Korban Air Bah Batang Lembang Solok Bersihkan Makam Nenek, Widya Seolah Bersihkan Makamnya


Selasa, 15 Mei 2018 - 09:29:36 WIB
Korban Air Bah Batang Lembang Solok Bersihkan Makam Nenek, Widya Seolah Bersihkan Makamnya Sejumlah warga dan tim SAR melakukan penyisiran di Batang Lembang, Koto Baru, Kabupaten Solok, Minggu (13/5). YUTISWANDI

Laporan: Yutiswandi

Salah satu korban air bah Batang Lembang, Widya Aprinia, Senin (14/5) kemarin dikebumikan di pandam pekuburan keluarga.  Kepergiannya membawa rasa duka mendalam bagi keluarga Irsal dan Dewi, bapak dan ibu Widya yang merupakan warga Perumahan Batubatupang Indah, Koto Baru.

Baca Juga : SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

Peristiwa naas yang terjadi Minggu (13/5) itu juga memakan korban dua orang lainnya. Dua korban lain itu hingga kini belum diketahui keberadaannya pascaterseret air bah aliran Batang Lembang sejak dari kawasan Aie Abu, Korong Sawah Pasie Nagari Koto Baru.  Sejumlah kabar soal peristiwa ini sempat simpang siur. Ada yang menyebut anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Irsal dan Dewi ini ke Batang Lembang untuk mandi-mandi di sungai itu.

“Bukan,”jelas Aznul, teman satu kantor orang tua Widya, Irsal di Pemkab Solok saat ditemui Haluan di rumah duka.

Baca Juga : Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

Widya yang bertugas di Pemkab Solok sebagai tenaga harian lepas THL disebut Aznul baru saja pulang dari ziarah kubur di makam neneknya yang berada tak jauh dari tepian sungai, persis di belakang komplek perumahan tempat ia menetap. Di usianya yang masih berbilang muda itu, yakni 23 tahun, Widya sosok yang peduli dengan almarhum neneknya. Tak sekedar ziarah, Widya yang bertugas di Pemkab Solok sebagai ajudah pribadi Asisten II Setdakab Solok itu juga bersih-bersih kubur. Sebuah rutinitas yang biasa dilakukannya jelang masuknya bulan suci Ramadan, lazim dilakukan oleh muslim.

Dari sana, informasi lain yang dikumpulkan Haluan menyebutkan ia bersama sepupunya Fatih dan temannya, Habid yang hingga berita ini diturunkan belum diketahui keberadaannya setalah diseret air bah itu kembali ke rumah. Sebelumnya, karena alas kaki kotor dengan tanah dari areal makam tadi, mereka berinisiatif untuk membersihkan itu dengan air sungai.

Baca Juga : Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

Sambil membersihkan diri, Widya mengambil posisi agak ke tengah sungai. Kemudian, ia duduk di atas sebuah batu. Sementara teman-teman lainnya juga melakukan hal yang sama. Berbarengan dengan waktu berebut senja, tiba-tiba saja datang air bah yang begitu besar dari hulu sungai. Disitulah malapetaka itu terjadi. Widya digulung air bah. Begitu juga sepupunya Fatih yang sedang mandi.

Temannya Habid (23), yang dikhabarkan satu almamater di sebuah pergurian tinggi swasta di Padang, kemudian mencoba menarik tangan Widya. Tapi malang tak dapat ditulak, mujur tak dapat diraih, Habid yang khabarnya berasal dari Bukittinggi, juga ikut terseret  air besar yang datang begitu deras. " Ketiganya hanyut. Widya, Fatih dan Habid sempat hilang. Sedangkan temannya yang lain berhamburan keluar sungai dan pergi memberi khabar kepada orang tua Widya," cerita Yanti yang juga tetangga korban di Perum Batu Tupang Indah.

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07:37 WIB

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam  siswa Perlu Ditinjau Ulang Ternyata persoalan pemakaian jilbab bagi siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang,  belum berakhir. Pemberitaannya hiruk pikuk dan viral  diperbincangkan secara nasional dalam dunia pendidikan. Sampai Mendikbud terpancing angkat b.
  • Kamis, 04 Februari 2021 - 14:45:37 WIB

    Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

    Jangan Ikuti!  Iblis Penebar Hoaks Pertama Kita barangkali akrab dengan cerita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis..
  • Senin, 01 Februari 2021 - 16:58:52 WIB

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam Syekh Muhammad Djamil Djambek adalah ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awal abad ke-20, dilahirkan pada tahun 1860 di Bukittinggi, terkenal sebagai ahli ilmu falak terkemuka..
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]