152 Ribu Angkatan Kerja Sumbar Penganggur


Selasa, 08 Mei 2018 - 11:59:30 WIB
152 Ribu Angkatan Kerja Sumbar Penganggur Ilustrasi (haluan)

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat, hingga Februari 2018, jumlah angkatan kerja yang menganggur di Sumbar mencapai angka 152,24 ribu orang. Sementara, jumlah angkatan kerja mencapai 2,74 juta orang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Sukardi menyebutkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) didominasi oleh lulusan Diploma  I/II/III  sebesar 9,52 persen, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 9,50 persen dan SMA sebesar 7,97 persen.

Baca Juga : Sebanyak 27.798 Orang di Sumbar Telah Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

"Ada penawaran tenaga kerja yang tidak  terserap terutama pada tingkat pendidikan diploma dan SMK, sedangkan untuk pendidikan SD ke bawah hanya sekitar 3,34 persen yang belum terserap," ujar Sukardi, Senin (7/5).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa penyerapan tenaga kerja yang paling banyak berasal dari tingkat SMP hingga ke bawah, karena memang mereka  cenderung mau bekerja apa saja, berbeda dengan TPT yang sudah menempuh pendidikan tinggi.  "Ketika dilakukan survei bisa jadi saat itu angkatan kerja diploma sedang mencari pekerjaan," ujarnya

Baca Juga : Positif Corona di Sumbar Bertambah 87 Orang, Total 29.467 Kasus

Selain itu, jumlah TPT di perkotaan jauh  lebih tinggi dibandingkan dengan pedesaan, dimana jumlah penggangguran di perkotaan sebesar 6,69 persen sedangkan wilayah pedesaan hanya sekitar 4,56 persen.

"Untuk wilayah perkotaan TPT mengalami peningkatan sebesar 0,06 poin dan pedasaan mengalami penurunan sebesar 0,15 poin, selain itu peningkatan jumlah pengangguran diperkotaan juga disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang melakukan urbanisasi," ujarnya dilansir Covesia.com.

Baca Juga : Deklarasi Tolak KLB, Tegaskan Demokrat Solid dan Tegak Lurus dengan AHY

Meski demikian, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sumbar tahun 2017 dinilai tinggi, sebesar 71,24, bertengger dan berada di peringkat kesembilan nasional. IPM sendiri merupakan indikator untuk mengukur keberhasilan pemerintah dalam membangun kualitas manusianya. IPM juga digunakan sebagai salah satu alokator Dana Alokasi Umum (DAU) dari pusat ke daerah.

Sukardi, menyebutkan bahwa ada empat hal yang dijadikan sebagai komponen pembentuk IPM di daerah. Keempat hal tersebut adalah angka harapan hidup, pengeluaran perkapitapertahun, harapan lama sekolah, dan rata-rata lama sekolah.

Baca Juga : Kunjungan ke BLK Padang, Wagub Audy: Ini Menakjubkan Sekali!

Berdasarkan hasil pengkuran IPM di Sumbar, angka harapan hidup tahun 2017 di Sumbar yakni 68,78 tahun, harapan lama sekolah 13,94 tahun, dan rata-rata lama sekolah 8,72 tahun. Sedangkan pengeluaran perkapitapertahun oleh penduduk Sumbar sebesar Rp 10,036 juta. "Tren IPM di Sumbar terus naik. Sejak 2010-2017, IPM rata-rata tumbuh 0,85 persen per tahun," kata Sukardi kepada Republika.

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]