Hilal Tak Tampak, Puasa Tetap Besok


Rabu, 16 Mei 2018 - 10:41:42 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Hilal Tak Tampak, Puasa Tetap Besok Dokumentasi Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Posisi hilal belum terlihat dalam pengamatan atau rukyatul hilal yang dilakukan di lantai empat  Gedung Kesenian Sumbar, Padang, Selasa (15/5) petang.

Hal ini sesuai dengan perhitungan hisab yang menyebutkan posisi hilal masih berada di angka -2 hingga -1 derajat atau di bawah ufuk.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumbar, Hendri, menyebutkan bahwa pengamatan hilal ini diadakan bekerja sama dengan BMKG Padang Panjang dan perwakilan organisasi masyarakat (ormas) Islam di Sumbar. Hasil dari rukyatul hilal petang ini disampaikan kepada tim dalam sidang isbat oleh Kementerian Agama di Jakarta.  "Hilal tak terlihat di titik pengamatan kami," ujar Hendri, Selasa (15/5).

Kepala BMKG Padang Panjang Rahmat Triyono menjelaskan, sejak awal pihaknya memang sudah memprediksi hilal belum bisa terlihat, bahkan dalam cuaca cerah sekalipun. Rencananya, BMKG Sumbar akan kembali melakukan pengamatan hilal atau rukyatul hilal pada Rabu (16/5) besok, untuk memastikan 1 Ramadan 1439 bisa dimulai pada Kamis (17/5). "Besok Rabu hilal sudah 12 derajat dan dipastikan Kamis lusa puasa," kata Rahmat, tulis Republika.

Setelah digelar sidang isbat, Pemerintah mengumumkan bahwa awal puasa 1 Ramadhan 1439 Hijriah tepat jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018. Pemerintah telah menerima dua hal, pertama posisi hilal dan laporan dari sejumlah pelaku rukyatul hilal yang diselenggaran di 95 titik di Tanah Air. “Posisi hilal di seluruh Indonesia masih di bawah ufuk, dari pelaku rukyatul hilal yang tersebar 95 titik dan sampai sidang digelar kita menerima 32 laporan kesaksian laporan itu, tidak satu pun yang berhasil melihat hilal. Perhitungan hisab dan rukyatul hilal dan sebagai mana ketentuan maka bulan Syaban kita genapkan, kita sempurnakan menjadi 30 hari. Maka 1 Ramadan 1439 Hijriah jatuh pada Kamis 17 Mei 2018,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Syaefuddin saat menyampaikan hasil sidang di Kementerian Agama, (15/5).

Sidang Isbat ini juga dihadiri Ketua MUI, Ketua Komisi VIII, dan perwakilan Kedutaan Besar negara sahabat, dan para tamu undangan seperti perwakilan dari ormas dan LSM. Berdasarkan hasil hisab di Pulau Karya, Kepulauan Seribu, menyatakan pada hari ini bulan belum terlihat dan umur bulan dipastikan kurang dari 8 jam dan ketinggian bulan keruang dari 2 derajad. Karena bulan tidak terlihat, maka bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari. Karena itu, tanggal 1 Ramadan akan dimulai pada Kamis, 17 Mei 2018.

Lebih awal Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sudah lebih dahulu menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Kamis 17 Mei 2018 mendatang. Sementara untuk 1 Syawal 1439 Hijriyah atau Hari Raya Idul Fitri pada Jumat 15 Juni 2018.

Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Oman Fathurrahman mengatakan, ada tiga syarat dalam perhitungan awal Ramadan. Pertama yaitu ijtimak atau konjungsi bulan dan matahari. (h/ben)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 04 Juli 2016 - 20:16:44 WIB

    Pantauan Hilal, di Kota Padang Belum Terlihat

    Pantauan Hilal, di Kota Padang Belum Terlihat PADANG, HALUAN – Hasil pantauan rukyat yang dilakukan oleh Kemenag Sumbar bersama BMKG Padang Panjang tidak memperlihatkan posisi Hilal bertemu matahari tenggelam di menara Mesjid Al-Mujahiddin Pasir Putih, Kelurahan Bungo .
  • Sabtu, 02 Juli 2016 - 13:22:11 WIB

    Ini Jadwal Pemantauan Hilal oleh Kemenag dan BMKG

    Ini Jadwal Pemantauan Hilal oleh Kemenag dan BMKG PADANG, HALUAN – Stasiun Badan Meterologi Klimatologi dan Geofiska (BMKG) Klas I Padang Panjang bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumbar menjadwalkan pemantauan rukyatul hilal penentu awal Syawal 14.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM