dilakukan terhadap majikannya sendiri, yakni Dasrullah, warga Desa Tidarkuranji, Marosebo Ilir, Kabupaten Batanghari, Jambi pada November tahun lalu. Tidak itu saja, terdakwa melibatkan anak kandungnya sendiri yang di bawah umur untuk menyembunyikan mayat korban dan melakukan pencurian harta benda milik korban.

Baca Juga : Innalillahi, Seorang Petani Ditemukan Meninggal di Sawah

Menurut Listyo Arif Budiman, Humas PN Muarabulian, akibat perbuatan terdakwa tergolong sadis dan tidak berprikemanusiaan, dan sudah merupakan aksi kanibal, Ketua PN Muarabulian Derman P Nababan yang bertindak sebagai hakim ketua, dan Andreas Arman Sitepu, Listyo Arif Budiman masing-masing sebagai hakim anggota, mengganjar terdakwa dengan pidana seumur hidup.

Dalam aksinya, terdakwa dendam kesumat dengan korban. Alasannya, selama bekerja selama empat tahun sebagai penjaga dan tukang panen buah sawit, selama tiga tahun tidak diberi upah kerja oleh korban. Padahal, sebelumnya korban menyanggupi memberikan upah sebesar Rp2 juta rupiah per bulan. Namun, kenyataannya yang diterima terdakwa hanya Rp200 ribu per ton buah sawit.

Baca Juga : Gunung Sinabung Semburkan Awan Panas Sejauh 4.500 Meter

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]