Rp285 Miliar Dana Disdik Sumbar Mengendap


Rabu, 09 Mei 2018 - 11:20:41 WIB
Rp285 Miliar Dana Disdik Sumbar Mengendap Ilustrasi (net)

DPRD Sumbar merasa aneh dengan laku Dinas Pendidikan (Disdik) Sumbar yang membiarkan anggaran ratusan miliar tidak terpakai. Di tengah kesulitan keuangan yang melanda, semestinya dinas-dinas merealisasikan anggaran yang sudah diberikan. Namun Kadisdik Sumbar punya alasan jelas kenapa anggaran itu tak terpakai.

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Tak terpakainya ratusan miliar anggaran itu terungkap dalam rapat Komisi V DPRD Sumbar dengan mitra kerja tentang pertanggungjawaban APBD, Selasa (8/5). Dari Rp2,162 triliun APBD tahun 2017 untuk Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumbar, yang mampu direalisasikan hanya Rp1,8 triliun. Sebanyak Rp285 miliar diantaranya dan terletak pada pos belanja tak langsung tidak mampu direalisasikan.

Baca Juga : Inspiring Webinar, Telkomsel Dorong Pertumbuhan Digipreneur Mahasiswa dan Pelajar di Sumatra 

Ketua Komisi V DPRD Sumbar, Hidayat sangat menyesalkan ketidakmampuan Dinas Pendidikan merealisasikan anggaran yang diperuntukkan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut. Angka Rp285 miliar yang tak terbelanjakan tadi merupakan angka yang tidaklah sedikit. Disebut Hidayat nilai ini terbilang fantastis.

"Ini adalah pengkhianatan terhadap rakyat. Di saat bidang-bidang lain kekurangan anggaran dan tak bisa dibantu, mereka membiarkan anggaran tersimpan dalam laci," ucap Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar itu, Selasa siang.

Baca Juga : Wikan Sakarinto: Utamakan Passion Anak, Jangan Persoalkan S1 dan D4

Ia memaparkan, salah satu hal yang tak mampu direalisasikan Dinas Pendidikan dan menimbulkan sisa anggaran yang sangat tinggi adalah belanja gaji dan tunjangan pegawai. Nilainya mencapai Rp124,5 miliar. Besarnya belanja dan tunjangan pegawai yang tak terealisasi, jelas dia, menandakan tidak akuratnya data yang dimiliki Dinas Pendidikan tentang jumlah pegawai yang ada di dinas itu.

Data yang tak akurat inilah yang kemudian ia nilai memicu terjadinya kelebihan anggaran, dan tidak terbelanjakan.

Baca Juga : Sepekan Pembelajaran Tatap Muka di Palalawan, Dikbud: Aman

"Program OPD lain banyak yang tak bisa dikerjakan, ada kebutuhan jalan lingkung, pembangunan Masjid Raya yang masih terbengkalai, Main Stadium Lubuk Alung yang masih tak kunjung selesai, kebutuhan kesehatan, dan yang lain. Semua mendesak dianggarkan, tapi Dinas Pendidikan membiarkan uang bersisa," ujarnya.

Berangkat dari kelemahan Dinas Pendidikan merealisasikan anggaran, imbuh dia, Komisi V menginginkan OPD itu tidak lagi mengulanginya di tahun sekarang dan masa akan datang.  Khusus Dinas Pendidikan, ia minta agar tak menerima saja dana yang sesungguhnya tidak mereka butuhkan.

Baca Juga : BPSDMI Dukung Politeknik ATI Padang Raih Predikat WBBM Tahun 2021

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]