Kanibal Asal Tanah Datar Divonis Seumur Hidup


Senin, 07 Mei 2018 - 18:41:39 WIB
Kanibal Asal Tanah Datar Divonis Seumur Hidup Ilustrasi (haluan)

Inilah yang memicu terdakwa merencanakan membunuh korban secara sadis. Tidak hanya dibacok hingga isi perutnya terburai, terdakwa kemudian memotong kemaluan korban menggunakan pisau dapur. Akan tetapi masih tidak berhasil, selanjutnya, terdakwa mengambil kembali menggunakan golok yang digunakan untuk membacok korban tadi untuk mengiris kemaluan korban hingga putus.

Entah setan apa yang ada dibenak Mansur, usai alat kemaluan korban dipotong malah dijadikan menu makannya. "Kemaluan korban tersebut direbus kemudian dimakan oleh terdakwa dengan menggunakan nasi. Sebelum peristiwa itu, terdakwa memesan kepada korban, supaya korban membawa perbelanjaan berupa beras, ikan dan minyak. Akan tetapi tidak ada dibawa korban. Akibatnya, terdakwa semakin sakit hati," tukas Listiyo kepada Okezone.com.

Baca Juga : Gempa Jatim, Presiden Perintahkan Jajarannya Temukan Korban yang Tertimbun Reruntuhan

Usai menyantap kuliner yang ekstrim di rumah korban tersebut, kemudian terdakwa beristirahat sejenak menikmati perut yang kenyang makan lauk yang tak ada jualannya di rumah makan. Dirasa cukup istirahat, terdakwa mendatangi dan membangunkan anaknya berinisial MRF untuk menguburkan mayat korban di di ladang.

Usai melakukan aksi sadis dan kanibal tersebut, tanpa terlihat berdosa terdakwa masih bekerja seperti biasa memanen di kebun milik korban. Namun, seiring waktu berjalan, terdakwa merasa dihantui oleh ketakutan sebagai kanibal. Akhirnya terdakwa dan anaknya berangkat ke kampung dengan membawa sepeda motor milik korban.

Baca Juga : BNPB Tegaskan Gempa Malang Bukan Termasuk Megathrust, Tapi Zona Beniof

Atas putusan Majelis Hakim tersebut, terdakwa yang mengenakan baju tahanan terlihat tertunduk lemas dan lesu, serta menyatakan pikir-pikir. Sebelumnya Vanda Satriadi Pradipta, Jaksa Penuntut Umum memohon supaya Majelis Hakim menjatuhkan pidana mati bagi terdakwa, tetapi Majelis Hakim dalam pertimbangannya menyatakan lain.

Meskipun tindakan terdakwa yang menghabisi majikannya tergolong sadis dan tidak berprikemanusiaan, tegas Listiyo, tujuan pemidanaan bukanlah semata-mata untuk melakukan pembalasan (retribution), tetapi juga haruslah mempertimbangkan seluruh aspek yang terkait dengan adanya tindak pidana itu, yaitu sebagai pembelajaran.

Baca Juga : Minibus Terjun ke Sungai di Agam, Ini Nama-nama Korban

Selain itu, sambungnya, mengasingkan terdakwa dari tengah-tengah masyarakat sehingga masyarakat termasuk keluarga korban menjadi aman, maupun sebagai efek jera, bagi terdakwa dan anggota masyarakat lainnya.

Terosman ditangkap di Solok Selatan. Sedangkan anaknya di Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Dari tangan Terosman, polisi menyita barang bukti berupa cangkul, lori, atau alat pengangkut buah sawit, dan sebilah golok yang ditemukan di sekitar lokasi terjadinya pembunuhan. Kepada polisi, Terosman mengaku memotong bagian tangan, perut dan leher korban. Jenazah korban yang sudah dimutilasi kemudian dibuang di tengah perkebunan sawit di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga : Sedang Nongkrong, Warga di Padang Dilempari Gerombolan Bersepeda Motor

"Sebelum saya makan, saya masak dengan bumbu. Dimakan biar tidak dihantui korban," ujar Terosman. (h/ben)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]